PariwisataIndonesia.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menekankan potensi wisata halal.
Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi dengan civitas akademika dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Jawa Timur, (1/4).
Upayanya tersebut, akan mendukung penuh dan siap memaksimalkan kebangkitan ekonomi, serta menjanjikan bakal membuka peluang usaha pascapandemi di wilayah tersebut.
Di kesempatan itu, Menteri Sandiaga Uno menyampaikan, konsep wisata halal mesti memprioritaskan pada layanan yang lebih luas dengan mengusung tiga hal, yaitu “need to have, good to have, nice to have”.
Sambungnya, “need to have” artinya sebuah destinasi mempunyai fasilitas tempat ibadah yang layak hingga makanan yang halal. Good to have memiliki tujuan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang berkesan serta berbeda.
Lanjutnya, kata Sandi, “nice to have” adalah wisata halal di Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain.
“Wisata halal adalah tambahan layanan atau extended services, ada tiga kategori layanan yang pertama yang harus ada adalah makanan halal, tempat ibadah, water friendly washroom, dan no islamaphobia. Kemudian, good to have dan nice to have,” kata Menteri Sandi, dikutip dalam siaran persnya, Sabtu (2/4/2022).
Konsep yang diusung Sandi itu, dalam paparannya menjabarkan lima komponen, antara lain hotel halal, transportasi halal, makanan halal, paket tur halal, dan keuangan halal.
“Bangkalan sendiri sudah punya modal infrastruktur pendukung secara holistik seperti nanti akan dibangun Islamic Science Park. Kami yakin pariwisata halal ini akan membangkitkan ekonomi di Madura Raya, dan membuka peluang usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” paparnya.
Tak sekedar itu, untuk meyakinkan hal tersebut, Sandi juga menilai, wisata halal telah menarik devisa dari para pelancong muslim dengan optimal.
Menurutnya, berdasarkan Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia sebesar 200,3 miliar dolar AS atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar 1,66 triliun dolar AS.
“Dengan demikian, Indonesia berada di urutan ke-5 dari ‘TOP 5 Negara Muslim Traveler’ dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait,” pungkasnya. (Soet)





































Leave a Reply