pariwisataindonesia.perayaannatal2021
Pdt Pison Sinambela sampaikan khotbah saat Perayaan Natal BNN 2021 / Foto: Tangkapan Layar YouTube Humas News BNN, Rabu (29/12)

Umat Kristiani di BNN RI Rayakan Natal 2021, Simak Khotbah Pdt Pison Sinambela

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai Kasih 1, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing,” kata Pdt. Sinambela, ia menyampaikan Firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:1.

“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna,” sambungnya, menyampaikan Firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:2.

“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku,” lanjutnya, menyampaikan Firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:3.

Setelah menyampaikan tiga Firman Tuhan tersebut, ia menegaskan, “i m nothing,” sebutnya dalam ucapan berbahasa Inggris.

Hal itu, untuk menerangkan orang Kristen hidupnya tidak akan berguna sama sekali alias tidak memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang karena tak menyertakan Kasih dan Yesus dalam menjalani kehidupan.

“Ketika kita katakan kita ini beragama Kristen tetapi tidak memiliki Kasih, kalaupun ada Kasih namun kita pilih Kasih tetap kita akan menjadi orang layaknya seperti ‘gong’ yang ‘bergemelincing’, seperti manusia yang tak berguna dan tak memberikan keuntungan baik bagi diri kita maupun orang lain,” terangnya.

“Jadi Saudaraku yang dikasihi Kristus, orang Kristen yang percaya kepada Yesus berarti orang yang hidup dalam kasih. Tak terkecuali, siapapun kita, apapun kita, termasuk Bapak/Ibu yang mengabdi sebagai alat negara bertugas untuk mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap, psikotropika, precursor. Bahkan, bahan adiktif lainnya yang telah merajalela di sana sini,” tegasnya, sambil curhat bahayanya narkoba sampai-sampai, katanya, sudah masuk ke gereja.

Menyoroti pengabdian umat Kristiani yang bertugas di BNN, satu sisi dituntut untuk tegas tanpa pandang bulu alias tidak boleh kompromi.

Di sisi lain, mesti menghadirkan damai sejahtera Allah dalam Kasih dan Yesus, “bagaimana implementasinya, khususnya kepada Bapak/Ibu yang bertugas,” tanya Pdt. Sinambela.

Pasalnya, ia memahami benar bahwa Kasih identik dengan lemah lembut, penyabar, penuh dengan kemurahan hati dan welas asih.

“Saudaraku yang dikasihi Kristus, kalau kita tinggalkan dan mengabaikan tugas. Maka, kita gagal. Saya tegaskan kembali, hidup kita dan Kasih itu terikat satu dengan lainnya. Tapi mungkin ada yang berkata, dalam dunia kerja Pak Pendeta, kita diminta professional. Kerja ya kerja, spiritual ya spiritual,” ungkapnya.

Pdt. Pison Sinambela memberikan tipsnya, yaitu kuncinya diminta agar tetap taat dan umatnya diimbau untuk mengedepankan sikap tegas petugas BNN RI sambil membalutnya dengan Kasih.

“Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain,” terangnya, Pdt. Sinambela membacakan Sabda Tuhan dalam Korintus 13:5, terkait tips tersebut.

Alasannya, karena Firman Tuhan tersebut telah menjelaskan rinci ingredient (bahan, unsur-unsur: Red) Kasih.

Menurutnya lagi, dalam versi alkitab lainnya (Alkitab Versi Raja James berbahasa Inggris: King James Version, umumnya disingkat KJV; disebut juga Authorized Version atau King James Bible), yang menterjemahkan kata tidak sopan adalah melakukan hal yang memalukan.

Sementara itu, dalam new king jamperson memastikan hal itu juga dimaknakan sebagai kata kasar.

“Biarkah Kasih yang menggerakkan ketegasan dan tanpa kompromi kita. Sehingga ketika kita menghadapi, katakanlah menangkap maka kita akan menyikapi orang tersebut sebagai saudara bukan sebagai enemy (musuh),” tipsnya, Pdt. Sinambela memberikan sikap penegasan bagi aparat BNN yang beragama Kristen saat bertindak dan ketika mengimplementasikannya di lapangan.

Ia meyakini, bahwa main core (inti utama, red)-nya dari keseluruhan program kerja di BNN RI adalah menyelamatkan jiwa-jiwa manusia Indonesia yang ditandai untuk membuat efek jera tak melulu berujung hotel prodeo.

“Terbukti dari mana, ada kok selain penjara, yaitu rehabilitasi,” pungkasnya.

Di akhir khotbah pendeta selalu percaya dan yakin, bahwa visi dan dan misi dari BNN, tentunya melandaskan niat baik untuk menyelamatkan jiwa termasuk, katanya, lewat rehabilitasi.

“Bapak/Ibu yang dikasihi Kristus biarlah pesan Natal hari ini, tidak berlalu begitu saja. Biarlah pesan Natal ini, tinggal dan tumbuh, berbuah dalam kehidupan kita sebagai apparat yang bekerja di BNN bahwa kita adalah orang Kristen yang di manapun berada Kasih itu tetap melekat dalam kehidupan kita,” tutup khotbahnya.

Sebelum mengakhiri khotbah, Pdt. Pison Sinambela berpesan kepada aparat BNN diminta untuk tetap mengedepankan Kasih. Selanjutnya, kepada pelaku agar diperlakukan sebagai saudara.

Mengingat, hal ini selaras dengan tema perayaan Natal BNN 2021, “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”.

Dikutip dari laporan yang disampaikan oleh Pimpinan Umum Media Trippers, Rachmat Kurniawan yang hadir sebagai undangan resmi untuk menyaksikan acara tersebut.

Ditegaskannya, bahwa Ketua Panitia Pelaksana Natal 2021, Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, S.Sos., M.Si., telah memastikan pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan sangat ketat, kata Rachmat, sebelum acara dimulai, setiap undangan yang mengikuti secara offiline wajib di swab antigen. (eh)