Secuil Sejarah Penamaan Hotel Majapahit

Dalam penelusuran redaksi Pariwisata Indonesia dari zaman ke zaman hingga berganti nama menjadi "Hotel Majapahit" tercatat sudah mengalami perubahan sebanyak tujuh kali.
Umi kalsum founder dan ceo pvk group,GENERAL MANAGER HOTEL MAJAPAHIT SURABAYA MGALLERY KAHAR SALAMUN,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,PARIWISATA INDONESIA,PEMILIK SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA ADALAH UMI KALSUM FOUNDER DAN CEO PVK GRUP,SECUIL SEJARAH PENAMAAN HOTEL MAJAPAHIT,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,hotel majapahit
Hotel Majapahit / Dok. Istimewa

PariwisataIndonesia.id – Dalam penelusuran redaksi Pariwisata Indonesia dari zaman ke zaman hingga berganti nama menjadi “Hotel Majapahit” tercatat sudah mengalami perubahan sebanyak tujuh kali.

Hal tersebut terungkap dalam laman resmi Hotel Majapahit dan salinan Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI No: 021/M/2014, tertanggal 17 Januari 2014.

Mengomentari hal tersebut, General Manager Hotel Majapahit Surabaya MGallery, Kahar Salamun melalui pesan tertulisnya pada Selasa (18/5), juga turut mengamini.

Menurut Kahar, “Hotel Majapahit adalah permata tersembunyi di Jawa Timur, kumpulan hotel Sarkies, saksi dari era kejayaan art nouveau kolonial asli dan arsitektur art deco, harus menjadi bagian dari cerita generasi muda Indonesia,” tulisnya.

Baca juga :  Hotel Yamato A.K.A Majapahit

Untuk diketahui, profil keluarga Sarkies atau The Sarkies Brothers adalah pengusaha sukses asal Iran yang piawai mengembangkan kerajaan perhotelan di Asia Tenggara pada akhir abad ke-19.

Sejumlah hotel terkemuka pernah mereka bangun, antara lain: Eastern & Oriental Hotel di Penang, Malaysia, The Raffles Hotel di Singapura; dan Strand di Burma.

Berbekal pengalaman tersebut, Lucas Martin Sarkies yang merupakan putra Martin Sarkies melanjutkan tradisi keluarga dengan membangun “Oranje Hotel” di Kota Surabaya.

Kembali kepada pesan resmi yang dikirim oleh pihak hotel seperti telah dijelaskan di atas, dimaknai sebagai informasi rinci tentang silsilah keluarga Sarkies, sepak terjang kerajaan bisnis keluarga Sarkies di Asia Tenggara, koleksi foto hotel sejak berdirinya hingga kondisi yang terkini termasuk sejumlah penghargaan yang diterima oleh Hotel Majapahit.

Sementara yang termuat di SK Menteri, hanya mengatur bangunan seluas 5000 meter persegi atau Hotel Majapahit dibangun di atas lahan seluas 6377 meter persegi.

Keterangan berikutnya adalah pemerintah memutuskan secara syah dengan menetapkan Hotel Majapahit sebagai bangunan cagar budaya peringkat nasional berdasarkan sejumlah pertimbangan secara ketat.

Menelisik arsitektur hotel bintang lima ini sangat terlihat jelas, memantulkan landscape kemegahan tempo dulu bergaya Eropa. Membuat para pengunjung hanyut, seakan-akan menjelma menjadi meener dan mevrouw.

Menginap di Hotel Majapahit, seolah-olah membawa kita melintas waktu menuju lebih dari satu abad silam. Suasana akhir abad ke-19 sangat kental mewarnai setiap sudut hotel yang menyimpan segudang peristiwa yang terjadi di masa lampau sebagai sejarah panjang perjalanan bangsa ini.

