Welcome to Bali! Baru 5 Negara Diizinkan, Apa Lagi Infonya?

Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,DIREKTUR UTAMA PT ANGKASA PURA I (PERSERO) FAIK FAHMI,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENTERI KOORDINATOR MARITIM DAN INVESTASI LUHUT B PANJAITAN,PARIWISATA BALI,PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Turismancanegara saat berlibur di salah satu spot wisata paling terfavorit di Pulau Bali

PariwisataIndonesia.ID – Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi bergerak cepat untuk menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarinves) Luhut B Panjaitan pada konferensi pers virtual yang digelar pada Senin (4/10) kemarin.

Hal tersebut, terkait rencana Pemerintah yang memutuskan untuk membuka kembali pintu internasional menuju Pulau Dewata melalui Bandara Ngurah Rai Bali mulai 14 Oktober 2021 mendatang.

Selanjutnya, kata Dirut PT Angkasa Pura I, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyatakan sudah siap untuk menyambut kedatangan turis mancanegara.

“Angkasa Pura I sangat antusias menyambut keputusan Pemerintah terkait pembukaan kembali penerbangan internasional bagi turis mancanegara menuju Bali,” kata Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/10).

Melansir dari keterangan resminya menyebutkan, turis mancanegara yang diperbolehkan masuk Bali hanya berasal dari lima negara, yaitu Korea Selatan, Cina, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Selandia Baru.

Lebih lanjut, sambungnya, pemenuhan syarat-syarat perjalanan bagi kedatangan turis mancanegara telah diatur oleh Pemerintah.

Sejumlah persyaratan yang dimaksud, seperti karantina minimum selama delapan hari, menunjukkan tanda bukti pemesanan hotel karantina, dan melakukan tes Covid-19 dengan hasil negatif.

“Kami harap masa uji coba pembukaan kembali Bali bagi turis mancanegara dapat berjalan lancar dan dapat benar-benar menunjukkan kesiapan seluruh stakeholder pariwisata di Bali sehingga pembukaan pintu internasional ke Bali nantinya dapat lebih luas lagi dengan penambahan jumlah negara asal,” katanya.

Dalam keterangan tertulisnya, juga mencakup passenger journey sejak turun pesawat hingga penumpang dijemput kendaraan menuju hotel karantina.