Holding BUMN Pariwisata Coming Soon, Bos Garuda Gerak Cepat

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menjelaskan, kehadiran Holding BUMN Pariwisata ditengah pandemi menumbuhkan ekonomi positif. Dan pertumbuhan yang dibangun akan membangkitkan perekonomian Indonesia. Simak beritanya!
Beautiful Indonesia, Berita Pariwisata, Berita PT Garuda Indonesia Tbk, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Holding BUMN Pariwisata, Indonesia Tourism, Irfan Setiaputra, Media PVK, Menteri BUMN Erick Thohir, Pariwisata Indonesia, Profil Irfan Setiaputra, Situs Pariwisata Indonesia, Wonderful Indonesia, Situs Pariwisata Terfavorit, Situs Pariwisata Terbaik, Jelajah Indonesia, Lokasi terbaik buat pariwisata di Indonesia, Umi Kalsum Founder PVK
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra

PariwisataIndonesia.id – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra menjelaskan, Holding BUMN Pariwisata terbentuk bukan tanpa alasan dan ini bukan baru. Rencana tersebut melibatkan sejumlah konsultan dan sudah dalam fase yang lebih mendalam, akhir tahun diharapkan tuntas.

Dikatakan Irfan kehadiran holding memberikan dampak positif bagi Maskapai. GIAA akan mendukung frekuensi penerbangan dari dan menuju ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Perusahaan pelat merah ini juga akan menciptakan pasar, menghadirkan rute-rute baru bangkitkan pariwisata di tanah air.

“Semua ekosistem sedang dikaji Kementerian BUMN. Kami berharap sinergi ini bisa memberikan pertumbuhan lebih baik bagi perseroan,” tutur Irfan, Minggu (8/11/2020).

Sebelumnya Kementerian BUMN merilis, Garuda memegang peranan penting khususnya sektor pariwisata dan aviasi dengan jumlah pangsa pasar signifikan.

Kementerian BUMN menjelaskan apabila BUMN hanya bersinergi tanpa integrasi secara entitas, tetap menimbulkan duplikasi dan tidak terjadi kompetisi secara internal. Tentu menghambat sinergi dan kurang efektif. Kementerian tidak ingin penciptaan Holding BUMN Pariwisata malah tidak optimal.

Dalam pembentukan holding mengalami proses panjang dan terperinci, termasuk proses persetujuan internal yang relevan untuk setiap perusahaan dan telah ditinjau oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak terkait.

Soal keterpilihan perusahaan pelat merah dalam deretan holding didasarkan pada tingkat keterkaitan dengan sektor pariwisata Indonesia.

Secara terpisah, Bos Garuda berpandangan sektor aviasi dinilai sebagai sektor pendukung utama bagi pengembangan sektor pariwisata ke depan. Dengan inklusi ke dalam satu struktur, maka tata kelola pengembangan diharapkan dapat dijalankan secara optimal.

Berikutnya lagi, tambahan kolaborasi dari segenap sektor pendukung di luar Grup Holding untuk saling memperkuat. Peran induk Holding sebagai koordinator tunggal.

Irfan juga menyebutkan kehadiran Holding BUMN Pariwisata ditengah pandemi menumbuhkan ekonomi positif. Dan pertumbuhan yang dibangun akan membangkitkan perekonomian Indonesia.

Baca Juga:  Garuda Cerdik Menangkap Peluang, Inovasi GIAA Buka Rute Kargo Ekspor

Pemikiran suami dari Luthfiralda Sjahfirdi cemerlang dan momentumnya pas. Pemikiran Dirut Garuda ini sejalan dengan harapan yang didengungkan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengatakan perusahaan pelat merah tidak hanya ditugaskan untuk mencari keuntungan, namun juga diberi tugas mengabdi dengan memberikan kontribusi nyata bagi kepada kehidupan bangsa.

Irfan merupakan kelahiran Jakarta, 24 Oktober. Ia lulusan S-1 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB). Sejak lulus dari kampus tersebut, jejak karir pria sukses berzodiak Scorpio telah tercatat diberbagai perusahaaan beberapa di antaranya IBM, LinkNet, dan Cisco.

Jabatan yang didudukinya pun tidak main-main. Irfan pernah menempati kursi bos di perusahaan itu. Pada tahun 2000, Irfan pernah meraih penghargaan IBM STAR of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

Tidak hanya perusahaan swasta, Irfan pernah berkarier di BUMN sebagai dirut di PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI pada Maret 2019. Dalam perjalanan karir berikutnya, Irfan kembali ke perusahaan swasta dan pernah memimpin PT Titan Mining Indonesia sepanjang Agustus 2012-Juni 2014.

Kemudian, ia sempat sebagai CEO PT Cipta Kridatama pada Juli 2014 hingga Mei 2017. Berikutnya, Irfan didapuk sebagai COO ABM Investama Tbk PT (ABMM) pada Mei 2015 hingga Mei 2016.

Deretan prestasinya tak berhenti di situ, Irfan juga menjabat President Director & CEO Reswara Minergi Hartama pada Mei 2017 hingga Des 2017. Taranyar, Irfan menjadi CEO Sigfox Indonesia. Perusahaan itu bergerak di bidang pengelola jaringan Internet of Things (IoT) terbesar di dunia sejak Februari tahun lalu. Bagaimana?