Keindahan pulau-pulau di Indonesia emang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nusantara, termasuk Sulawesi Barat. Di provinsi ini terdapat satu pulau yang selain indah, juga menyimpan kisah-kisah unik. Namanya, pulau Karampuang.
Destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini terletak di Kecamatan Simboro Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Untuk menuju Pulau Karampuang, lo cuma perlu menumpang perahu motor dari dermaga pelelangan ikan Mamuju dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Begitu sampai di dermaga yang menjadi akses masuk utama pulau, lo akan disambut jembatan kayu sepanjang 500 meter. Air bersih dan jernih di perairan ini membuat lo bisa langsung menikmati keindahan pesona bawah laut Pulau Karampuang dari atas jembatan. Lo bisa mengamatai terumbu karang keras, terumbu karang lunak, hingga ikan-ikan kecil yang berenang.
Snorkeling dan diving tentu saja jadi aktivitas yang direkomendasiin saat berada di sini. Ada berbagai jenis ikan yang menanti lo buat diajak selfie bareng. Seperti ikan badut, ikan napoleon, hingga ikan kakak tua berdahi bulat (bumphead).
Fyi, masyarakat di pulau dengan luas sekitar 6 kilometer persegi ini, menyebut Pulau Karampuang dengan nama Pulau Buaya. Soalnya kalo diliat dari atas, pulau ini emang memiliki moncong seperti buaya, Gaes. Tapi selain nama Pulau Buaya, nama Karampuang juga punya asal-usul, loh.
Versi pertama menyebutkan bahwa Karampuang diambil dari bahasa suku sekitar yaitu kara yang berarti batu karang dan puang yang berarti raja, bangsawan, atau keturunan ningrat. Menurut cerita, pulau ini pernah dijadikan tempat persembunyian para raja dari kejaran Pemerintah Kolonial Belanda. Makanya, pulau ini pun disebut Pulau Karampuang.
Namun ada versi lain yang menyebutkan bahwa dulunya pulau ini bernama Pulau Liutang. Kemudian salah seorang tokoh mengganti nama pulau ini menjadi Karampuang yang dalam Bahasa Mamuju berarti rembulan atau bulan purnama.
Keunikan Pulau Karampuang enggak berhenti di banyaknya kisah yang mendasari nama pulau ini, loh. Pulau Kaarampuang juga menyimpan banyak tempat unik yang wajib banget lo eksplore. Tentunya, tempat-tempat tersebut juga punya kisah tersendiri.
Yang pertama adalah Goa Lidah. Pintu masuk goa ini menyerupai mulut manusia, dimana terdapat bebatuan yang meyerupai langit-langit, lidah, hingga kerongkongan. Meski pintu masuknya kecil, tapi lo dan terkagum-kagum dengan ruangan dalamnya yang luas disertai dinding-dinding goa yang kokoh.

Goa Lidah menjadi salah satu lokasi yang disakralkan oleh penduduk sekitar. Penduduk yang hendak mencari nafkah di luar daerah biasanya terlebih dahulu datang ke goa ini. Goa Lidah dijadikan lokasi untuk berdoa kepada Tuhan agar mendapat rezeki di perantauan nanti. Kemudian ketika pulang dari tanah seberang dan membawa rezeki, mereka pun akan kembali ke Goa Lidah untuk mengadakan selamatan.
Selain Goa Lidah, di Pulau Karampuan juga terdapat Sumur Kapal yang menjadi salah satu sumber mata air tawar penduduk sekitar. Sumur ini digunakan untuk mencuci, mandi, hingga memasak.
Sumur Kapal juga punya cerita tersendiri, loh, Gaes. Konon, pada zaman dahulu ada beberapa pengembara yang sedang berburu rusa di Pulau Karampuang. Ketika kehausan, mereka berkeliling mencari sumber mata air tawar. Karena tidak menemukan air yang dicari, salah seorang di antaranya pun menancapkan buluh bambu ke tanah hingga muncullah mata air tawar.
Air dari mata air tersebut kemudian dikumpulkan dan dibangunlah sebuah sumur menyerupai bentuk kapal. Filosofi kapal sendiri diambil dari mata pencaharian utama masyarakat Karampuang yaitu nelayan.
Selain Sumur Kapal dan Goa Lidah, ada satu lokasi lagi yang harus lo kunjungi saat berada di Pulau Karampuang, yaitu Sumur Tiga Rasa. Menurut cerita, sumur yang awalnya bernama Bujung Kayyang (Sumur Besar) ini dibangun oleh pemerintah Belanda. Seperti sumur pada umumnya, Bujung Kayyang memiliki satu lubang, tapi airnya terasa asin.
Suatu ketika, seorang ulama merevitalisasi sumur tersebut dengan membaginya menjadi tiga lubang, dimana masing-masing lubang memiliki rasa yang berbeda. Ada sumur air asin dari laut, air tawar dari gunung, dan air payau yang merupakan gabungan dari air asin dan air tawar. Sumur tersebut kemudian dinamai Sumur Jodoh karena telah mempertemukan air laut dan air gunung.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Sumur Jodoh juga bisa mendatangkan jodoh bagi yang meminumnya, loh. Makanya, banyak banget pemuda dan pemudi yang datang ke sumur ini, Gaes.
Terlepas dari kisah dan kepercayaan masyarakat, Pulau Karampuang menjadi salah satu destinasi Pariwisata Indonesia yang layak lo kunjungi saat liburan di Sulawesi Barat. Yuk, segera jadwalin kunjungan lo ke sini.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply