Pemprov DKI Kembali Hadirkan Jakarnaval dengan Tema “Kekayaan Intelektual Nusantara untuk Dunia”

Pariwisata Indonesia

PARIWISATAINDONESIA.ID – Setelah dua tahun lamanya sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, Jakartaval kembali dihadirkan yang masih dalam satu rangkaian HUT Jakarta dan HUT Republik Indonesia ke-77. Digelar pada Minggu (14/8) di Jakarta International E-Prix Circuit, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta menggandeng sejumlah komunitas untuk menampilkan karya terbaik di Jakarta tahun ini.

Mulai dari pembuat mobil hias, artis Kekayaan Intelektual (IP), drama musikal, marching band, pertunjukan tari, penampilan ondel-ondel, atraksi sepatu roda, hingga penampilan gambang kromong.

Selain itu, pelaksanaan Jakarnaval juga diselenggarakan sebagai salah satu daya tarik pariwisata di DKI Jakarta yang bertujuan untuk mempromosikan maupun mensinergikan keragaman daya tarik wisata, budaya, dan kreativitas komunitas DKI Jakarta dan menggerakkan perekonomian lokal berbasis pariwisata, yang bermuara pada penciptaan peluang kerja, dan promosi produk destinasi wisata, budaya , dan ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini juga sebagai simbol dari kebangkitan industri pariwisata DKI Jakarta pascapandemi,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, Minggu (14/8).

Andhika menambahkan, tema yang diangkat pada Jakarnaval tahun ini adalah ‘Kekayaan Intelektual Nusantara untuk Dunia’.

Kekayaan intelektual yang tampil di Jakartaval tahun ini adalah karya anak-anak muda Jakarta. Yang unik adalah, mereka menampilkan Tokoh Cerita Nusantara yang dikemas secara kreatif, apik dan kekinian.

“Kita mempersembahkan kekayaan intelektual tersebut untuk dunia. Hal ini juga memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Global,” ucapnya.

Dalam Jakartaval ini, peserta parade terbagi dalam 5 klaster, yaitu:

1. Jawara Epic Adventure – Tiga Jagoan legendaris Betawi: Pitung, Jampang, dan Sabeni, disatukan dalam sebuah semesta yang mana mereka akan berpetualang bersama. Mereka bertiga disebut Tiga Jawara.

2. Guardians Of Nusantara – Mengangkat cerita kerajaan Majapahit dengan sentuhan fantasi, pengunjung diingatkan oleh semangat Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa untuk tanpa Nusantara.

3. Gundala – Jakarta adalah kota multietnis yang sangat beragam, tantangannya adalah bagaimana menjaga menjaga keseimbangan antara perbedaan yang ada. Gundala tiba sebagai seorang figur yang siap menjaga persatuan dengan menyebarkan semangat percaya akan harapan, bahwa walaupun dalam perbedaan, kota Jakarta akan tetap bersatu dengan kuat dalam sebuah kolaborasi antarbudaya dan perbedaan.

4. Chronicles Of Destiny – Penggabungan dari 3 cerita rakyat Indonesia, yaitu Keong Mas, Timun Emas, dan Bawang Merah Bawang Putih diimajinasikan dengan gaya klasik, dan mengingatkan pesan untuk selalu percaya di mana ada kesulitan pasti akan ada keindahan di akhir.

5. The Inferno Heart – Ramayana adalah kisah yang tidak pernah lekang diceritakan di tanah air, kisah ini diceritakan kembali dengan tema ‘steam-punk’ yang sangat sarat dengan ‘inovasi’.

Selain menyaksikan karnaval dengan parade mobil hias yang mengangkat cerita lokal Indonesia, setelahnya masyarakat yang hadir dapat menikmati acara hiburan di panggung utama yang akan dimeriahkan oleh Armada Band, Lyodra dan Juicy Luciy.

Untuk diketahui, Jakarnaval telah digelar sejak tahun 1999 dan merupakan sebuah parade karnaval tahunan terbesar di Jakarta yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Parade ini juga mengokohkan posisi Jakarta sebagai kota yang tidak memiliki komunitas, yang berani mengungkapkan masa depan pasca-pandemi dengan optimisme, kebersamaan, dan kreativitas, yang tentu saja selama ini telah menjadi karakter Jakarta sebagai kota maju, modern dengan warga yang pantang menyerah dalam mewujudkan mimpinya. (Ben)

× Hubungi kami