Menjadi Presiden Direktur Sekaligus CEO XL Axiata
Dian Siswarini didapuk untuk duduk menempati jabatannya sebagai Presiden Direktur sekaligus CEO PT. XL Axiata Tbk.
Hal tersebut diputuskan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa PT. XL Axiata Tbk pada tanggal 1 April 2015, Dian Siswarini terpilih sebagai Presiden Direktur sekaligus CEO PT XL Axiata Tbk menggantikan Hasnul Suhaimi.
Dapat lungsuran dari CEO sebelumnya, Dian tak merasa sungkan menuturkan kisahnya tersebut. Curhat Dian, sosok Hasnul turut berperan dalam memuluskan kariernya hingga melenting ke angkasa dengan meyakinkan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, bahwa wanita berzodiak Taurus adalah profil yang paling tepat sebagai pemimpin XL Axiata di masa depan.
Hasnul juga memberikan wejangan yang diceritakan kembali oleh Dian Siswarini, katanya pemimpin masa depan harus dibekali ketajaman intuisi dan memiliki kemampuan leadership yang kuat. Hebat dalam managerial, rendah hati, keilmuan sebagai dasar pijakan teoritis kuat, memahami bisnis telekomunikasi.

Dian kembali membilangkan dalam blognya itu, pernah meniti karir dari bawah, bekerja tidak saja di belakang meja, tapi turun langsung ke lapangan.
Sejalan dengan hal tersebut, Hasnul juga menilai Dian mampu bekerja dalam tim, walau selalu dituntut standar kerja yang di atas rata-rata, ia tak pernah mengeluh sedikitpun, benar-benar penuh dedikasi dan loyalitas tinggi. Sehingga menganggap Dian, sosok yang multitalenta. Termasuk, hebat dalam menciptakan program sebagai bagian dari rencana bisnis masa depan.
Sambung Hasnul, produk-produk yang diciptakan harus sustainable, harus punya inovasi. Tak hanya sukses dalam mengelola bisnis, tapi juga mahir dalam menjual. Pemimpin masa depan juga diharuskan menjaga pertumbuhan usaha agar terus berkembang maju dan lebih baik.
Alhasil, katanya, atas saran Hasnul, figur pemimpin masa depan dalam RUPS memutuskan secara aklamasi kepada Dian Siswarini.

