Garuda Cerdik Menangkap Peluang, Inovasi GIAA Buka Rute Kargo Ekspor

Maskapai berpelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., dan tak terkecuali semua bisnis aviasi secara global terpukul akibat pandemi covid-19. Namun Garuda memecah kebuntuan dengan cerdik menangkap peluang, inovasi GIAA buka rute kargo ekspor. Emiten BUMN maskapai Garuda Indonesia sedang melebarkan sayap bisnis dengan menggarap penerbangan kargo untuk ekspor makanan laut. Baca ulasannya!
Direktur Utama Garuda Indonesia, Garuda Cerdik Menangkap Peluang, GIAA, Inovasi GIAA Buka Rute Kargo Ekspor, Ir Irfan Setiaputra, Media PVK, Pariwisata Indonesia, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Umi Kalsum Founder PVK
Foto: Ir. Irfan Setiaputra

PariwisataIndonesia.id – Maskapai berpelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), dan tak terkecuali semua bisnis aviasi secara global terpukul akibat pandemi covid-19. Namun Garuda memecah kebuntuan dengan cerdik menangkap peluang, inovasi GIAA buka rute kargo ekspor. Emiten BUMN maskapai Garuda Indonesia sedang melebarkan sayap bisnis dengan menggarap penerbangan kargo untuk ekspor makanan laut.

Manajemen emiten BUMN Garuda melakukan terobosan agar maskapai berlambang burung garuda terus mendatangkan pemasukan. Redaksi PariwisataIndonesia.id mengutip dari unggahan media sosial Instagram Garuda Indonesia, Minggu (24/5/2020), salah satunya disebutkan sebanyak 70 persen pesawat yang dimiliki saat ini harus diistirahatkan manajemen Garuda.

Dikutip dari Antara, Jumat (30/10/2020), Direktur Utama Garuda Indonesia Ir. Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa maskapai nasional yang dia nahkodai tengah menggarap potensi bisnis baru. GIAA membuka rute penerbangan kargo dalam mendukung ekspor produk makanan laut.

Irfan mengakui volume penerbangan penumpang belum signifikan, namun dia juga menyadari pergerakan barang terutama bahan pangan terus berjalan, bahkan terus meningkat berkat e-commerce.

Meski saat ini porsi untuk penerbangan kargo masih berkisar 20 persen daripada penerbangan penumpang, Irfan meyakini bahwa potensi ekspor salah satunya pada produk makanan laut masih sangat besar.

“Dari proporsi kargo dan penumpang saat ini masih 20 persenan, tapi saya optimis kalau ini kita seriusi, kita tekuni, mudah-mudahkan proporsinya bisa sampai di 30an persen,” ujar Irfan dikutip dari Antara, Jumat (30/10/2020).

Irfan menjelaskan bahwa Garuda kini memiliki dua rute penerbangan khusus kargo ke luar negeri, yakni Makassar-Singapura dan Manado-Narita, Jepang.

Kapasitas daya angkut untuk rute Makassar-Singapura dengan penerbangan sekali dalam sepekan, rata-rata 40 ton setiap penerbangan dengan menggunakan armada regular Airbus A330-300.

Sementara itu, layanan penerbangan khusus kargo rute Manado-Narita yang juga sekali sepekan mencapai sekitar 35 ton setiap penerbangan dengan armada Airbus A330-200.

Menurut Irfan, layanan penerbangan kargo ini akan membantu nelayan untuk mendapatkan pasar ekspor yang lebih menguntungkan dari segi harga.

Apalagi, komoditas laut segar juga sangat diminati oleh masyarakat Jepang. Selain itu, jarak tempuh dari Manado atau Makassar yang lebih dekat, akan lebih menekan biaya logistik, dibandingkan jika pengiriman dilakukan dari Jakarta.

Direktur GIAA melanjutkan jika dirinya tidak keberatan menambah pesawat guna mendukung layanan penerbangan kargo ini. Peningkatan volume pengiriman kargo ekspor secara signifikan bagus, tentu ini prospek dan Garuda harus menangkap peluang itu.

“Seminggu sekali dari waktu ke waktu sudah mulai meningkat. Kalau memang sampai di kapasitas satu pesawat dan ada kebutuhan lebih, buat saya tidak ada masalah tambah lagi satu pesawat karena ini mendorong ekspor. Ikan dan seafood itu ekspor yang sebenarnya powerfull namun terabaikan,” Direktur Utama Garuda Indonesia, Ir. Irfan Setiaputra.