Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia-Badak Sumatera di Way Kambas bernama Rosa melahirkan bayi betina
Penghuni baru Badak Sumatera di TNWK Way Kambas (Foto: Media PI/Dok. Humas KLHK)

Kabar Gembira! Ada Penghuni Baru Badak Sumatera di Way Kambas Bernama Rosa Melahirkan Bayi Betina, Ini Fotonya!

Wiratno menyampaikan terima kasih atas kerja tim dokter hewan dan para perawat yang terus-menerus mengawasi perkembangan kebuntingan badak Rosa hingga perawatan pascapersalinan.

Berdasarkan keterangan Ketua Tim Dokter Hewan SRS TNWK drh. Zulfi Arsan, Rosa menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan sekitar pukul 09.00 WIB. Proses kelahiran selama hampir tiga jam sampai dengan bayi badak lahir.

Seluruh proses melahirkan serta kesehatan induk dan anak pascakelahiran diawasi tim dokter hewan SRS TNWK dari Yayasan Badak Indonesia (YABI), antara lain drh. Ni Made Ferawati, drh. Aprilia Widyawati, dan drh. Vidi Saputra, di bawah koordinasi drh. Zulfi Arsan.

Disebutkan pula dalam keterangan itu, persalinan Rosa hingga penanganan pascapersalinan, tim dokter hewan dibantu para perawat satwa terdiri atas Sugiyanto, Soca Adi Fatoni, dan Lamijo.

Sementara, tim dokter hewan terdiri dari drh. Dedi Candra dari Ditjen KSDAE KLHK, drh. Diah Esti Anggraini dari Rumah Sakit Gajah Balai TNWK, dan drh. Bongot Huaso Mulia dari Taman Safari Indonesia. Mereka terlibat dalam tim tindakan siaga persalinan dan perawatan pascapersalinan Rosa.

Dukungan dari masyarakat internasional juga didapatkan dengan hadirnya drh. Scott Citino dari White Oak Conservation serta perawat satwa senior Paul Reinhart dari Cincinnati Zoo, Amerika Serikat untuk membantu tim dokter hewan SRS TNWK, apabila diperlukan, seperti pada kelahiran Andatu dan Delilah.

Pakar Reproduksi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University Dr. drh. Muhammad Agil, MSc.Agr juga terlibat dalam mendukung tindakan siaga persalinan.

Berdasarkan keterangan Drh. Zulfi Arsan, selama kebuntingan badak Rosa mendapatkan pemberian tambahan hormon penguat janin hingga menjelang masa melahirkan.

Pemeriksaan kesehatan kebuntingan juga dilakukan secara rutin dengan menggunakan alat Ultrasonografi (USG), di samping itu pemberian pakan yang baik dan cukup, serta pemantauan perilaku untuk mendukung kebuntingan.

Dilansir Antara, Kepala Balai TNWK Kuswandono menjelaskan enam tahun yang lalu, SRS TNWK menjadi tempat kelahiran Delilah, badak betina adik dari Andatu.

Sebelumnya, Andatu lahir di SRS TNWK pada 23 Juni 2012. Badak Andatu merupakan badak sumatera pertama di Asia yang lahir dalam penangkaran selang 124 tahun sejak kelahiran anak badak sumatera terakhir di Calcutta Zoo, India.

Andatu lahir dari hasil perkawinan badak jantan Andalas dan induk Ratu. Badak Andatu telah berhasil mengawini badak Rosa dan berhasil bunting menunjukkan program SRS TNWK sukses menghasilkan keturunan badak sumatera.

“Suaka Rhino SRS TNWK adalah satu-satunya tempat pengembangbiakan badak sumatera secara alami dengan dukungan teknologi serta kolaborasi keahlian, baik dari dalam dan luar negeri,” ungkapnya, seperti ditulis Antaranews.com, yang diresmikan tahun 1998.

Dia menambahkan, tercipta berkat program kerja sama antara Balai TNWK KLHK dengan YABI untuk menghasilkan anak badak sumatera sebanyak-banyaknya, sesuai kondisi yang aman untuk mempertahankan keberlangsungan hidup spesies badak sumatera yang kian hari makin terancam punah. (Mr)