Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’, Ada Live Music Jazz-nya lho…

Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’, Ada Live Music Jazz-nya lho…

Siapa yang tidak kenal warteg? Institusi kuliner ikonis di Indonesia yang menawarkan makanan rumahan yang lezat, terjangkau, dan beragam dalam suasana yang santai.

Warteg, singkatan dari Warung Tegal, yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi sebuah rumah makan dengan menyajikan beragam jenis masakan.  Namun, warteg bukanlah sekedar tempat makan saja.  Merupakan sebuah fenomena budaya, hadir sebagai penyelamat bagi ‘dompet’ serta sumber nostalgia akan masakan rumahan bagi banyak orang di perkotaan Indonesia.

Menikmati sajian bergaya ala prasmanan yang dibandrol dengan harga yang sangat ramah di kantong, menjadikan warteg selalu dicari banyak orang. Seperti Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’ yang kerap menyajikan kuliner nikmat tiada tara dengan harga yang sangat terjangkau.

Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’, Ada Live Music Jazz-nya lho…

Mengusung konsep enak, murah & nyaman, warteg yang berada di Jalan Proklamasi Depok Timur ini, memajang puluhan jenis lauk pauk di atas piring-piring dalam etalase kaca besar.  Pemburu kuliner pun dapat dengan mudah memilih jenis makanan yang siap disantapnya.  Baik dari besarnya porsi yang diinginkan hingga kombinasi lauk yang menggiurkan, semua cepat tersaji.

Meskipun masakan warteg terkesan sederhana, namun lebih dari 30 jenis masakan tersaji untuk siap dinikmati. Ada telor balado, telor dadar, telor mata sapi, ayam goreng, opor ayam, orek tempe, ikan bandeng goreng, ikan bandeng presto, tumis usus, tumis kerang, sayur sop, tumis buncis, sambel kentang, perkedel, aneka gorengan, dan masih banyak lagi jenis makanan yang menggiurkan.

“Masakan warteg cenderung kaya bumbu, gurih dan familiar di lidah orang Indonesia. Kami menyajikan rasa masakan rumahan yang otentik dan memuaskan,” ungkap Donny, pemilik Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’.

Selain sajian diatas, Donny juga menyajikan menu khusus yang belum tentu dapat diperoleh di warteg pada umum lainnya, yaitu sate ayam khas tegal dan garang asem ayam.

Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’, Ada Live Music Jazz-nya lho…

Rasa sate ayamnya benar-benar menggugah selera.  Dengan potongan daging ayam yang dibaluri bumbu kacang sehingga menciptakan rasa manis, gurih, dan asin. Tidak lupa disajikan dengan toping irisan bawang merah, cabe dan tomat mentah, untuk menyempurnakan rasa sate ayam.

Sementara, garang asem yang disajikan pun tak kalah lezatnya.  Sajian bercita rasa pedas, asam, dan gurih ini sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat.  Sungguh, rasa pedas dari cabai merah, gurih dari santan, dan asam dari belimbing wuluh, mampu menghasilkan tabrakan yang harmonis di dalam mulut.

Live Music Jazz

Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’ bukan sekedar tempat makan.  Pada hari-hari tertentu, warteg ini menyiapkan space untuk aksi bagi mereka yang mahir dalam bermusik.  Bukan jalur music pop apalagi dangdut yang akan meramaikan suasana rumah makan ini, melainkan music jazz.

“Saya menyebutnya Warung Jazz! Ide nya simpel aja, selain tempat makan, warteg ini juga jadi tempat latihan dan bertukar ilmu para musisi jazz dan penggemar jazz.  Karena jazz musik yg banyak memberikan kebebasan improvisasi,” ujar Donny.

Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’, Ada Live Music Jazz-nya lho…

Warung Jazz ini yang juga menjadi salah satu daya tarik orang-orang makan di Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’.  Sambil menikmati sepiring nasi hangat dengan lauk pauk favorit yang menggiurkan, para pemburu kuliner juga dapat mendengarkan alunan suara merdu yang mengusung genre music jazz, menambah kenikmatan tersendiri yang tidak ditemukan di warteg mana pun juga.  Bahkan, usai makan bagi mereka yang ingin memamerkan kepiawaian bermusiknya, bisa turut andil bermain music di Warung Jazz ini.

“Warteg Kharisma Bahari ‘Mas Don’ merupakan bukti nyata, bahwa makanan enak tidak harus mahal. Ini adalah bagian vital dari lanskap kuliner Indonesia, menyediakan solusi makan yang cepat, murah, dan lezat bagi masyarakat urban, sekaligus ajang latihan dan bertukar ilmu para musisi jazz dan penggemar jazz!” tandas Donny.(*)