Digulungnya para teroris ini, menjadi sikap tegas negara untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Indonesia.
Belakangan lagi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meluruskan pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal turis backpacker dilarang berlibur di Bali. Duet mesra Sandi-Binsar, menunjukkan indahnya kebersamaan di Kabinet Indonesia Maju.
“Ini perlu saya klarifikasi, karena sudah bicara dengan beliau (Luhut),” kata Menteri Sandiaga Uno dalam pernyataan resminya, pada Sabtu (18/9). Ia mengatakan, yang dimaksud oleh Jenderal Luhut adalah Indonesia menginginkan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Suami Mpok Nur terkesan jadi juru bicara pemerintah, menafsirkan, turis mancanegara yang diizinkan ke Bali menyasar liburan lenght of stay (lama tinggal, red) dan spending atau datang ke Indonesia memberikan kontribusi besar bagi ekonomi setempat.
“Tinggal di Indonesia sebagai tamu dan kita akan berikan pelayanan terbaik dan pulang sebagai keluarga kita,” kata Sandi menambahkan saat meluruskan maraknya berita tentang Menko Marves Luhut yang diplesetkan.
Dalam penjelasan klimaks, kata Sandi, Indonesia terbuka untuk semua turis mancanegara selama bisa menggerakkan roda ekonomi dan membuka lapangan kerja dan dilarang ke Indonesia adalah mereka yang tidak menjaga kesehatan, lingkungan, dan cuma memberatkan (membuat keonaran, red).
Selanjutnya, patut dicermati imbauan Presiden Jokowi saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu ke sejumlah daerah, dan menegaskan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat.
Maka dari itu, masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut. Walhasil, kata Presiden, akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi.
“Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan Covid,” ujar Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat, (10/9).
Di akhir tulisan, menyertakan imbauan lain dari Kepala Negara, kata Jokowi, mohon masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai terhadap Prokes, utamanya memakai masker.
“Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya, masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu megintip kita sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama memakai masker,” imbau Jokowi, dan redaksi PariwisataIndonesia.ID mencatat, pernyataan ini merupakan panggung depan komunikasi yang disampaikan oleh pihak Istana Negara.
Pernyataan resmi Presiden tersebut, direspons positif oleh jajaran di bawahnya sembari memberikan apresiasi langkah dan kebijakan Jokowi yang berpikir out of the box.
Atas dasar itu, akhirnya seperti Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Menlu Retno Marsudi, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.
Kementerian tersebut, langsung bergerak cepat menindaklanjuti pesan tersirat Presiden, diduga, Jokowi ingin menyatakan, “Indonesia harus bisa hidup berdampingan bersama virus Covid-19.”
Dengan tetap mengedepankan Prokes, sudah divaksinasi, saatnya segera melangkah maju dalam memulihkan perekonomian bangsa ini. (Nyoman/eh).





































Leave a Reply