Keindahan Alam Joilolo yang Tak Banyak Diketahui di Timur Indonesia

PariwisataIndonesia.id – Secara geografis, Teluk Jailolo berdekatan dengan Pulau Ternate dan Pulau Tidore namun secara administratif teluk ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Walau nama Jailolo tidak begitu asing, namun kenyataannya hingga saat ini belum banyak ulasan soal destinasi tersebut.

Maka tak heran jika dalam beberapa tahun belakangan, pemerintah gencar mempromosikan Teluk Jailolo lewat Festival Teluk Jailolo yang biasanya digelar pada bulan Mei atau Juni.

Sebenarnya, perairan di sekitar teluk merupakan jalur lalu lintas kapal penumpang, namun belum begitu padat, sehingga kondisi air dan habitat di bawahnya masih sangat terjaga. Tapi, apa, sih yang bisa kita nikmati di sana?

Seperti kawasan timur Indonesia lainnya, Jailolo juga menyimpan kekayaan ekosistem bawah laut yang amat menawan. Ikan-ikan cantik, terumbu karang, hingga binatang laut lainnya siap menyambut kita dengan ramah. Tapi ingat, kita juga punya kewajiban untuk menjaga habitat mereka agar tetap terawat.

Tidak seperti sepuluh tahun lalu, saat ini di sekitar Teluk Jailolo sudah terdapat beberapa operator wisata selam. Jika tidak berani atau tidak memiliki lisensi selam, snorkeling juga sudah cukup untuk menikmati keindahan bawah laut Jailolo.

Dekat Teluk Jailolo juga terdapat pantai yang sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar, namanya Pantai Rappa Pelangi. Wisatawan bisa bermalam di sini untuk menjelajahi seluruh wilayah teluk.

Destinasi lainnya yang tak kalah seru untuk dikunjungi di sekitar Jailolo, antara lain Pulau Pastofiri dan Pulau Babua.

Kedua pulau tersebut merupakan pulau tidak berpenghuni yang dihiasi batuan koral berukuran besar dengan bentuk yang artistik.

Menurut nelayan setempat, konon Pulau Babua merupakan Pulau Keramat, karena menjadi saksi bisu peperangan antara Sultan Ternate dan Sultan Jailolo yang mengakibatkan tewasnya Sultan Jailolo di Pulau Babua.

Pulau Babua dan Pulau Pastofisi memiliki air laut yang bening dan jernih, sehingga kita dapat menikmati permukaan dangkal dengan berbagai biota laut dan terumbu karang yang menghiasinya.

Di Pulau Babua dan Pastofiri, Sobat Pesona dapat berkegiatan snorkeling, mapun diving. Menariknya, di Pulau Pastofiri pantainya terbentuk dari hamparan karang laut yang membentang mengilili pulau.

Di beberapa titik lokasi, beberapa pohon dengan ukuran besar dan rimbun kokoh berdiri. Sambil menikmati air panas, pengunjung juga bisa memanjakan tubuh dengan berenang di pinggir pantai.

Sementara Pantai Marimbati merupakan wisata pantai di Jailolo dengan pasir hitam yang halus. Di pantai ini, selain bersantai sambil berenang, kita bisa melihat secara sempurna indahnya matahari terbenam. Pantai ini juga dikenal sebagai tempat peristirahatan Sultan Ternate melepaskan kejenuhan.

Keindahan lain yang tak boleh dilewatkan adalah kawasan hutan bakau Jailolo. Kawasan yang dikenal sebagai kawasan hutan bakau terluas di Maluku Utara ini memiliki pesona yang sangat indah. Pengunjung masih dapat menikmati berbagai pemandangan biota laut dan spesies burung dalam jumlah besar. Kawasan ini bahkan menjadi kawasan konservasi.

Thamrin Arifin, salah satu warga Jailolo, mengatakan, selain mudah jangkau dan murah, wisata alam di Jailolo masih asli dan belum tersentuh pembangunan. “Jadi, siapa saja kalau berkunjung ke Jailolo pasti akan merasa senang, apalagi kondisi alamnya masih asli,” kata Thamrin kepada Tempo.

Menurut Thamrin, setiap akhir pekan, tiga kawasan wisata ini kerap dikunjungi banyak wisatawan lokal, seperti dari Ternate dan Tidore. Tak sedikit pula wisatawan dari Jakarta dan Manado datang berkunjung. “Dan paling banyak biasanya saat Festival Teluk Jailolo. Kawasan wisata itu akan ramai pengunjung,” ujar Thamrin.

Sementara Sahri Rajak, Sekretaris Daerah Halmahera Barat, mengungkapkan, dalam hal pengembangan wisata, Pemerintah Halmahera Barat saat ini sedang memfokuskan diri dalam hal peningkatan infrastruktur. Pemerintah, kata dia, juga akan memberikan ruang kepada pelaku ekonomi, terutama masyarakat lokal, untuk menjadikan tempat wisata sebagai pusat kegiatan ekonomi.

“Saat ini lagi dikembangkan, apalagi obyek wisata, seperti wisata diving Jailolo, sudah cukup dikenal. Karena itu, pemerintah akan terus meningkatkan infrastruktur. Kami juga minta semua pihak dapat mendukung pemerintah,” ujar Sahril. (Rzk)

× Hubungi kami