Sugeng Tindak, Pak Jokowi Atas Diizinkannya Turis Mancanegara Masuk Bali

breaking news pariwisata indonesia
Editorial Media Pariwisata Indonesia

PariwisataIndonesia.ID – Hingga dua hari ke depan, menyajikan informasi terkini tentang artikel, dan liputan khusus seputar Bali sebagai berita utamanya. Alasannya, pariwisata di Pulau Dewata menjadi ikon pariwisata nasional.

Menyoroti hal tersebut, jaringan media online berbasis pariwisata di bawah naungan Media PVK Group terus mendesak dalam mengupayakan dan menantikan Kepala Negara, sudi kiranya, segera dibuka kembali ‘pintu’ bagi turis mancanegara. Sugeng tindak, Pak Jokowi, diizinkannya mereka masuk Bali.

Mengingat, Pemerintah Provinsi Bali dibantu masyarakat dan 54 stakeholder wisata di Bali, menyatakan bertanggung jawab terhadap tugas dan perannya masing-masing.

Selain itu, mereka bahu-membahu dan saling mendukung untuk menguatkan satu sama lain. Terciptalah komunikasi dan sinergitas yang tumbuh karena persamaan nasib dengan mengedepankan prinsip gotong royong.

Kemudian, berusaha keras dan bersungguh-sungguh untuk menciptakan Bali sehat di kunjungi, Bali aman di kunjungi. Dari pengantar tadi, disinyalir ‘lampu hijau’ bahwa permintaan masyarakat Bali akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Jaringan Media PVK Group tanpa tedeng aling-aling untuk mengulas hal ini yang disampaikan oleh redaksi Pariwisata Indonesia berbentuk editorial.

Menilik komunikasi dari pihak Istana Negara dalam dua pekan ke belakang, redaksi menafsirkan dua pesan tersirat pada panggung depan dan panggung belakang.

Tak usah berlama-lama, langsung saja, berikut rangkuman yang dikelompokkan sebagai simbol panggung belakang, antara lain:

Pertama, menelisik data terbaru yang dilaporkan oleh Satgas Covid-19 Bali trend datanya mengalami penurunan yang cukup fantastis; Kedua, telah melakukan vaksinasi lengkap dan menjamin penerapan secara disiplin dan ketat untuk Protokol Kesehatan (Prokes) sebagaimana imbauan pemerintah.

Ketiga, Penerapan CHSE di semua lokasi wisata. Keempat, sudah memenuhi anjuran WHO untuk heard masyarakat Bali. Terkait empat poin ini menjadi salah satu fakta mendasar dari keseriusan Bali yang terbukti dengan PPKM berbasis level untuk Jawa Bali, semula level 4, kini menjadi Level 3.

Kelima, sudah dimatangkan oleh Pemprov Bali, sejak turis mancanegara turun dari Bandara Ngurah Rai di Bali sampai kembali ke asal negaranya (untuk meyakinkan rasa aman dan nyaman berlibur selama di Bali, red), dan kesiapan itu ditandai dengan gelaran simulasi dan dukungan rumah sakit. Termasuk penerapan zona hijau yang semakin diperluas dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Keenam, pemberitaan yang menyuguhkan prestasi gemilang pihak keamanaan Indonesia, karena sukses mengamankan jaringan terorisme. Bertekuk lutut pentolan-pentolan teroris dari sejumlah kelompok yang memanfaatkan celah pandemi Covid-19.

Padahal, aktivitasnya yang tumbuh subur itu selain sudah terdeteksi, juga telah diantisipasi. Anggapan, aparat keamanan akan lengah terhadap penjagaan pulau-pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke selama 24-jam, pupus dan berhasil dipatahkan.

Digulung para teroris ini, menjadi sikap tegas negara untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Indonesia.

Belakangan lagi, Menparekraf Sandiaga Uno meluruskan pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan soal turis backpacker dilarang berlibur di Bali. Duet mesra Sandi-Binsar, menunjukkan indahnya kebersamaan di Kabinet Indonesia Maju.

Diakui Sandiaga Uno, “Ini perlu saya klarifikasi, karena sudah bicara dengan beliau (Luhut),” kata Menparekraf dalam pernyataan resminya, pada Sabtu (18/9). Ia mengatakan, yang dimaksud oleh Jenderal Luhut adalah Indonesia menginginkan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Suami Mpok Nur terkesan jadi juru bicara pemerintah, menafsirkan, turis mancanegara yang diizinkan ke Bali menyasar liburan lenght of stay (lama tinggal, red) dan spending atau datang ke Indonesia memberikan kontribusi besar bagi ekonomi setempat.

“Tinggal di Indonesia sebagai tamu dan kita akan berikan pelayanan terbaik dan pulang sebagai keluarga kita,” kata Menparekraf Sandiaga saat meluruskan maraknya berita tentang Menko Marves Luhut yang diplesetkan.

Dalam penjelasan klimaks, kata Sandi, Indonesia terbuka untuk semua turis mancanegara selama bisa menggerakan roda ekonomi dan membuka lapangan kerja dan dilarang ke Indonesia adalah mereka yang tidak menjaga kesehatan, lingkungan, dan cuma memberatkan (membuat keonaran, red).

Selanjutnya, patut dicermati imbauan Presiden Jokowi saat kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu ke sejumlah daerah, dan menegaskan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Maka dari itu, masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut. Walhasil, kata Presiden, akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi.

“Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan Covid,” ujar Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulisnya, pada Jumat, (10/9).

Di akhir tulisan, menyertakan imbauan lain dari Kepala Negara, kata Jokowi, mohon masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai terhadap Prokes, utamanya memakai masker.

“Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya, masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu megintip kita sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama memakai masker,” imbau Jokowi, dan redaksi PariwisataIndonesia.ID mencatat, pernyataan ini merupakan panggung depan komunikasi yang disampaikan oleh pihak Istana Negara.

Pernyataan resmi Presiden tersebut, direspons positif oleh jajaran di bawahnya sembari memberikan apresiasi langkah dan kebijakan Jokowi yang berpikir out of the box.

Atas dasar itu, akhirnya seperti Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Menlu Retno Marsudi, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Kementerian tersebut, langsung bergerak cepat menindaklanjuti pesan tersirat Presiden, diduga, Jokowi ingin menyatakan, “Indonesia harus bisa hidup berdampingan bersama virus Covid-19.”

Dengan tetap mengedepankan Prokes, sudah divaksinasi, saatnya segera melangkah maju dalam memulihkan perekonomian bangsa ini. (eh/Nyoman).