Pemerintah Tunda Promosi Wisata di Luar Negeri karena Wabah Corona

Wishnutama Ingin Promosikan Daya Tarik Pariwisata Indonesia lewat Turnamen Esports Promosikan pariwisata Indonesia melalui turnamen e-sport. Sumber Foto : Kemenparekraf

Pariwisata Indonesia—Hai Gaaees!

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunda sejumlah agenda promosi pariwisata ke luar negeri. Wabah virus Corona yang menyebar di berbagai negara telah mengganggu perekonomian dan dunia pariwisata. Apalagi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi.

Atas penetapan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memutuskan untuk menunda promosi wisata di luar negeri. Kemenparekraf mengutamakan pada prioritas melindungi kesehatan masyarakat di tengah wabah Corona atau Covid0-19 ini Gaaees..

Makanya Gaaees, seluruh kegiatan promosi yang ditujukan kepada wisatawan mancanegara menyusul penetapan status pandemi virus Corona oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) diputuskan untuk ditunda sementara waktu.

“Kemenparekraf menunda segala bentuk promosi wisata di luar negeri sampai wabah virus korona berakhir. Kami terus memantau dan memutuskan untuk menunda promosi dan memberikan insentif untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Sampai pandemi ini berakhir, baru kita siapkan upaya itu kembali,” kata Wishnutama.

Hal itu dilakukan, kata Menparekraf, sebagai upaya agar Pandemi ini tidak semakin menyebar di Indonesia. “Karena melindungi masyarakat Indonesia adalah prioritas tertinggi kami,” ujar Wishnutama.

Selain itu, Wishnutama juga mendukung penyampaian informasi satu pintu terkait wabah virus korona agar masyarakat termasuk wisatawan mendapatkan informasi yang akurat, utuh, dan tidak simpang siur.

“Pemerintah mempunyai pekerjaan rumah besar terkait public relation dan komunikasi yang menenangkan kepada publik agar tidak ada informasi yang simpang siur dan rawan penyebaran hoaks yang meresahkan,” katanya.

Terlebih kata Wishnutama, dunia pariwisata merupakan sektor yang sangat rentan terhadap isu, persepsi, dan informasi yang beredar. Oleh karena itu, komunikasi publik yang akurat dan satu pintu dinilainya sebagai solusi terbaik untuk kepentingan nasional.

“Covid-19 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk berbenah, agar semua pihak lebih dewasa dan rasional menyikapi kondisi ini,” katanya.

Dia mengajak masyarakat untuk semakin cerdas mengolah informasi dan tidak seketika memercayai informasi hoaks melainkan melakukan cek dan ricek. Sementara para pejabat publik disarankan memberikan pernyataan satu suara sehingga tidak membingungkan masyarakat.

Bahkan ke depan, khusus untuk isu strategis, penyataan resmi idealnya hanya melalui satu sumber yakni juru bicara atau pejabat yang ditunjuk secara resmi.

Pernyataan tersebut akan menjadi acuan semua pihak terkait sikap pemerintah secara resmi. Hal itu disebut Wishnutama akan menjadikan komunikasi ke publik berjalan secara lebih efektif.

“Semua informasi melalui jubir. Rakyat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak pernah jadi kontroversi,” katanya.

#LawanCorona #JanganPanik #JagaKesehatan

#PariwisataIndonesia #CintaIndonesia