Waduk Cengklik, Indah di Sore Hari

Waduk Cengklik
foto: wikipedia.org

Keindahan alam yang begitu indah nan mempesona di miliki hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di provinsi Jawa Tengah. Tepatnya berada di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Terdapat Danau buatan di sebut dengan Waduk Cengklik. Tempat ini memiliki spot sunset yang menawan hati dan jadi satu keseruan yang mengasyikkan untuk dikunjungi. Waduk Cengklik ini terletak hanya sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Solo dan tak jauh dari Bandara Adi Sumarmo.

waduk cengklik
foto: catatannobi.com

Tiket masuknya hanya perlu merogoh kocek Rp2.000 dan harga yang sama untuk parkir motornya. Saat sudah berapa di waduk ini jika perut terasa lapar, jangan khawatir! Di area waduk ini sudah terdapat warung-warung yang menjajakan menu mie instan hingga hidangan berupa sambal belut, udang, ikan dan sejenisnya. Kamu juga bisa menikmati secangkir kopi sembari melihat ketenangan air waduk dan merasakan hembusan angin sepoi-sepoi.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke waduk cengklik adalah saat sore, karena momen sunset di Waduk Cengklik begitu indah. Menyaksikan momen matahari terbenam dengan pemandangan Gunung Merapi sekaligus semburat keemasan di langit. Di momen itu, cahaya matahari juga terpantul di air, sehingga membuat warna waduk berubah menjadi jingga keemasan. Sungguh menjadikan pemandangan yang sangat cantik.

waduk cengklik
foto: jatengdaily.com

Waduk Cengklik ini sudah ada sebelum zaman kemerdekaan, tepatnya dibangun pada tahun 1926 hinggaa 1928 oleh Pura Mangkunegaran dan Pemerintah Belanda. Awalnya, waduk ini dibuat untuk membendung sungai dan mengairi sawah serta perkebunan milik Pura Mangkunegaran.

Luas waduk pun mencapai 250 hektar. Konon, tahun 1970, waduk ini mampu menyimpan air hingga 12,5 juta meter kubik dan mampu mencukupi kebutuhan irigasi air untuk 3 kecamatan di sekitarnya. Kini, waduk tersebut hanya mampu menyimpan air sekitar 9 juta meter kubik saja. Konsekuensi nyata dari penyusutan air waduk ini adalah Pabrik Gula Colomadu yang berhenti berproduksi.

Lahan tebu milik warga yang menyuplai pabrik gula tersebut menjadi kering karena minimnya pasokan air. Penyusutan ini juga membuat bagian tengah waduk muncul tanah yang menyerupai pulau-pulau kecil dan menjadi pemandangan tersendiri bagi wisatawan.

Wisata ini juga dimanfaatkan penduduk setempat untuk memelihara ikan keramba dan bercocok tanam. Selain itu kamu juga bisa menyusuri waduk dengan menyewa kapal yang dibandrol dengan harga sekitar Rp50.000 untuk satu kapal. Jangan lupa jika ingin berkunjung ke tempat ini setelah wabah virus corona sudah tidak ada lagi d Indonesia ya!!