Duet Orang Minang Jadi Ujung Tombang Holding Pariwisata, “Selamat Bekerja!”

Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group,Direktur Utama Holding BUMN Pariwisata Dony Oskaria,Komisaris Utama Holding BUMN Pariwisata Triawan Munaf,Media PVK Group,Media PVK Group dengan 10 Situs Pariwisata dan E Magazine,Media Resmi Pariwisata Indonesia,Menteri BUMN Erick Thohir,PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero),Website Resmi Pariwisata Indonesia
Duet Tokoh Minang, Triawan Munaf (Sisi Kanan) dan Dony Oskaria (Sisi Kiri) sebagai Pemimpin Holding BUMN Pariwisata (Ilustrasi foto kompilasi)

Jakarta, PariwisataIndonesia.ID – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk sosok yang sudah mendarah daging sebagai pegiat ekonomi kreatif, yaitu Triawan Munaf ditetapkannya sebagai Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

Hal tersebut diamini ayah dari penyanyi Sherina Munaf saat diwawancarai sejumlah media, “Ya, (pembentukan holding aviasi dan pariwisata) sudah resmi,” kata Triawan, kutip Media Pariwisata Indonesia, Selasa (5/10).

Senada dengan itu, Plt. Asisten Deputi Bidang Jasa Pariwisata dan Pendukung Kementerian BUMN Endra Gunawan mengatakan hal yang sama.

Dalam keterangan resminya, menyoroti penetapan jajaran direksi dan jajaran komisaris perusahaan pelat merah baru merupakan salah satu milestone dalam proses pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung.

“.. memiliki keahlian, kemampuan, serta pengalaman, untuk dapat membangkitkan kembali dan mengoptimalkan sektor pariwisata yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional,” kata Endra, kutip keterangan resminya di Jakarta, pada Senin (4/10) kemarin.

Mendengar kabar baik ini, redaksi mengapresiasi kebijakan Menteri BUMN, sebab sudah lama tak ada berita kelanjutannya, “Segera bertugas. Kita akan rapat akhir minggu ini,” sebut Komut PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) kepada awak media, Senin (4/10).

Redaksi mencatat, rekam jejak sepupu dari musisi Fariz Rustam Munaf lahir di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 November 1958 dan pernah menjabat sebagai komisaris utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, pada Rabu, 22 Januari 2020.

Sebelum itu, ia adalah pengusaha di bidang periklanan dengan mendirikan Euro RSCG AdWork pada 26 Desember 1989 hingga 2010.

Seiring waktu (perjalanan bisnisnya tersebut, red), Logo PDI Perjuangan berupa lambang Banteng Moncong Putih adalah salah satu hasil karyanya.

Namun, pria berzodiak Sagitarius selain anak band dan menciptakan perusahaan Euro RSCG AdWork, juga menjadi Founder and Chairman of Avocado atau PT Senopati Guntur yang didirikannya pada 2011.

Singkatnya, dari sepak terjangnya tersebut berhasil mengantarkan Triawan Munaf ke jenjang lebih tinggi lagi. Dimulai dari keterlibatannya sebagai tim sukses dan kemenangan Jokowi-JK saat pemilihan presiden tahun 2014 lalu.

Walhasil, ia diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk masuk dalam kabinet kerja menempati posisi sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif pada 26 Januari 2015 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9 P Tahun 2015.

Mengulik data pribadinya adalah putra dari pasangan Bahar Munaf dan Etty Munaf yang berasal dari Nagari Sumpur, Tanah Datar yang bersuku Minangkabau.

Lalu, siapa Dony Oskaria? Lahir di Tanjung Alam, Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat, 26 September 1969. Di dunia bisnis namanya cukup santer sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama Holding Pariwisata, berikut daftarnya:

  1. Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia
  2. Komisaris Citilink
  3. CEO Hospitality & Entertainment CT Corp
  4. Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional
  5. Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Tak cuma itu saja, Dony selama berkecimpung di PT CT Corpora atau akrab dikenal publik dengan nama CT Corp merupakan kelompok perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung, selain menjabat sebagai Managing Director Bank Mega.

Alumni Universitas Andalas, juga diminta sebagai CEO Trans Kalla Makassar, CEO AntaVaya, hingga CEO untuk Trans Studio, Trans Hotel, dan Trans Mall.

4 Prinsip Bisnis Orang Minang

Melansir dari buku Bustami Narda, berjudul “Rahasia Bisnis Orang Padang” menyebutkan, “Orang Padang ke mana-mana cari uang, bukan cari kerja”.

Bustami mengungkapkan, prinsip Orang Padang dalam menjalankan bisnis. Pertama, melangkah dari bawah dengan usaha-usaha kecil yang menuntut tidak perlu modal besar.

Kedua, fokus. Hal ini menjadi sisi umum bagi setiap wirausaha dalam membangun bisnis.

Ketiga, sepenuh hati menjalankan bisnis, “Setiap aliran darah orang Padang yang sedang berbisnis, selalu mengalir usaha yang sedang ia lakukan,” ujarnya.

Keempat, tidak ragu-ragu seperti tertuang dalam petuah bijak, “asa hilang dua terbilang, kalau tak berhasil biar nyawa berpulang.”

Dalam buku itu, Bustami juga secara terang benderang menandaskan orang Padang, tulisnya, mampu menandingi etnis Tionghoa.

“Merantau merupakan wujud dari kemauan kerasnya menjadi seorang pebisnis, menjadi seorang pengusaha,” tulis Bustami dalam bukunya.

Hal lain lagi, tulis di buku itu, fakta sejarah menunjukkan dorongan kuat orang Minang untuk merantau bisa ditemukan dari sederetan pantun, berikut redaksi rangkum kutipannya:

Kalau anda pergi ke pekan, hiu beli belanak beli, ikan Padang beli dahulu
Kalau Anda pergi berjalan (merantau), ibu cari, dunsanak (famili) cari, induk semang cari dahulu.

Kalau pandai berkain panjang, bisa lebih dari kain sarung.
Kalau pandai berinduk semang, bisa lebih dari ibu kandung.

Pantang Pulang Miskin

Kekhawatiran menjadi bahan olok-olokan saat pulang dari rantau menjadi penyemangat orang Minang untuk sukses di rantau. Kondisi ini yang terkadang membuat orang Minang lebih betah di rantau meski susah makan daripada mengadu pulang ke kampung.

“Seorang perantau Padang akan malu pulang ke kampung jika belum berhasil. Dia akan merasa khawatir dicuekin kalau pulang miskin,” tulis Bustami. Sebaliknya, pulang dengan keberhasilan akan menjadi cerita orang sekampung yang tak ada habisnya.

Istimewanya lagi, sambungnya, orang Padang saat merantau pasti pandai menyesuaikan diri dengan tempat baru, disebut Bustami ini kunci sukses lainnya kiat mereka bertahan di perantauan.

Di akhir tulisan, duet orang Minangkabau dalam memimpin holding BUMN Pariwisata dan Aviasi yang disebut InJourney, yaitu Triawan Munaf dan Dony Oskaria, redaksi tak sekedar optimis tapi keduanya memang ujung tombak yang pas dan tepat.

Sudah saatnya Indonesia menjadi negara besar yang sebagian ekonominya kukuh ditopang dan didukung sektor pariwisata. Selamat bekerja!  (eh)