Omo Hada

Rumah Tahan Gempa dari Nias
Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Pariwisata Indonesia, Oma Hada, omo sebua, omo nifolasara, Bolanafo, Tari Serampang Dua Belas, Tari Serampang 12, itak Pohul Pohul, Situs Online Resmi Pariwisata,DESA ADAT BAWOMATALUO,MEDIA ONLINE PARIWISATA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MENDAGRI TITO KARNAVIAN DIANUGERAHI GELAR KEHORMATAN TUHA GARI SIFAOMA BAWA DARI TOKOH ADAT NIAS YANG BERARTI PEMIMPIN YANG BESAR DAN TEGAS PADA SENIN (9/12/2019),MENTERI DALAM NEGERI RI JENDERAL POL. (PURN) PROF. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN PH.D.,PANTAI KARANG VALAETE,PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA SUMATRA UTARA,PESONA WISATA PULAU NIAS MEMIKAT HATI,PULAU NIAS,PULAU NIAS ADALAH SALAH SATU DESTINASI WISATA YANG WAJIB DIKUNJUNGI KARENA PESONA PULAU INI SUNGGUH MEMIKAT SIAPAPUN YANG DATANG., SITUS ONLINE PARIWISATA,TAMAN YA'AHOWU,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, kesenian dan kebudayaan Indonesia
Omo Hada

PariwisataIndonesia.id – Sobat Pariwisata, lokasi yang berdekatan dengan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia menyebabkan Nias menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sering kali diguncang gempa bumi.

Terbukti pada tahun 2005, peristiwa dan bencana alam di kepulauan Nias telah meninggalkan duka mendalam bagi para korban.

Saat itu, terjadi gempa bumi berkekuatan 5 hingga 9 skala richter. Dalam waktu sekejap, dampak gempa tersebut selain memakan korban juga memporak-porandakan rumah warga yang ada di kepulauan Nias.

Namun, ternyata ada rumah yang tetap berdiri kokoh meski berkali-kali diguncang gempa. Penasaran dengan rumah tahan gempa ini?

Omo hada adalah rumah adat Suku Nias. Sobat Pariwisata bisa menemukannya terutama di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.

Di sini, masih terdapat sekitar 130an omo hada yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun. Rumah ini membuktikan ketanggapan nenek moyang Suku Nias dalam membangun rumah tahan gempa.

Pada awalnya, nenek moyang Suku Nias tinggal di pohon-pohon dan gua. Omo hada diyakini merupakan pengaruh dari para pendatang yang memasuki Pulau Nias.

Omo hada di desa Bawomataluo memiliki desain rumah panggung dengan bentuk persegi. Rahasia rumah tahan gempa ini terletak pada tiang-tiang penyangga.

Tiang-tiang ini tidak ditanam ke tanah, melainkan dipasang di atas susunan batu. Ketika terjadi gempa tiang-tiang ini akan mengikuti gerakan horizontal tanah.

 Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Pariwisata Indonesia, Oma Hada, omo sebua, omo nifolasara, Bolanafo, Tari Serampang Dua Belas, Tari Serampang 12, itak Pohul Pohul, Situs Online Resmi Pariwisata,DESA ADAT BAWOMATALUO,MEDIA ONLINE PARIWISATA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MENDAGRI TITO KARNAVIAN DIANUGERAHI GELAR KEHORMATAN TUHA GARI SIFAOMA BAWA DARI TOKOH ADAT NIAS YANG BERARTI PEMIMPIN YANG BESAR DAN TEGAS PADA SENIN (9/12/2019),MENTERI DALAM NEGERI RI JENDERAL POL. (PURN) PROF. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN PH.D.,PANTAI KARANG VALAETE,PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA SUMATRA UTARA,PESONA WISATA PULAU NIAS MEMIKAT HATI,PULAU NIAS,PULAU NIAS ADALAH SALAH SATU DESTINASI WISATA YANG WAJIB DIKUNJUNGI KARENA PESONA PULAU INI SUNGGUH MEMIKAT SIAPAPUN YANG DATANG., SITUS ONLINE PARIWISATA,TAMAN YA'AHOWU,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, kesenian dan kebudayaan Indonesia
Foto: Kompilasi dan Ilustrasi Oma Hada (Dok. Museum Nias)

Selain itu, konstruksi rumah ini juga menggunakan sistem knockdown atau pasak. Tidak ada satu pun paku yang digunakan untuk menyambungkan satu kayu dengan kayu lainnya. Ketika gempa terjadi, sambungan kayu-kayu ini akan bergerak dinamis.

Jumlah tiang penyangga yang digunakan untuk membangun omo hada bervariasi. Bahkan ada yang bisa mencapai 60 buah. Jumlah tiang yang digunakan juga menunjukan berapa ekor babi yang harus dikurbankan saat pembangunan rumah tersebut.

Tiang-tiang ini ada yang disusun dengan bentuk huruf X (disebut diwa) yang berfungsi untuk menahan rumah di bagian kolong dan tiang yang disusun tegak lurus yang menopang dan memagari seluruh kolong rumah.

