Keunikan Rumah Adat Praijing jadi Daya Tarik Pulau Sumba

PariwisataIndonesia.ID – Menjelajahi Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi aktivitas menyenangkan. Apalagi Anda dapat singgah ke berbagai destinasi eksotis.

Memiliki luas wilayah sebesar 10.710 kilometer persegi, Sumba memiliki sejuta pesona destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi. Terkenal dengan sungai dan pantainya yang super jernih, Sumba juga punya wisata budaya, Kampung Adat Praijing.

Salah satu yang bisa Anda eksplorasi adalah Kampung Adat Praijing. Suku di Pulau Sumba, NTT memiliki beragam kebudayaan mulai dari bahasa yang berbeda, pakaian adatnya dengan corak dan motif yang bermacam-macam, hingga bentuk rumah adat yang berbeda-beda. Rumah adat yang berbentuk unik dan populer adalah Kampung Adat Praijing.

Ada 38 rumah tradisional khas Sumba di kampung Adat Praijing. Rumah-rumah tradisional ini dikenal dengan nama Uma Bokulu yang artinya rumah besar dan Uma Mbatangu, yang memiliki arti rumah menara.

Rumah-rumah adat di kampung ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Lei Bangun (bagian bawah) yang digunakan untuk memelihara hewan ternak, Rongu Uma (bagian tengah) yang ditinggali oleh penghuni, dan Uma Daluku (bagian atas atau menara) untuk menyimpan bahan makanan dan alat pusaka.

Bagian atas juga memiliki fungsi keagamaan sebagai tempat tinggal arwah leluhur sesuai dengan agama tradisional masyarakat Sumba yang disebut Marapu.

Untuk memasuki rumah tradisional Sumba, penghuni pun tidak boleh asal, karena ada dua buah pintu berbeda yang diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan. Ada pintu laki-laki dan pintu perempuan yang dibuat dari tiang berukir, jadi kepala rumah tangga dan ibu masuk dari pintu yang berlainan.

Keyakinan Marapu yang masih dianut oleh orang Sumba, membuat penduduk menyiapkan sebuah detail bundar pada setiap tiang yang ada di dalam rumah. Detail tersebut diyakini tempat bersemayamnya Marapu.