Sarana Introspeksi Diri, Putu Astawa Ungkap “Upeti, Setiti, Praline”

"Baju adat Bali yang dikenakan Presiden Jokowi saat pembukaan PKB ke-43, pada 12 Juni 2021 adalah pakaian raja-raja Bali di Denpasar dan Badung. Dikenakan sang raja ketika menghadiri pertemuan-pertemuan penting, seperti terima tamu-tamu kerajaan yang diagungkan,” Kadispar Bali Putu Astawa.
Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,Pariwisata Bali,Media PVK Group,APA ITU GERING AGUNG,BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA PRESIDEN JOKOWI,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KEPALA DINAS PARIWISATA BALI I PUTU ASTAWA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENPAREKRAF SANDIAGA UNO,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,BALI DINOBATKAN DESTINASI DUNIA TERFAVORIT VERSI MEDIA PVK GROUP TAHUN 2020,BERITA DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI,I PUTUT ASTAWA,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,KADISPAR BALI PUTU ASTAWA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA BALI,PARIWISATA INDONESIA,PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) DARURAT,PPKM DARURAT,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA,berita Presiden Jokowi
Kadispar Bali I Putu Astawa / Foto Website Pariwisata Indonesia.

PariwisataIndonesia.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menjelaskan tema yang diangkat dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-43 yang dilakukan secara hybrid mulai 12 Juni hingga 10 Juli 2021.

Selain itu, Redaksi Pariwisata Indonesia memintanya kembali untuk menerangkan pernyataan yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menyebutkan:

“Warisan susastra yang mengingatkan datangnya wabah dengan cara mencegah dan beradaptasi, perlu dibuka kembali serta dikembangkan untuk mengambil pelajaran dari pandemi COVID-19 sekarang ini,” ucap Presiden dikutip Redaksi Pariwisata Indonesia, pada Minggu (13/6).

Jokowi Buka PKB ke-43 Tahun 2021, Sinyal Turis Mancanegara Mulai Lampu Hijau  <<< Sebelumnya

Pasalnya, Putu Astawa adalah salah satu tokoh penting yang berpengaruh terhadap pariwisata di Bali, juga dirinya sangat tepat untuk dimintakan penjelasan tersebut.

Dalam wawancaranya, Putu mengungkapkan pentingnya untuk memaknai kearifan lokal dari warisan leluhur dan tak boleh menjauhkan diri dari pendekatan keagamaan dengan menyebutkan tentang “Upeti, Setiti, Praline”.

“Namun, pendekatan medis dan penerapan protokol kesehatan ketat adalah deretan teratas dari sekian komponen yang mutlak dalam menghadapi wabah corona, seperti ingat pesan Ibu dengan 3-M, disiplin menerapkan 5-M, dan program CHSE maupun pelaksanaan vaksinasi,” jelas Putu melalui sambungan telepon kepada Redaksi Pariwisata Indonesia, pada Minggu, 13 Juni 2021.

Kadispar Bali menjelaskan, pandemi ini semacam sarana introspeksi diri dan meyakini filosofi kehidupan tentang pemeliharaan dan peleburan alam.

Menurutnya, siklus alam dan nilai-nilai histori yang terkandung di dalamnya saling berkaitan satu sama lain, katanya, mutlak tidak bisa dipisahkan.

“Mungkin, alam ini tengah bekerja. Kita tidak mungkin melawan alam. Nampaknya oleh sang pencipta, bumi lagi diistirahatkan,” ungkapnya.

Dia pun menyinggung soal cara kita dalam mengelola alam, “harus lebih arif dan bijaksana sehingga tak terjadi lagi bencana-bencana seperti sekarang,” tambahnya.

Harmonisasi antara alam, masyarakat, dan sang pencipta patut dijaga keseimbangannya. Masyarakat dan sang pencipta harus dijaga secara harmonis, hutan lestari, mata air terawat dengan baik, laut dan danau lestari. Sehingga, sambungnya, memberikan kesejahteraan bagi semua mahluk di muka bumi.