Rahasia Sukses, Pemimpin mesti mengedepankan kecerdasan emosi
Wanita berbakat yang memiliki passion kuat dalam dunia telekomunikasi beberapa hari yang lalu, baru saja berulang tahun. Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan perjuangan beratnya hingga bisa sampai di titik sekarang.
Dalam penjelasan berikutnya, ia juga menuturkan potensi market global dan dalam negeri mulai memperhitungkan perseroannya terjadi pada tahun 2020, dengan kinerja yang kuat di tengah kompetisi industri telekomunikasi dan data yang terus meningkat, agar terwujud sejumlah indikator yang menunjukkan kemampuan XL Axiata dalam mempertahankan kinerja di periode tiga bulan pertama setiap tahun, bukan perkara yang mudah, malah biasanya, hal tersebut sulit untuk bisa tercapai.
“Tiga bulan pertama setiap tahun selalu menjadi periode yang berat bagi operator. Namun, momentum positif dari kinerja 2019 ditambah dengan proposisi produk yang inovatif, serta kualitas jaringan yang kuat, telah berhasil membawa kami mewujudkan kinerja yang tetap kuat dan berkelanjutan di triwulan 1 2020,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5/2020).
Kembali mengutip dari blog pribadinya, “dunia telekomunikasi adalah sebuah dunia yang menarik dibanding dunia lain karena bidang ini selalu berkembang dan dinamis. Hal itu yang membuat saya tertarik di sini,” tulis Dian.
Dikutip PariwisataIndonesia.ID, dalam keterangan resminya yang masih terpaut upaya Dian untuk membuat XL Axiata terus berkembang maju dan semakin pesat.
“Dari tahun ke tahun, kami membuat program dan kegiatan berkelanjutan sesuai dengan 4 Pilar Keberlanjutan yaitu: Keunggulan Proses, Planet & Lingkungan, Profesionalisme & Keuntungan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia & Masyarakat,” kata CEO PT XL Axiata Tbk, kutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
“Kami berusaha melakukan yang terbaik untuk program ini melalui teknologi seluler. Teknologi merupakan hal yang utama, karena beberapa program kami didukung oleh teknologi. Program ini bertujuan untuk Mengembangkan Indonesia melalui Demokratisasi Teknologi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang lain, Dian pernah pula mengatakan, pemimpin itu harus memiliki tim pemain. Diungkapkannya, seorang CEO tidak harus menunjukkan segala sesuatunya, sebab CEO sendiri juga membutuhkan dukungan dari tim.
Sebagai CEO, harus bisa menciptakan atmosfer keterbukaan, harapannya agar siapa pun tidak segan mengeluarkan pendapat dan ide-idenya.
Untuk menghadapi milenial, diakuinya ia banyak belajar dari anak sulungnya yang kini beranjak dewasa berusia 25 tahun dan sudah bekerja.
Dian menyakini, Milenial punya sudut pandang dan horizon berbeda, yang menyebut dirinya sebagai Generasi X.
Bila pemimpin lebih suka berpikir 3-4 tahun ke depan, tetapi tidak begitu dengan generasi Milenial. Sebab, mereka berpikir 3-6 bulan ke depan. Namun, sekalipun Milenial dipandang lebih kreatif, tapi di sisi lain yang juga patut perlu diperhatikan, katanya, cara berpikir mereka cenderung pendek, terkadang banyak ide-idenya tidak bisa di-follow up sampai ide itu terwujud.
Tak menampik, Dian setuju berkerja dengan kalangan anak muda. Bahkan sangat menyukai sekali, karena dia pikir, Milineral itu memiliki ide-ide yang berbeda, dengan demikian tentu akan memperkaya keputusan.
“Saya suka gaya partisipatif dan bekerja bersama, meskipun secara hierarki keputusan akhir ada di CEO,” ungkap Presdir sekaligus CEO XL Axiata kepada Warta Ekonomi, Selasa (06/3/2018).
Wawancara bergeser ke komposisi karyawan, Dian membeberkan, PT XL Axiata Tbk., memiliki prosentase sebanyak 55% karyawan merupakan generasi Milenial.
Dinamika ini, lanjutnya, menjadi suatu tantangan tersendiri. Dian harus belajar untuk menyesuaikan diri, sebagai pemimpin ‘Generasi Zaman Now’ untuk dapat merangkul generasi di bawahnya, meski sadar benar, ia sendiri Generasi X, keserasian harus selalu dijaga bersama.

Sebab, dunianya ada di sini, untuk itu dibuatlah agar lingkungan dan suasananya bisa membuat mereka nyaman bekerja. Penting sekali buat figur pemimpin, kata Dian, tidak boleh berjarak, dan kombinasinya harus tepat.
Era sekarang memang Milenial dan bisnis XL Axiata di situ berfokusnya. Milenial generasi yang ‘melek’ teknologi digital. Generasi Milenial dalam Industri 4.0 penyuka travelling dan suka upload di media sosial.
Generasi Z, fenomenanya tak bisa dilepaskan dari Gadget. Sudah jelas, sambungnya, sekarang ini eranya telah berubah jauh dari generasi dulu. Pantas rasanya, harus juga memahami bahasa-bahasa Milenial.
Dia pun merinci sejumlah istilah yang akrab di kalangan anak muda, seperti ABG (angkatan babe gua), Jelita (jelang lima puluh tahun), Maacih (Terima Kasih), dan PHP (pemberi harapan palsu).
Sehingga, suka tidak suka, kini Dian sudah mulai terbiasa bekerja bersama mereka.
Presdir PT XL Axiata Tbk., juga tercatat pernah dianugerahi penghargaan Golden Globe Tigers Award for Women Leadership, The Best CEO, selain The Most Inspiring CEO dan Asia’s Power Businesswomen.
“Penghargaan ini tentu akan menambah semangat kami untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan dan di saat yang bersamaan juga meningkatkan kualitas layanan, baik dalam menyediakan infrastruktur jaringan yang unggul, maupun menyediakan layanan-layanan yang inovatif yang mampu menjawab kebutuhan semua segmen pelanggan,” kata Presdir dan CEO PT XL Axiata Tbk., dalam pengabdiannya selama 30 tahun berkarya guna membawa kemajuan PT XL Axiata Tbk., yang dilakukannya penuh totalitas.








































Leave a Reply