Salah satu keunikan omo hada adalah jarak rumah dengan rumah tetangga. Di satu sisi, dinding rumah akan berhimpit dengan dinding tetangga. Sementara di sisi lain, terdapat ruang kosong yang memberikan jarak dengan rumah di samping. Ruang kosong ini digunakan sebagai akses keluar masuk dari dua rumah tersebut. Di sinilah pintu masuk omo hada berada.

Omo hada dibangun berjajar dan saling berhadapan, menyisakan ruang kosong luas di bagian tengah. Ruang kosong ini digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti menjemur hasil panen, pertunjukan tari tradisional, hingga lokasi susunan batu yang digunakan untuk lompat batu.

Seperti rumah adat lainnya, bahan yang digunakan untuk membangun omo hada berasal dari alam. Omo hada dibangun dengan material kayu untuk pondasi, kerangka, dan dinding; serta rumbia untuk atap.

Seiring perkembangan zaman, beberapa atap rumbia telah diganti dengan bahan seng karena mudah didapatkan dan lebih tahan lama.

Di bagian depan omo hada terdapat kisi-kisi yang digunakan sebagai jendela dan interaksi dengan lingkungan luar. Sementara di bagian atap, terdapat bukaan yang menjadi sumber cahaya serta sirkulasi udara.

Omo hada hanya memiliki dua pembagian ruang yang sederhana. Pertama, ruang utama yang menjadi area publik yang digunakan untuk kumpul keluarga hingga menerima tamu. Ruang kedua adalah ruang privat yang didesain membentuk sebuah kamar.

Seperti rumah panggung lainnya, ruang kosong di bawah omo hada digunakan sebagai tempat penyimpanan. Seiring perkembangan zaman, beberapa masyarakat menggunakan bagian ini sebagai tempat untuk menjalankan usahanya, seperti menjahit atau mengukir kayu.

Hal unik lain yang bisa ditemukan di omo hada adalah beberapa batu yang disusun horizontal di depan rumah. Batu-batu ini diletakkan sebagai pengingat pemilik rumah bahwa manusia tidak akan hidup abadi dan akan mengalami kematian.

Untuk mempercantik omo hada, terdapat ukiran-ukiran di bagian dindingnya. Motif yang digunakan umumnya adalah motif flora, fauna, dan bulatan.

Selain omo hada, di desa Hilimondregeraya, tidak jauh dari Teluk dalam di Nias Selatan juga terdapat omo sebua atau omo nifolasara. Rumah ini juga merupakan rumah tradisional Nias.

 Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group, Pariwisata Indonesia, Oma Hada, omo sebua, omo nifolasara, Bolanafo, Tari Serampang Dua Belas, Tari Serampang 12, itak Pohul Pohul, Situs Online Resmi Pariwisata,DESA ADAT BAWOMATALUO,MEDIA ONLINE PARIWISATA,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MENDAGRI TITO KARNAVIAN DIANUGERAHI GELAR KEHORMATAN TUHA GARI SIFAOMA BAWA DARI TOKOH ADAT NIAS YANG BERARTI PEMIMPIN YANG BESAR DAN TEGAS PADA SENIN (9/12/2019),MENTERI DALAM NEGERI RI JENDERAL POL. (PURN) PROF. H. MUHAMMAD TITO KARNAVIAN PH.D.,PANTAI KARANG VALAETE,PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA SUMATRA UTARA,PESONA WISATA PULAU NIAS MEMIKAT HATI,PULAU NIAS,PULAU NIAS ADALAH SALAH SATU DESTINASI WISATA YANG WAJIB DIKUNJUNGI KARENA PESONA PULAU INI SUNGGUH MEMIKAT SIAPAPUN YANG DATANG., SITUS ONLINE PARIWISATA,TAMAN YA'AHOWU,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, kesenian dan kebudayaan Indonesia
Omo Sebua atau Omo Nifolasara

Hanya saja penggunaannya dikhususkan untuk pemimpin adat atau pemimpin negeri. Sebagai rumah pemimpin adat, omo sadea memiliki sedikit perbedaan dari omo hada. Rumah ini hanya terdapat satu buah dan terletak di bagian tengah desa.

Jika pintu pada omo hada terletak di samping, pintu masuk omo sebua terletak di bawah kolong. Hal ini sebagai simbol bahwa setiap tamu yang hendak berkunjung harus tunduk dan hormat pada pemimpin adat serta peraturan-peraturan adat yang berlaku.

Selain itu, omo sebua tidak hanya memiliki kisi-kisi sebagai jendela. Rumah juga memiliki jendela besar yang memiliki desain bukaan engsel. Hal ini menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi nenek moyang Suku Nias pada masa itu.

Pada tahun 2011, omo hada ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Sumatera Utara. Jika mengunjungi Pulau Nias, pastikan Sobat Pariwisata mengunjungi rumah tahan gempa ini, ya! (Nita/Eh/Ksmt)

Foto Headline: Dok. Museum Nias