Mitos Goa Sunyaragi: Jomblo Forever atau Dapat Jodoh

Sudah tahu belum? Ke tempat bersejarah memang ada baiknya ditemani pemandu wisata agar tidak salah pegang atau tidak sengaja mengambil sesuatu yang berdampak buruk pada sobat. Salah satunya, Goa Sunyarangi bila memegang Batu Perawan Sunti, mitosnya kurang baik. Masa sih? Simak ulasan berikut.
umi kalsum founder pvk grup dan ceo media pvk grup,mediapvk,mediapvk_official,Trippers,IndonesiaTraveler, pariwisataIndonesia,BERITA PARIWISATA INDONESIA,GOA SUNYARAGI,INDONESIA CULTURE AND TOURISM,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIA TOURISM INVESTMENT,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PVK GROUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENGENAL SITUS SEJARAH NUSANTARA,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,WISATA POPULER DI CIREBON,WISATA SEJARAH DI JAWA BARAT
Wisata Sejarah Goa Sunyaragi / Instagram

PariwisataIndonesia.id – Mau menyaksikan situs kuno dengan arsitektur yang terdepan di zamannya? Mau lihat bangunan dengan perpaduan berbagai negara dan agama? Mau wisata sejarah dengan lokasi yang kekinian? Semua itu bisa Sobat Pariwisata temukan di salah satu situs sejarah Kota Cirebon.

Kompleks Gua Sunyaragi, demikian nama situs tersebut. Berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu kata “Sunya” yang artinya sunyi, dan “Ragi” yang berarti raga. Kompleks seluas 15 hektar ini  dibangun sebagai tempat semedi dan peristirahatan Sultan Cirebon serta keluarganya.

Ada dua versi tentang waktu pembangunan Gua Sunyaragi ini, yaitu tahun 1500an menurut versi Carub Kanda dan tahun 1703 menurut versi Carub Nagari.

Tamansari Gua Sunyaragi berada di tengah-tengah Kota Cirebon, tepatnya di Jalan Bigjend AR Dharsono, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sobat Pariwisata bisa dengan mudah menemukannya.

Pada zaman dahulu, kompleks gua ini dikelilingi danau jati, sehingga sering juga disebut dengan taman air. Namun, sekarang air dari danau itu sudah mengering dan telah berubah menjadi jalan, persawahan, pembangkit listrik tenaga gas, dan pemukiman penduduk.

Kompleks Gua Sunyaragi disebut-sebut sebagai bangunan dengan konsep terdepan di zamannya. Gua ini merupakan gua buatan, dengan dominasi material berupa karang. Ini termasuk arsitektur sulit pada masa itu, bahkan masa sekarang.

Material inilah yang membuat Gua Sunyaragi istimewa dan unik tiada duanya. Berada di sini membuat Sobat Pariwisata seolah-olah sedang mengunjungi gua bawah laut.

Gua-gua yang ada di kompleks ini difungsikan sebagai tempat semedi, pembuatan dan penyimpanan senjata, penyimpanan bekal dan makanan prajurit, hingga tempat berjaga pengawal.

Selain bangunan yang berbentuk gua, di kompleks ini juga terdapat berbagai pesanggrahan yang dikelilingi taman buatan dan kolam. Pesanggrahan ini berisi serambi, ruang tidur, kamar mandi, hingga ruang ibadah dengan air terjun buatan serta berbagai jenis patung.

Kompleks Taman Sari Gua Sunyaragi berhasil memadukan berbagai gaya arsitektur mulai dari Indonesia klasik, Timur Tengah, Tiongkok Kuno, serta Eropa.

Gapura khas candi, bangunan berbentuk Joglo, serta hadirnya patung gajah dan patung manusia yang dililit ular berkepala garuda, menjadi bukti pengaruh Indonesia Klasik atau Hindu di kompleks ini.

Relung-relung dinding yang bergaya Timur Tengah, adanya tanda-tanda kiblat, serta pawadlon (tempat wudhu) menggambarkan pengaruh Islam dan Timur Tengah dalam Gua Sunyaragi.

Bentuk jendela pada bangunan Kaputren dan tangga berputar di gua Arga Jumut menjadi bukti adanya pengaruh Belanda atau Eropa, karena pembangunan kompleks ini dilakukan pada zaman penjajahan Belanda.

Di kompleks ini juga terdapat kuburan Cina yang sebenarnya bukan berfungsi sebagai kuburan, tetapi sebagai tempat berdoa keturunan pengawal dan pengiring Putri Cina bernama Ong Tien Nio atau Ratu Rara Sumanding yang diperistri oleh Sunan Gunung Jati.

Selain itu, ukiran berbentuk bunga persik, bunga matahari, dan bunga teratai, membuat budaya Cina atau Tiongkok kuno terasa kental di sini.

Sudah tahu belum? Ke tempat bersejarah memang ada baiknya ditemani pemandu wisata agar tidak salah pegang atau tidak sengaja mengambil sesuatu yang berdampak buruk pada sobat. Salah satunya, Goa Sunyarangi bila memegang Batu Perawan Sunti, mitosnya kurang baik. Masa sih?

Disinyalir, untuk para gadis remaja yang tidak sengaja menyentuh Batu Perawan Sunti akan kesulitan memperoleh jodoh. Makanya itu, berhati-hati. Ini mitos ya sobat pariwisata!

Semua kembali pada keyakinan masing-masing. Jodoh, sudah ada yang mengatur. Meminta saja kepada yang Maha Mengatur. Insya Allah jodoh akan datang di waktu yang tepat yang tidak disangka-sangka.

Meskipun merupakan situs sejarah, wisata Goa Sunyaragi sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti flying fox dan tersedia juga kuliner khas kota Cirebon.

Disini banyak spot keren-keren yang bisa bikin feed instagram sobat pariwisata kece badai. Sekalipun merupakan peninggalan masa lalu namun ornamen yang masih berdiri kokoh, tetap kekinian.

Oh ya, Sobat Pariwisata. Tempat ini juga sering dijadikan sebagai spot untuk foto pre-wedding, loh.

Sobat Pariwisata hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar 10.000-20.000 rupiah. Murah banget, bukan?

Kompleks Gua Sunyaragi buka setiap hari, dimulai pukul 08.00 sampai 17.30 wib. Jangan lupa, pakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, topi, serta kacamata agar Sobat Pariwisata bebas bertualang.

Hindari berkunjung saat terik matahari, bila sobat tak pakai topi/payung panasnya terasa ampun-ampun. Disarankan jam-jam adem, kalau tidak pagi ya sore.

Nggak percaya? Cobain deh, berkunjung ke sini. Ups, kamera jangan lupa, ya! (Nita/Kus)