Rejang Lebong, Pakaian Adat dari Provinsi Bengkulu

Wujud cinta tanah air dapat dibuktikan lewat kebanggaan memakai identitas bangsanya sendiri. Sikap ini mencerminkan rasa hormat terhadap para pahlawan yang telah gugur di medan perang membela Indonesia. Sebagai warga negara patut memperkuat, memperkokoh dan bertanggung jawab untuk menahan derasnya pengaruh budaya luar, global trending dalam berbusana. Pintu masuk tumbuhkan kecintaan dan minat generasi milenial dengan sering mensosialisasikan kesenian dan kebudayaan lokal nusantara, salah satunya busana adat tradisional dari Provinsi Bengkulu. (Nita/Kusmanto)
Busana Adat Bengkulu, Busana Adat Bengkulu, Baju Adat Tradisional Bengkulu, Kebudayaan Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Media PVK, Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum
Foto: @novianapramushinta

PariwisataIndonesia.id – Bengkulu adalah salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang terletak di bagian barat daya. Berdasarkan sejarah, Bengkulu awalnya terdiri dari banyak kerajaan, seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Kehadiran kerajaan-kerajaan ini memberikan pengaruh pada kehidupan masyarakat Bengkulu, misalnya pada pakaian adat.

Pakaian adat Bengkulu yang disebut Rejang Lenong, merupakan percampuran dari Melayu Jambi, Melayu Riau, Melayu Deli, Palembang, dan Lampung. Percampuran ini menghasilkan pakaian Melayu yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri.

Pakaian adat pria Bengkulu terdiri dari atasan berbentuk jas tertutup lengan panjang yang menggunakan bahan berkualitas seperti wol atau beludru. Celana panjang berbahan satin dengan warna senada digunakan sebagai bawahan. Biasanya, pakaian adat pria Bengkulu menggunakan warna-warna seperti hitam, merah tua, atau biru tua.

Pada bagian pinggang dililitkan kain bermotif emas yang disebut sarung segantung. Kain ini difungsikan untuk menambah kegagahan pria Bengkulu. Selain kain, sebuah ikat pinggang yang disebut pending, akan dililitkan dan berfungsi untuk mengokohkan lilitan kain. Keris yang berfungsi sebagai sarana perlindungan diri, juga melengkapi penampilan dan diselipkan di bagian pinggang.

Sebuah topi berbentuk runcing ke atas dikenakan untuk menutupi bagian kepala. Topi atau yang biasa disebut detar ini biasanya dikenakan dalam upacara adat. Sementara pada pernikahan, ada juga pengantin pria yang mengenakan sunting atau mahkota. Pria Bengkulu juga menggunakan gelang sebagai aksesoris di bagian tangan.

Pakaian yang dikenakan pengantin pria Bengkulu, pada dasarnya hampir mirip. Hanya saja, jas dan celana yang dikenakan bertabur hiasan motif emas bulat seperti lempengan koin. Selain itu, pengantin juga mengenakan berbagai aksesoris berupa kalung sribulan, kalung emping, serta gelang. Beberapa pengantin pria juga mengenakan mahkota di bagian kepala.

Pakaian adat wanita Bengkulu terdiri dari atasan baju kurung lengan panjang. Baju berbahan beludru ini dihiasi dengan motif sulaman emas bulat-bulat seperti lempengan uang logam. Biasanya, warna yang dipilih untuk baju kurung ini adalah warna merah tua, lembayung, biru, dan hitam. Sebuah kain songket berbahan sutera dengan motif emas, dililit dan berfungsi sebagai bawahan. Di bagian pinggang juga dikenakan ikat pinggang yang disebut pending.

Aksesoris yang biasanya digunakan oleh wanita Bengkulu sebagai penghias kepala adalah konde berukuran besar. Konde ini dilengkapi dengan tusuk konde dan mahkota hiasan kembang goyang. Pada pengantin wanita Bengkulu dilengkapi dengan mahkota yang disebut singal. Anting atau giwang emas, gelang, dan kalung juga melengkapi penampilan wanita Bengkulu sehingga tampak semakin cantik.

Sobat Pariwisata Indonesia, info terkait Pakaian dan Busana Adat Bengkulu intip juga di Instagram @oeymaher, dan @dayek1305. Dan Baju Adat Tradisional Seluruh Indonesia mendapat tempat di hati Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, selain beliau kerap menampilkan simbol dan busana tradisional tanah air, pada upacara penaikan bendera telah selesai, Wakil Presiden Jusuf Kalla umumkan 3 orang yang dianggap mengenakan busana adat terbaik dalam upacara peringatan kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Istana Negara. Simak video Youtube KompasTV. Dan jangan lupa tonton Youtube konten kreatif milik Denny Zhafifi, dan Blank Label menayangkan Baju Adat khas Bengkulu.

Wujud cinta tanah air dapat dibuktikan lewat kebanggaan memakai identitas bangsanya sendiri. Sikap ini mencerminkan rasa hormat terhadap para pahlawan yang telah gugur di medan perang membela Indonesia. Sebagai warga negara patut memperkuat, memperkokoh dan bertanggung jawab untuk menahan derasnya pengaruh budaya luar, global trending dalam berbusana. Pintu masuk tumbuhkan kecintaan dan minat generasi milenial dengan sering mensosialisasikan kesenian dan kebudayaan lokal nusantara, salah satunya busana adat tradisional dari Provinsi Bengkulu. (Nita/Kusmanto)