Pariwisata Indonesia Mendunia di Desa Adat Wae Rebo, Kepingan Surga di Pegunungan Flores

pariwisataindonesia.DesaWisataWaeRebo
Desa Wisata Wae Rebo di Provinsi Nusa Tenggara Timur

PariwisataIndonesia.ID  –  Wae Rebo merupakan sebuah desa tradisional yang terletak di pegunungan terpencil. Persisnya, berada di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut legenda masyarakat Wae Rebo, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Selain itu, kampung ini dikenal pula dengan sebutan “Desa di Atas Awan”, karena terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sekalipun berada di pedalaman. Ditambah lagi, letaknya diapit oleh gunung-gunung yang mengeliling kampung tersebut. Lalu, suhu udara di tempat itu terbilang cukup dingin.

Namun, tetap menyimpan kehangatan tersendiri. Bukan karena sinar matahari atau tungku di atas api, melainkan karena penduduk Wae Rebo itu sendiri didukung lagi dengan alamnnya yang benar-benar luar biasa indah dan memesona.

Bahkan, kampung adat tersebut telah menorehkan prestasi yang sudah mendunia, loh!

pariwisataindonesia.DesaWisataWaeRebo
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Kunker ke Kampung Adat Wae Rebo yang ditempuhnya dengan berjalan kaki. Perjuangannya mencapai puncak, dilaluinya penuh tantangan. Namun, berujung manis. / Dok. Instagram @sandiuno

Menilik prestasinya itu, Desa Wisata Wae Rebo mendapat penghargaan Top Award of Excellence dari UNESCO dalam UNESCO Asia Pacific Heritage Awards, pada Agustus 2012 dengan berhasil menyisihkan 42 negara lainnya.

Lantaran hal tersebut, Wae Rebo dinobatkan menjadi warisan dunia. Hebat, bukan?

Dijamin, berwisata di tempat ini bikin speechless (tak bisa berkata-kata, red), akan banyak pengalaman berharga yang bisa Anda dapatkan di Desa Wisata Wae Rebo.

Apalagi, turut menyertai hamparan rumput hijaunya yang menyatu dengan pesona kabut, dan bukan tanpa tedeng aling-aling kawasan ini memberikan kesan magis, juga membawa kedamaian dan ketenangan batin.

Alasannya, saat memasuki malam hari dengan berada di bawah langit sambil duduk-duduk manis di hamparan rumput itu.

Bersambung ke halaman berikutnya
Dilanjutkan lagi .. “