Jokowi: Bergotong Royong Hadapi Tantangan Ekonomi ‘Saat Ini dan Ke Depan’

confreence meeting

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Penyebaran pandemik global Covid-19 bukan hanya beresiko pada kesehatan masyarakat Indonesia.  Pandemik Covid-19 punya implikasi besar pada perekomomian dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari  semula 3% menjadi 1,5% atau mungkin lebih dari itu. Sementara target pertumbuhan ekonomi Indonesia dari proyeksi  5% dipastikan juga akan mengalami penurunan..

Tantangan ini harus dihadapi. Dan secepatnya harus dicarikan solusi. Dalam Ratas sebelumnya, khusus pembahasan bidang fiskal, Jokowi intruksikan staff dan semua jajaran yang terkait untuk refocusin dan realokasi belanja APBN dan belanja di APBD daerah.

Pagi ini, Jokowi mengingatkan kembali. Perkuat Bidang Kesehatan Covid-19; Perkuat Program Bansos dan Maksimalkan; Kepada semua Kementrian, Pemerintahan Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota Pangkas rencana belanja APBN maupun APBD yang tidak prioritas.

Lindungi Diri dari virus korona

Daya beli masyarakat betul-betul harus menjadi perhatian utama. Pastikan rakyat kecil dibantu. Anggaran yang dipangkas tadi untuk membantu rakyat kecil. Mereka yang berdampak Virus Korona harus mendapatkan perhatian khusus. Program Sosial Bansos akan memberikan dampak peningkatan konsumsi, pengkatan daya beli masyarakat. Program bantuan langsung ke masyarakat baik itu PKH(Program Keluarga Harapan), Kartu Indonesia Sehat(KIS), Kartu Indonesia Pintar(KIP), Kartu Sembako, Beras Sejahtera(Rastra) segerakan. Kemudian Kartu Pra Kerja. Semua itu, harus secepatnya dimulai. Mereka akan diberikan “Skilling”, “Up Skilling” dan “Re Skilling” mengatasi yang berkaitan PHK.

Jokowi menambahkan anggaran untuk Dana Desa. “Saya sampaikan kepada Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi Pedesaan, Menteri Dalam Negeri, Seluruh Kepala Daerah dan Kepala Desa.  Segera untuk lakukan dan realisasi pencairan Anggaran Dana Desa.” Perintah Presiden.

Terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan padat karya. Padat karya tunai dan juga kegiatan dalam membantu penanganan Covid-19 yang harus lebih diperbanyak. Intruksi Presiden Jokowi: “Saya tekankkan sekali lagi, bahwa Program Padat Karya Tunai disemua Kementrian dan Lembaga harus diperbanayak!”

Selanjutnya untuk focus dalam membantu dan memberikan insentif ekonomi bagi semua Pelaku Usaha, khususnya UMKM dan Sektor Informal. Supaaya mereka tetap dapat melakukan produksi dan tidak terjadi PHK.

Terkait bidang Moneter, perkuat Likuiditas Dalam Negeri. Lakukan pemantauan setiap saat, Sistem Keuangan dan Mitigasi Resiko secara komprehensif. Harus rinci dan detail. “Saya minta Bank Indonesia(BI), focus terus menjaga Stabilitas dan Nilai Tukar Rupiah. Inflasi harus terkendali. Percepat Ketentuan Penggunaan Rekening Rupiah di Dalam Negeri,” Presiden menegaskan secara lugas.

Kepada Otoritas Jasa Keuangan(OJK), Focuskan untuk membuat kebijakan yang mengedepankan stimulus ekonomi. Memberikan banyak kemudahan dan keringanan kelompok yang berdampak akibat pandemik Virus Korona, secara khusus adalah mereka tersebut adalah pelaku usaha UMKM maupun mereka dari Sektor Informal, secara umum. Kegiatan Stimulus Ekonomi ini untuk mendorong aktivitas Produksi terus berjalan. Dan tidak terjadi PHK. “Saya telah mendapatkan laporan. OJK telah mengeluarkan kebijakan Stimulus Ekonomi terencana bagi Debitur UMKM yang terkena dampak Covid-19. ” Ungkap Jokowi, puas.

“Kebijakan Restrukturisasi Kredit maupun Pembiyaan, itu sangat bagus sekali. Dan Saya minta Kebijakan Stimulus harus terus dilakukan  evaluasi secara periodik untuk melihat kebutuhan dilapangan.” Presiden, menambahkan.

“Saya minta penyaluran Kredit Usaha Rakyat(KUR) untuk lebih di intensifkan. Eksekusikan sebanyak-banyaknya. Dukungan dari Seluruh Asosiasi Usaha, Kelompok Profesi, Serikat Pekerja, Serikat Buruh, Himpunan Nelayan dan Petani untuk bersama-sama saling membahu dan gotong royong menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan ke depan, ” Tutup Presiden dalam Ratas Confrence Live pagi tadi.