Menelisik Keindahan Pemandian Sultan

Eksistensi warungboto mulai naik ketika putri presiden ke-7 Indonesia, Kahiyang Ayu melakukan sesi foto pra-pernikahan dengan Bobby Nasution di situs warungboto
Foto: Allseasons-photo.com

Yogyakarta dikenal sebagai sebagai provinsi istimewa. Sebab memang dalam sejarahnya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini merupakan wilayah kerajaan yang masih berdiri di Indonesia.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan wilayah kerajaan yang masih eksis dari dulu hingga kini, selain keraton yang berdiri gagah di pusat kota, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki beberapa Pesanggrahan sebagai tempat singgah dan pemandian raja beserta para selir diantaranya pesanggrahan taman sari, pesanggrahan ambarketawang dan pesanggrahan rejowinangun.

Pesanggrahan Rejowinangun atau yang kini dikenal sebagai situs warungboto merupakan sebuah tempat wisata sejarah yang cocok untuk berfoto ria. Bukan karena ditumbuhi bunga-bunga atau adanya air mancur yang indah. Di sini pengunjung dapat merasakan suasana berada di sebuah istana tanpa atap.

Foto: Phinemo.com

Situs warungboto dulunya hanya merupakan puing-puing reruntuhan yang terbengkalai. Namun pada bulan Desember 2016 Pemerintah Kota memugar situs warungboto hingga kini menjadi cagar budaya.

Situs ini tediri dari lorong pada tepiannya dan taman air utama sebagai pemandian, wisatawan biasanya beroto ria dan mengabadikan kenangan mereka di lokasi taman air ini. Meski disebut taman air, tempat ini tidam benar-benar diisi air hanya saja dari pihak warga setempat memberikan hiasan berupa pot bunga untuk mempercantik situs warungboto.

Foto: Allseasons-photo.com

Eksistensi warungboto mulai naik ketika putri presiden ke-7 Indonesia, Kahiyang Ayu melakukan sesi foto pra-pernikahan dengan Bobby Nasution di situs warungboto. Mulai saat itu banyak wisatawan lokal maupun nasional yang penasaran dan mencari tahu di mana letak situs tersebut.

Foto: Allseasons-photo.com

Berada di RT 34 Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Situs ini bisa ditempuh dengan waktu 10-15 menit perjalanan saja dari Bandara Internasional Adisutjipto. Jika dari Malioboro kamu bisa belok kiri di titik 0km kemudian jalan lurus melewati 6 lampu merah. Pada lampu merah ketujuh atau pada simpang SGM, kamu bisa belok ke kanan, nanti sekitar 500 meter situs warungboto ada di bagian kiri jalan.

Untuk masuk ke dalam situs, wisatawan harus memarkirkan motor di pinggir jalan kemudian berjalan kaki menuju pintu masuk situs di dalam kawasan RT 34. Tidak memiliki patokan tarif masuk, wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir saja sebesar Rp. 2000,-.

Kawasan Situs Warungboto juga menyediakan warung makan di dekat tempat parkir. Ini bertujuan agar wisatawan yang sudah puas berfoto-foto bisa menajajal kuliner kampung ala Yogyakarta.

Jam operasional situs ini sebenarnya cukup fleksibel, namun secara resmi situs ini bisa dikunjungi mulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 9 sore.