Menginap di Pulau Terisolir Ala-ala Kisah Detektif? Tantangan Buat Lo yang Ngaku Berani!

Pariwisata Indonesia, Pulau TIkus
Ilustrasi gambar: Pulau Tikus digadang-gadang jadi salah satu hidden gem Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu dengan luas kurang dari satu hektar. Foto: Ist.

Halo, Gaes!

Kali ini, gue mau ngasih rekomendasi pulau yang bisa lo singgahi ketika berlibur di Bengkulu. Namanya Pulau Tikus. Eits, tenang aja. Meski menyandang nama tikus, tapi pulau ini bukan dihuni oleh tikus, kok.

Namanya yang unik ini, konon, diberikan karena Pulau Tikus memiliki luas yang kecil seperti tikus. Pulau ini memang kecil, hanya sekitar 0,7 hektar.

Sebenarnya, dulu Pulau Tikus memiliki luas sekitar 2,5 hektar. Tapi adanya abrasi air laut dan kerusakan lain yang disebabkan manusia, membuat area pulau ini semakin mengecil.

Meskipun luasnya kurang dari 1 hektar, Pulau Tikus memiliki area terumbu karang dengan luas mencapai 200 hektar, loh. Terumbu karang di sini juga beragam dan sangat indah.

Ada juga beragam ikan kecil, termasuk ikan nemo, yang berenang-renang dan melengkapi surga bawah laut di Provinsi Bengkulu ini. Lo bisa menikmati semua itu dengan diving hingga ke dasar laut atau sekedar snorkeling di permukaan.

Dengan semua keindahan dasar laut itu, enggak heran kalo Pulau Tikus menjadi salah satu destinasi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain terumbu karang dan ikan-ikan, di area laut Pulau Tikus banyak ditemukan artefak bersejarah. Ada jangkar besar yag tersusun rapi, juga serpihan-serpihan dermaga. Diperkirakan, Pulau Tikus dulunya menjadi ‘entry point’ para pendatang yang ingin masuk ke Provinsi Bengkulu.

Di dasar laut Pulau Tikus juga banyak ditemukan artefak bersejarah, seperti keramik, guci kuno, piring, ceret, hingga potongan-potongan kapal kuno. Meski ditemukan dalam kondisi tidak utuh, tapi benda-benda tersebut sangat berharga sebagai peninggalan sejarah dan saksi bisu penjajahan di Bengkulu.

Beberapa dari artefak tersebut juga sudah dibawa ke balai pelestarian untuk dipelajari lebih lanjut. Dan dengan adanya peninggalan sejarah tersebut, Pulau Tikus sangat mungkin menjadi cagar budaya bawah laut. Wah, bakal tambah keren, nih!

Buat lo yang cuma bisa berenang gaya batu alias kelelep, memancing bisa jadi alternatif aktivitas selama berada di pulau ini. Lo juga masih bisa menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu atau dari pinggiran laut.

Outbond, olahraga, atau sekedar bermain di pasir putih pun bisa lo lakuin bareng teman-teman. Selain itu mengunjungi penangkaran anak penyu di Pulau Tikus harus jadi agenda wajib lo saat di sini. Penyu-penyu di sini emang dijaga dan dilindungi sebagai bagian dari ekosistem laut.

Di tengah Pulau Tikus terdapat juga menara pengawas yang bisa lo naiki untuk menikmati pemandangan Samudera Hindia dari ketinggian. Jangan lupa untuk nge-vlog saat di atasnya, ya!

Dengan area sekecil itu, sebenarnya lo bisa menjelajah Pulau Tikus dalam waktu seharian. Tapi saran dari gue, lo harus cobain menginap di pulau ini karena ada banyak momen-momen bagus yang sayang untuk dilewatin.

Pulau Tikus cocok banget buat lo si camping lovers karena enggak memiliki satu pun penginapan. So, kalo mau bermalam di sini, lo harus nyiapin tenda sendiri.

Mendirikan tenda bareng teman-teman, menikmati sunset sambil makan jagung bakar, nyanyi-nyanyi di sekitar api unggun sambil menikmati langit bertabur bintang-bintang, lalu menanti sunrise ditemani secangkir kopi hangat, gue jamin bakal bikin liburan lo enggak terlupakan.

Tapi sebelum menginap, lo tentu harus ijin dulu sama petugas penjaga pulau. Petugas ini gampang banget lo temuin karena dia menjadi satu-satunya orang yang tinggal di Pulau Tikus.

Karena kecil, di pulau ini juga enggak ada warung atau café. Jadi, lo harus nyiapin seluruh kebutuhan lo selama berada di pulau ini.

Tapi dengan semua keterbatasan itu, lo bisa merasakan sensasi seperti menginap di pulau pribadi. Atau menginap di pulau terisolir, ala-ala kisah detektif.

Tapi tenang aja, Pulau Tikus enggak benar-benar terisolir, kok. Banyak nelayan yang memancing di sekitar pulau ini. Pulau ini juga sangat dekat dengan kota Bengkulu, atau tepatnya sekitar 10 kilometer sebelah barat kota. Saking dekatnya, lo bisa ngeliat pulau ini dari pantai-pantai yang ada di Bengkulu.

Untuk ke sini, lo hanya butuh perjalanan sekitar 45 menit dengan perahu khusus wisatawan atau perahu nelayan, yang ada di Pantai Malabero dan Pantai Tapak Paderi.

Lo juga bisa memilih untuk melakukan perjalanan pribadi atau menggunakan travel agent dengan fasilitas lengkap seperti perlengkapan menyelam dan pemandu wisata. Budget yang harus lo siapin mulai dari 150 hingga 400 ribu rupiah. Cukup murah, kan?

Yuk, segera jadwalkan liburan lo bareng teman-teman ke pulau kecil ini dan nikmati petualangan serunya. (Anita)

Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022

× Hubungi kami