Terima Kasih Presiden Jokowi! Buktikan Pertama Kali Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac, Aman dan Halal

Jokowi menjadi penerima pertama dan suntikan dosis pertama Vaksinasi COVID-19

PariwisataIndonesia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi penerima pertama dan suntikan dosis pertama Vaksinasi COVID-19 secara nasional. Kepala Negara ingin memastikan warganya bahwa vaksin Sinovac yang berasal dari China adalah aman dan halal. Orang nomor satu di Indonesia mengaku tidak merasakan sakit pada Rabu (13/10), pukul 10 pagi tadi, di Istana Merdeka, Jakarta.

Sebelumnya, “Saya, sekali lagi, akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 tersebut. Mengapa Presiden jadi yang pertama?,” tulis Jokowi melalui akun Twitter miliknya, @ jokowi, Kamis (7/1) lalu.

“Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal,” ujar Presiden sebelum menjadi penerima pertama dan suntikan dosis pertama Vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Siapa dokter yang menyuntik vaksin Covid-19 Sinovac kepada Jokowi? Ia adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan bernama Prof. Abdul Muthalib. Momen suntikan tersebut disoroti publik karena ‘close up’ menayangkan tangan sang dokter sempat gemetaran.

Saat penyuntikan, tidak ada masalah sama sekali. Termasuk tak ada pendarahan yang terjadi usai melakukan suntikan. Soal gemetar yang ia alami saat menyuntik vaksin Sinovac ke Presiden, menurutnya terjadi di awal. Selebihnya, hal tersebut sudah bisa diatasinya.

“Alhamdulillah saya berhasil menyuntikkan vaksin ke pak presiden tanpa rasa sakit. Pertamanya saja gemeteran. Setelahnya tidak ada masalah,” kata Abdul Muthalib dalam siaran langsung vaksinasi COVID-19.

Tahapan penerima vaksinasi dilakukan dengan 4(empat) proses, baik yang dilakukan oleh Presiden maupun peserta vaksin lainnya secara nasional. Pertamanya, proses pendaftaran untuk verifikasi data. Kedua, proses pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan sedikit edukasi terkait vaksin COVID.

Pada tahap tiga inilah proses penyuntikan vaksin COVID. Kemudian saat disuntik ini, Jokowi tampak menggulung lengan kemejanya untuk disuntik oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof Dr Abdul Mutalhib.

Foto : Vaksin Covid-19 Sinovac / Dok.YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (13/1).

“Bagaimana Pak?,” kata Abdul bertanya ke Jokowi seusai penyuntikan.

“Nggak terasa sama sekali, ha-ha-ha…,” jawab Jokowi telah membuktikan sebagai penerima pertama dan suntikan dosis pertama Vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Proses penyuntikan selesai, Jokowi pun tampak diberi plester untuk menutup bekas suntikannya. Jokowi lalu pergi ke meja keempat untuk diberikan edukasi agar menunggu 30 menit setelah proses penyuntikan untuk antisipasi dan monitoring ada atau tidaknya kejadian pascavaksin.

Tidak cuma Jokowi, ada perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga influencer dalam vaksinasi perdana ini. Berikut, daftar nama penerima vaksin perdana COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta yang secara disiarkan langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Kelompok pertama yang disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac :
1. Presiden Jokowi
2. dr Daeng M Faqih (Ketua IDI)
3. Dr H Amiesyah Tambunan (Sekjen MUI/Muhammadiyah)
4. Kiai Ishom PP NU
5. Panglima TNI
6. Kapolri
7. Raffi Ahmad (Perwakilan Anak Muda)

Kelompok kedua yang disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac :
1. Budi G Sadikin (Menkes)
2. Prof Dr Unifah Risyidi (PGRI)
3. Ronal Tapilatu (PGI)
4. Agustinus Heri (KWI)
5. I Nyoman Suarthanu (PHDI)
6. Partono Bhikkhu NM (Permabudhi)
7. Peter Lesmana (Matakin)

“Alhamdulillah, saya baru saja menerima suntikan vaksin Sinovac. Vaksin ini baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat. Hasil evaluasi BPOM menunjukkan, Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, lebih tinggi dari standar WHO yaitu 50 persen,” kata Presiden dalam postingan di instagram @jokowi, pada (13/1) yang dikutip oleh redaksi Pariwisata Indonesia.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia juga telah menyatakan, vaksin Sinovac halal untuk digunakan.

“Saya telah memerintahkan agar vaksinasi Covid-19 segera mulai dilaksanakan di seluruh Tanah Air,” Instruksi Presiden yang secara simbolik mulai berlaku secara nasional.