Artikel kali ini, menyuguhkan tiga tarian tradisional yang mengemuka dan menjadi ikon di Provinsi Sultra. Penasaran? Simak berikut ini, Sob!
1. Tari Mangaru
Tari Mangaru merupakan salah satu tarian khas dari daerah Sulawesi Tenggara dan saking populernya, tarian ini menjadi ikon budaya yang kerap dipentaskan di tingkat nasional maupun mancanegara. Tarian ini, persisnya berasal dari Desa Konde Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara.
Pesan positif dari tarian ini menggambarkan, keberanian dan semangat dalam berperang, yakni sikap heroistik melawan penjajahan di medan perang, yang pantang menyerah dan tetap maju ke garis terdepan.
Karya dari konten kreatif yang tayang di YouTube Samsul menggambarkan semangat juang dan kegigihan laki-laki saat berlaga. Mereka beradu kekuatan menggunakan keris. Ada juga penari lainnya yang memperagakan dan pentas memakai belati di tangan.
Berikut videonya, silakan nonton, Sob!
Redaksi Pariwisata Indonesia mewawancarai Andi selaku pemuka adat yang menetap di Desa Konde melalui sambungan telepon yang mengatakan, “tari mangaru adalah tarian perang di zaman dulu. Tarian ini menggambarkan perlawanan kepada musuh-musuh Kesultanan Buton,” katanya.
Ia menambahkan, “zaman sudah berubah. Lain dulu, lain juga saat sekarang. Beda zaman, beda juga trennya,” ujarnya.
Di masa sekarang, tari Mangaru dipentaskan sebagai momentum untuk merekatkan tali silaturahmi. Termasuk, menyambut masyarakat perantauan. Maupun, untuk menunjukan tarian suka cita kala panen tiba, perayaan menyambut tamu kehormatan, perhelatan atau hajatan.
Andi, juga memberi penjelasan terkait gerakan tarian yang ada di video itu, bahwa masing-masingnya tengah menunjukkan keahlian dalam memainkan belati atau keris. Namun, tidak untuk melukai satu sama lain.
Lanjutnya, cengkok dan tariannya serupa silat. Meliuk-liuk menggunakan belati atau keris di tangan yang berpadu dengan irama musik khas tradisional Provinsi Sultra untuk menghimbur semua kalangan.
“Hal tersebut, untuk mengingatkan kembali, bahwa leluhur zaman dulu begitu gigih dalam mempertahankan kerajaan,” katanya saat diwawancara oleh Media Pariwisata Indonesia.
2. Tari Umoara
Tari tradisional berikutnya adalah tari Umoara. Tari Umoara ini merupakan tarian tradisional khas Sulawesi tenggara yang dipentaskan untuk menyambut tamu agung.
Selain itu, tari Umoara bisa juga dipertunjukkan saat upacara pelantikan raja. Senada dengan tarian sebelumnya, bahwa pesan dari Tari Mangaru merupakan tarian perang.
Tidak heran jika tarian yang dipentaskan mempertontonkan kewaspadaan, ketangkasan, menyerang musuh dan juga membela diri dalam sebuah peperangan.
3. Tari Malulo
Selanjutnya, yaitu “Tari Lula” atau yang biasa dikenal dengan nama “Tari Malulo”, dan bagi yang pernah berkunjung ke provinsi itu. Maka, tarian tradisional yang satu ini, tentu sudah tidak asing lagi.
Namun, dalam perkembangannya tari Malulo ini sudah menjadi tarian rakyat yang dipentaskan di berbagai macam acara, baik yang bersifat resmi atau umum.
Tarian ini paling digemari di kalangan suku bangsa Tolaki, khususnya saat peristiwa tertentu, seperti saat usai panen sebagai ungkapan rasa syukur karena hasil panen berlimpah atau ketika terjangkit penyakit menular. Maka, suku bangsa Tolaki bakal menarikan tarian tersebut.
Konon, ketika hal itu dipentaskan menjelang musim panen. Maksud dari tarian ini menjadi pesan untuk menghormati alam dan menjaga ketahanan pangan. Mereka beranggapan dengan menghadirkan ritual penghormatan kepada ruh padi (para dewi panen), meyakini, akan mendapatkan panen yang melimpah.
Di penghujung artikel, kembali disematkan tayangan video yang diunggah di YouTube Rudhy Channel untuk menyambut HUT Bhayangkara ke-74. Tontonan berikut ini adalah penampilan dari Korps Brigade Mobil (atau disingkat Brimob) saat berada di Jakarta, CFD. Mereka unjuk diri dan menyatu bersama masyarakat memperkenalkan Tari Malulo.
Silakan nonton, Sob!
Demikian informasi singkat terkait tarian khas Sulawesi Tenggara. Semoga ulasan seni tari tradisional di atas bisa memberi manfaat bagi pembaca www.pariwisataindonesia.id, lebih utamanya lagi, bagi generasi muda Indonesia agar tetap menjaga kebudayaan kita yang begitu istimewa ini.
Sobat Pariwisata Indonesia, negeri ini begitu luar biasa kaya akan segalanya dan ini tidak ada di negara manapun “kebhinnekaan” seperti Ibu Pertiwi. Untuk itu, Anda harus bangga menjadi Anak Indonesia.
Artikel dengan judul “Pariwisata Indonesia: Tarian Adat Khas Sulawesi Tenggara, Nari Yuk!”, untuk menjelaskan bahwa budaya di Indonesia begitu beragam dan ini baru dari satu provinsi, loh Sob! (eh)





































Leave a Reply