pariwisataindonesia.DesaWisataWaeRebo
Desa Wisata Wae Rebo di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pariwisata Indonesia Mendunia di Desa Adat Wae Rebo, Kepingan Surga di Pegunungan Flores

Dilanjutkan lagi, sembari menengadahkan kepala untuk menyaksikan deretan bintang-bintang yang tersebar di langit.

Sungguh, pada langit dan peralihan waktu ke malam, benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran dan keesaan Allah SWT. Dengan demikian, sangat pantas desa adat ini direkomendasikan untuk wajib dikunjungi.

Istimewanya lagi, di desa itu terdapat 7 rumah adat, yakni Mbaru Niang berbentuk kerucut dan inilah ikon Desa Wisata Wae Rebo.

Desa wisata ini, juga menyuguhkan segudang daya tarik lainnya, yakni kebudayaan penduduk di tempat itu masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat dengan mempertahankan keaslian tradisi mereka. Terutama, upacara adatnya yang bernama Ritus Upacara Penti.

Bentuk peribadatan itu dimaknai sebagai rasa syukur masyarakat Wae Rebo kepada Tuhan dan roh leluhur atas karunia yang mereka lalui selama setahun penuh.

Sejalan dengan hal tersebut, tak berlebihan bila kampung adat ini dianggap pantas menjadi 50 besar desa wisata terbaik di Ajang Dewa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan meraih Juara 1 untuk Kategori Daya Tarik Wisata.

Potensi pariwisata lainnya yang juga tak kalah menariknya, bikin takjub dan berdecak kagum atas tempat ini, yaitu sumber mata air yang langsung berasal dari pegunungan dan diberi nama Sosor.

Mata air itu, terdapat dua jenis, yakni Sosor Pria dan Sosor Wanita. Keduanya, dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk dikonsumsi setiap hari, seperti untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan minum.

Berikutnya, menyoroti keseniannya, yaitu rangku alu yang dimainkan oleh empat orang dengan memegang empat tongkat bambu.

Permainan ini penuh petualangan, dan menimbulkan sensasi tersendiri bagi para pemainnya. Pertama-tama, mereka menggunakan tongkat sambil membentuk palang dan menggerak-gerakkannya. Kedua, mesti melompat-lompat agar kakinya tidak terjepit bambu.

Kesenian ini menghadirkan keceriaan dan kebahagiaan. Saking asyiknya, malah bisa mengundang gelak tawa. Sebab, peserta yang terlibat dalam permainan itu harus lolos dari perangkap bambu tersebut.

Selanjutnya, Tarian Caci yang merupakan salah satu bentuk refleksi dari kebudayaan dan kehidupan warga Wae Rebo.

Jangan lewatkan pula kopi, madu hutan, dan produk kerajinan tangan dari Desa Wisata Wae Rebo berupa kain tenun bermotif bunga dengan warna-warna yang cerah.

Tiap sudut Desa Wisata Wae Rebo sangat menarik untuk dijelajahi. Untuk itu, “Ikan sepat, ikan gabus. Makin cepat, makin bagus”. Yuk, rasakan sensasi berlibur di salah satu destinasi wisata di Provinsi NTT. Tertarik Sob? (Rizky/Ayu)