Erick Thohir Sebut Kebudayaan Fondasi Negara Maju

Pariwisata-Indonesia
Ilustrasi gambar – Momen pada saat Menteri BUMN Erick Thohir berserta Istri silaturahmi dengan keluarga Presiden Jokowi di Istana Tampaksiring, Bali (Foto: Media PI/Dok: HO-Kementerian BUMN)

PariwisataIndonesia.ID, Bandarlampung – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa kebudayaan daerah merupakan salah satu fondasi bagi negara maju.

“Karena kita sepakat negara maju itu tidak mungkin maju, kalau tidak ada kebudayaan yang merupakan fondasinya. Sehingga budaya asli negara kita harus dipertahankan,” ujar Erick Thohir, di Bandarlampung dilansir Antaranews, Selasa malam (10/5).

Menurut dia sebagaimana lakon pewayangan Pandawa yang menceritakan dan memberi pelajaran bahwa guna membangun sebuah negara maju harus mendapatkan dukungan dari semuanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama gubernur dan sejumlah bupati dan wali kota di Lampung telah bertemu untuk membicarakan bagaimana memajukan provinsi ini namun pondasi kebudayaan dari berbagai suku di sini tidak boleh ditinggalkan.

“Tidak mungkin kita ingin menjadi bagian yang kaya tapi tanpa akhlak akhirnya jadi kerakusan. Kita juga tidak mungkin menjadi orang yang pintar tanpa akhlak akhirnya jadi zholim,” katanya.

Karena itu, menurutnya, provinsi ini luar biasa, “saya kedatangan berbagai pihak yang ingin menyatukan kemauan agar Lampung menjadi pondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Selain kebudayaan yang harus dipertahankan, kesejahteraan para petani pun harus dipikirkan, untuk itu, Menteri BUMN pun meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Lampung agar terus mendorong “Program Makmur” yang sekarang sudah 1.100 hektare.

Menyoroti program tersebut, salah satu bentuk dari upayanya untuk memastikan hasil produksi dari para petani, yang selama ini tidak ada kepastian pembeli, kini menjadi pasti tertampung 100 persen untuk dibeli.

“Almarhum ayah saya mengajarkan yang namanya teori ekonomi itu seperti kopi. Kopinya ada, air panasnya ada, ada gulanya diaduk merata baru minum kopinya enak, sama ekonomi itu enak kalau merata dan makmur kalau ekonomi hanya netes ke orang-orang tertentu berati itu bukan ekonomi yang baik,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, BUMN akan terus mendorong apakah itu melalui Program makmur atau Program Pertashop untuk mengembalikan kesejahteraan masyarakat bukan kepada sebagian kelompok.

“Kita tidak menentang orang kaya atau perusahaan besar. Yang kita tentang bila tidak meratanya, maka BUMN hadir karena memang tugas kami mengintervensi kalau tidak ada keseimbangan,” pungkasnya.

Editor : Ni Made Jessica
Sumber : Antaranews.com