Hary Darsono, Dari Rumah Menguak Dunia

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Bagi Dr Harry Darsono PhD, desainer terkenal Indonesia, fashion bukan lagi sekadar passion (gairah), tapi telah menjadi nafas bagi kehidupanya sendiri. Fashion tidak lagi dipandang dapat menghasilkan uang berlimpah dan mempercantik si pemakai, tetapi sudah pada nilai seni. Karya yang dihasilkan adalah menampilkan sketsa kehidupannya sendiri. Nilai idiologis yang tetap disetiakannya sejak remaja.

Menengok Museum Harry Darsono yang terletak di kawasan Cilandak Tengah, Jakarta, serasa melihat karya adibusana. Di sini tampak ciptaan perancang busana Harry Darsono dalam pelbagai media mulai dari kain, sepatu, keramik hingga sulaman kontemporer.
Dibutuhkan wakt
u lima tahun untuk mewujudkan mimpinya, dari sebuah sketsa yang digarapnya dalam beberapa menit ketika berusia 14 tahun. Dari luarnya terlihat bangunan berdiri kokoh bergaya Eropa.

Beberapa langkah setelah masuk kedalam, kita akan disuguhi kumpulan karya Harry Darsono sejak tahun 1970-an. Mulai dari karya adi busana ,koleksi art to wear, kostum panggung dari beberapa pergelaran yang pernah diikutinya, seperti pementasan Hamlet & Othello di Inggris, Julius Caesar di Jakarta dan lain-lainnya.Selain itu ada pula baju dan gaun pengantin dengan sulaman emas murni yang pernah dipesan oleh wanita-wanita bangsawan dunia, seperti rancangan khusus untuk Lady Diana yang dibuatnya pada 1980 dan rancangan untuk Ratu Rania, Ratu Yordania. Di dalam museum, selain baju, kamu juga dapat menikmati keindahan sketsa Harry yang ia kumpulkan. Sebut saja sketsa arsitektur, mobil, bahkan panggung.

Agak berbeda dengan museum-musem di Indonesia pada umumnya, di museum Harry Darsono, para pengunjung diperbolehkan menyentuh atau memegang benda-benda koleksinya, maupun koleksi eksklusifnya. Para pengunjung yang ingin mencoba mengenakan busana koleksinya pun diizinkan.

Selain ruang koleksi karya seni, museum ini juga dilengkapi dengan ruang sinema, perpustakaan, ruang pertemuan, dan balkon-balkon yang sangat luas. Semuanya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi soal dunia fashion, berdiskusi, dan tempat rekreasi pengunjung kala bertandang ke museum ini.

Setelah menikmati berbagai koleksi karya seni dan fasilitas lain yang sangat berkesan, pengunjung akan sampai pada puncak perjalanan menelusuri museum ini di lantai paling atas, yaitu lantai tiga. Di sana terdapat kubah, menara, dan taman di atas atap. Di lantai ini pengunjung dapat melihat para pemagang yang sibuk bekerja di dalam dan di luar ruangan. Di sini pengunjung akan disuguhi pertunjukan musik-musik klasik yang didampingi oleh beberapa penyanyi opera.

Karya-karya fashion Harry Darsono selain elegan, juga spektakuler. Hal ini didukung dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya yang luas. Pria kelahiran Surabaya, 19 Maret 1950 ini pernah studi di Ecole Des Beoux di Paris, Prancis, Fashion Marchandising & Clothing Technology di London College of Fashion, Inggris, London Film & TV Academy untuk Stage Production di London, Psychology di Christchurch College, Oxford, Inggris Phd dalam Humanistic Philosophy.

Selama 30 tahun berkarier, karya-karya Harry Darsono berhasil membuat semua orang berdecak kagum, tak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Selama ini mungkin banyak yang mengira karya-karyanya tersimpan rapi di lemari, tak tersentuh oleh sembarang orang. Nyatanya, tidak demikian. Harry mempersilakan publik menikmati koleksi masterpiece-nya.

Setiap beberapa bulan sekali koleksi rancangan di Museum Harry Darsono sengaja di rotasi untuk selalu menciptakan koleksi yang segar dan beragam.

Kamu yang ingin mengunjungi Museum Harry Darsono, dianjurkan untuk reservasi terlebih dahulu. Agar dapat menikmati koleksi rancangan Harry Darsono dengan lebih leluasa. (PI)