Selain itu, keaslian bangunan sejak pertama kalinya berdiri sampai hari ini masih mempertahankan landmark klasik bergaya art nouveau colonial dan art deco, sekaligus sebagai sumber kebanggaan nasional paling ikonik yang memadukan romantisme dan keanggunan di jantung kota Pahlawan.

Sobat Pariwisata, Hotel Majapahit masih terawat sangat baik dan bisa membuat siapapun yang melihat menimbulkan decak kagum.

Baca juga :  Hotel Majapahit Soft Opening 1 Juni 2021 dan Rayakan Ulang Tahun Ke-111

Di akhir wawancara, GM Hotel Majapahit menyampaikan, “Kami dengan penuh bangga pada 1 Juni 2021 kembali beroperasi dan pembukaan hotel bertepatan momen bahagia perayaan ulang tahun Hotel Majapahit ke-111,” kata Kahar.

Soft opening pada 1 Juni nanti, sekaligus menandai tonggak sejarah perusahaan karena bertepatan dengan ulang tahun Hotel Majapahit ke-111.

Berikut Sejarah dan Asal-usul Nama

  1. Oranje Hotel, awal mulanya hotel berdiri ditandai dari pembelian rumah seluas 1000 meter persegi tahun 1900 atas inisiasi Lucas Martin Sarkies. Keluarga Sarkies adalah di balik pendiri Hotel Raffles di Singapura, Hotel Strand di Birma dan hotel The Eastern & Oriental Hotel di Penang. Berbekal pengalaman dari membangun hotel terkemuka di Asia Tenggara tersebut berdirilah Oranje Hotel (nama hotel seperti nama kerajaan Belanda.Red) pada tahun 1910 dan hotel mulai dibuka secara resmi pada tahun 1911.
  2. Yamato Hoteru atau Hotel Yamato, peristiwa ini terjadi di tahun 1942 ketika hotel tersebut dikuasai oleh Jepang dan menjadi salah satu markas yang ada di Jawa Timur.
  3. Hotel Merdeka terjadi setelah perang dunia ke-2 meletus. Hotel ini berganti nama menjadi Hotel Merdeka. Di sinilah insiden bersejarah terjadi “Perobekan Bendera Belanda oleh Arek-Arek Suroboyo untuk Pengibaran Sang Saka Merah Putih”, dan menjadi latar lahirnya Hari Pahlawan. Dalam catatan sejarah, sebelum insiden terjadi, diketahui hotel tersebut difungsikan sebagai kamp tahanan sementara untuk wanita dan anak-anak Belanda.
  4. Hotel L.M.S., pada tahun 1946, Lucas bersaudara dipercaya untuk kembali mengelola hotel. Nama hotel pun diubah oleh pendiri Hotel Oranje berganti menjadi Hotel L.M.S., singkatan dari Lucas Martin Sarkies.
  5. Hotel Majapahit pada tahun 1969, Mantrust Holdings Co didapuk menjadi pemilik baru hotel. Redaksi menduga Mantrust Holdings Co seperti ingin menanggalkan nama pemilik pertama dengan tampil lebih fresh tapi rebranding ini sudah tentu memiliki makna filosofis bangsa Indonesia dengan mengambil simbol dari kisah kemaharajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur sekitar tahun 1293 hingga 1527 M, Alhasil, menjadikannya sebagai nama hotel.
  6. Mandarin Oriental Hotel Majapahit Surabaya pada tahun 1993-1996, Mandarin Oriental Groups bergabung dengan Sekar Groups untuk membeli dan kemudian merenovasi.
  7. Hotel Majapahit pada tahun 2006, PT. Sekman Wisata mengambil alih hotel dan kembali mengubah namanya menjadi Hotel Majapahit.

Setelah tujuh kali bergonta ganti, akankah Hotel Majapahit kembali berubah nama?

Sobat Pariwisata, kita tunggu saja nanti penjelasan resminya dari manajemen Hotel Majapahit yang dikabarkan pada tahun ini tengah bersiap melakukan rebranding. (Soet/Eh/Ksm).