Berita-Mpok-Nur
Nur Asia Uno / Foto: Ist

Apa Makna Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 Bagi Nur Asia Uno, Mau Tahu?

Dalam setiap doa Mpok Nur, semoga semua yang dicurahkan melalui gerakan sosial yang ia gagas bersama sang suami, kelak menjadi nilai di mata Tuhan YME, dan secara terpisah, dari sejumlah informasi yang redaksi terima, mengakui Mpok Nur itu, katanya memiliki kerendahan hati dan menjadi teladan dalam berkarya. Berikut ulasannya.

Dalam setiap doa Mpok Nur, semoga semua yang dicurahkan melalui gerakan sosial yang ia gagas bersama sang suami, kelak menjadi nilai di mata Tuhan YME, dan secara terpisah, dari sejumlah informasi yang redaksi terima, mengakui Mpok Nur itu, katanya memiliki kerendahan hati dan menjadi teladan dalam berkarya. Berikut ulasannya.

PariwisataIndonesia.ID – Istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nur Asia Uno menyampaikan makna Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, melalui pesan tertulisnya kepada PariwisataIndonesia.ID, pada Kamis (28/10/2021).

Menurut Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang akrab disapa Mpok Nur lahir di Jakarta, Sabtu, 28 November 1970, mengungkapkan:

“Bagi saya Hari Sumpah Pemuda ini benar-benar momen perjuangan,” kata Istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia kutip dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

“Khususnya untuk perempuan penting sekali, karena sebagai pembentukan karakter pemuda, lahirnya momen-momen pemuda Indonesia disatukan, kemudian terbentuknya karakter untuk lebih mencintai bangsa, meningkatkan rasa nasionalisme, dan ingat keberhasilan bangsa ini ada di pundak pemuda Indonesia,” sambung Mpok Nur.

Lebih lanjut, katanya, karakter anak-anak muda perlu dilatih atau dibentuk sejak dini. Termasuk dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Untuk itu, wanita berzodiak Sagitarius berparas ayu dengan sorot mata yang memancarkan keteduhan ini menandaskan, “semua tak lepas dari pentingnya peran ibu dalam keluarga,” sambungnya.

Makna filosofis di balik pernyataan Mpok Nur, terungkap sejumlah pesan positif dan penuh inspiratif. Pertama, keluarga adalah pendidikan dasar bagi perkembangan anak-anak muda yang tangguh dan berkarakter.

Kedua, kuatnya karakter anak muda itu asalnya dari bagaimana orang tuanya mendidik dan mengarahkan sejak dini.

Ia menjelaskan, keluarga menjadi tempat berlindung, tempat diskusi, keluarga adalah kebanggaan, tempat kembalinya anak-anak muda untuk punya rumah, “Itu pandangan saya,” paparnya.

Sementara, menyoroti peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa, Mpok Nur menilai, “bagi saya pemuda itu adalah tonggak keberhasilan bangsa,” imbuhnya.

Mengingat, katanya, pemuda adalah pembawa perubahan. Lanjutnya, semangat pemuda, juga ikut memberikan warna bagi semua pembangunan di Indonesia. Mengulik alasannya, ia menilai, hal tersebut karena mereka berani mengikrarkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Selain itu, dinobatkan sebagai The Most Inspiring Muslimah oleh Scarf Media berkat peran sertanya yang tak pernah letih untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

PariwisataIndonesia.ID juga menanyakan, peranan pemuda saat ini dalam memajukan Indonesia. Dijawabnya, “sangat penting sekali,” ujar Ketua bidang Promosi dan Humas Dekranas.

Dijelaskannya, “pemuda itu punya tugas penting sebagai penerus tongkat estafet para pendahulunya. Jadi, saat ini yang perlu difokuskan adalah bagaimana mengisi perjuangan para pendahulunya untuk hal-hal yang positif, berkelanjutan, kreativitas ditingkatkan, dan tetap menjaga persaudaraan untuk persatuan bangsa,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Mpok Nur berharap, pemuda Indonesia diminta agar selalu tetap kreatif, optimis, dan senantiasa mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan, bulatkan tekad untuk membangun citra baik bangsa Indonesia, dan teruslah berkarya untuk memajukan negeri ini.

Simak petikan wawancara berikut ini, dijamin bikin penasaran yuk!

Baca ke halaman berikutnya
Seberapa penting peranan generasi muda dalam mengisi kemerdekaan Indonesia?