Terkait pada tema yang diangkat melalui PKB ke 43, yakni “Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi”, diterjemahkan jiwa yang paripurna merupakan nafas pohon kehidupan.

Putu dengan penuh kehati-hatian menjawabnya, bahwa sebagai bentuk imbauan dengan mengajak pemuliaan flora fauna dan seluruh keragaman hayati.

Kemudian, menebarkan semangat konservasi dan hidup harmoni dengan alam untuk menyembuhkan peradaban dengan cara “Gering Agung”.

Dijelaskan Putu, “Gering Agung” adalah salah satu upacara adat Hindu di Bali yang digelar khusus guna meminta perlindungan Tuhan dari pandemi COVID-19 yang disebut sebagai Gering (Bencana.Red) Agung dan masyarakat di Bali menyebutnya pagebluk (Wabah.Red).

“Inilah jalan niskala (Spiritual.Red) umat Hindu di Bali guna menyampaikan permohonan agar jagat menjadi rahayu (Damai.Red),” terangnya.

Di satu sisi, niskala adalah imbauan pemerintah yang patut untuk kita laksanakan bersama-sama. Namun, di sisi lain, Putu juga membahasakan dengan makna sederhana pengertian Gering Agung, yaitu:

“Supaya kita harmonis dengan mengaturkan suksma (Terima kasih.Red) kepada Ida Betara Ida Sanghyang Widhi Wasa. Tidak saja untuk manusia, tetapi alam semesta,” ulasnya.

Wawancara berlanjut ke baju adat Bali yang dikenakan Kepala Negara saat pembukaan PKB ke-43, pada 12 Juni 2021.

“Busana tersebut adalah pakaian raja-raja Bali di Denpasar dan Badung. Dikenakan sang raja ketika menghadiri pertemuan-pertemuan penting, seperti terima tamu-tamu kerajaan yang diagungkan,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, ia mengajak pelaku pariwisata di Bali, “Saat pandemi berakhir dan normal, Bali akan bangkit dan pulih kembali. Untuk itu, kita harus tabah menghadapi semua ini, wabah yang terjadi bukan hanya di Bali, dan Indonesia tapi masyarakat dunia turut merasakan dampaknya,” kata Putu Astawa.

Redaksi pun mencatat, Presiden Jokowi tidak bosan-bosan mengatakan bahwa pemerintah masih fokus pada upaya percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Keduanya harus berjalan beriringan dengan menjaga keseimbangan.

Bahkan Jokowi terang benderang seraya mewanti-wanti dalam pidato kenegaraan yang disiarkan melalui saluran di kanal YouTube Sekretariat Presiden saat meresmikan pagelaran PKB tersebut.

Ia menegaskan, kunci utama dari pemulihan ekonomi Bali adalah kemampuan kita dalam menangani pandemi di mana disiplin terhadap protokol kesehatan harus terus diterapkan, vaksinasi dilakukan secara cepat dan masif, serta PPKM mikro berbasis banjar dan desa adat di Bali harus diefektifkan untuk mencegah penularan virus corona lebih meluas.

Pada saat peresmian festival kesenian tahunan yang sebelumnya sempat terhenti karena tsunami COVID-19, kita patut bangga. Pasalnya, baik presiden dan menteri pariwisata sama-sama mengenakan busana lengkap adat Bali.

Hal ini, patut dicermati semua pihak sebagai sikap nasionalisme yang ditunjukan oleh tokoh berpengaruh di negeri ini. Mereka saja bangga mengenakan busana nusantara, bagaimana dengan kita? (Indah Ms/Ayu/Soet/Eh)

Selanjutnya >>> Menparekraf Sandi: Pagelaran PKB ke-43 Tahun 2021, Pemantik Pemulihan Pariwisata Bali