Rudat Belitong, Warisan Anak Sultan

Berawal dari seorang anak sultan pontianak yang bernama Lailatur Qadri, ia merupakan seorang anak semata wayang yang taat beribadah dan memiliki kemampuan pencak silat
Foto: jabejabe.co

Melayu merupakan suku terbesar yang ada di wilayah Sumatera. Melayu memang terkenal dengan budaya yang dipengaruhi oleh budaya arab dan islam, mulai dari pakaian, bahasa, tulisan, hingga kesenian. Penyebaran suku ini terbilang sangat pesat dan luas. Bahkan penyebarannya meluas hingga ke Pulau Belitung. Pulau yang dikenal dengan eksotisme wisata alam dan warisan budayanya yang apik ini menyimpan beragam kesenian Melayu yang menarik, salah satunya tari Rudat.

 

Foto: jabejabe.co

Mengutip dari situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur. Seni rudat merupakan seni gerak dan vokal diiringi tabuhan ritmis dari waditra sejenis terbang, syair – syair yang terkandung dalam nyanyaiannya bernafaskan kegamaan, yaitu puja-puji yang mengagungkan sang maha pencipta, shalawat dan rosul. Oleh sebab itu seni rudat adalah perpaduan seni gerak dan vokal yang diiringi musik terbangan yang didalamnya terdapat unsur keagamaan, seni tari dan seni suara .

Kesenian rudat lahir berawal dari seorang anak sultan pontianak yang bernama Lailatur Qadri, ia merupakan seorang anak semata wayang yang taat beribadah dan memiliki kemampuan pencak silat. Suatu masa kerajaan sepi dan tidak terdapat aktivitas seni yang meramaikan suasana kesultanan, Lailatur qadri kemudian diperintahkan oleh sultan untuk mengajar pencak silat kepada warga keraton. Melihat kepiawaian anaknya dalam beladiri, sultan berpikir untuk menjadikan pencak silat tersebut sebagai rudat (tarian), kemudian seni rudat pun menyebar sampai ke pulau belitong. Pada tahun 2016, rudat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Belitung Timur berdasarkan usulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur. Saat ini, seni rudat sering ditampilkan pada event – event kepariwisataan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur dalam menghibur para tetamu dan wisatawan yang hadir.