Sobat Pariwisata Indonesia, Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Artikel Pariwisata Indonesia, Pariwisata Aceh, Kesenian Tari Khas Tanah Rencong, Kesenian Tari Khas Bumi Serambi Mekkah, Media PVK Grup, PT Prima Visi Kreasindo, Tari Saman, Sejarah Tari Saman, Tari Saman Tarian yang Mendunia dan Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu
Tari Saman (Foto: Media PI/Dok: Iwan IUI/Pinterest)

Tari Saman adalah Salah Satu Tarian Tradisional Aceh yang Mendunia, Konon Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

PariwisataIndonesia.ID – Siapa yang tak kenal Tari Saman? Selain di dalam negeri, tari ini sering pula dipertunjukkan di ajang internasional. Bahkan, banyak orang di berbagai dunia yang secara sengaja ingin mempelajari Tari Saman lebih mendalam.

Apa sih keunikannya? Yuk, kita mengenal lebih jauh tentang tari yang berasal dari daratan tinggi Gayo, Aceh Tenggara ini.

Sobat Pariwisata, tidak ada catatan pasti kapan Tari Saman pertama kali dipentaskan oleh masyarakat Serambi Mekkah ini. Menurut Bahry (dkk) dalam bukunya berjudul “SAMAN”, hanya menyebutkan, tari tradisional ini sudah ada di Suku Gayo sebelum Belanda datang.

Selain itu, masih dari buku ini, Tari Saman bahkan disebut-sebut juga ada dalam catatan Marcopolo saat singgah di Kerajaan Pasai.

Meski begitu, sejauh ini, belum ada literatur yang menjelaskan secara rinci dan pasti mengenai lahirnya Tari Saman. Sebagian besar cerita tentang asal usul tari khas Tanah Rencong ini hanya diceritakan dari mulut ke mulut.

Sementara, bila menilik dari cerita orang-orang tua dulu, Tari Saman di kala itu, merupakan tari sakral yang hanya disajikan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W., dan Syekh Saman-lah, salah satu ulama Aceh, dikatakan sebagai orang yang mengembangkan Tari Saman pada abad ke-14 Masehi.

Di zaman itu, tari ini digunakan sebagai salah satu media penyebaran agama Islam juga untuk menyampaikan pesan (dakwah). Sebelum pertunjukan, biasanya akan ada seorang pemuka adat yang tampil untuk memberikan nasehat, baik berupa syair petuah ataupun pantun, kepada para penonton atau pemain. Nasehat ini biasanya disampaikan dalam Bahasa Arab dan Gayo.

Namun, di zaman sekarang, tari ini sering dipentaskan dalam berbagai festival, pagelaran seni, penyambutan tamu kehormatan, bahkan pembukaan sebuah acara seperti pada Opening Asian Games 2018 kemarin.

Salah satu keunikan Tari Saman adalah tidak adanya alat musik yang mengiringi selama pementasan. Irama pengiring murni berasal dari suara para pemain juga tepukan di tangan, dada, serta paha. Selain tepukan, gerakan menghempaskan tubuh ke berbagai arah menjadi salah satu pesona pertunjukan tari ini.

Keseragaman dan keserasian gerak tari dengan ritme yang cepat menjadi salah satu kesulitan sendiri dalam membawakan tari ini.

Oleh karena itu, para pemain Tari Saman harus disiplin melakukan latihan rutin. Konsentrasi tinggi, formasi, dan ketepatan waktu menjadi kunci untuk menghasilkan pertunjukan Tari Saman yang spektakuler.

Salah satu pihak yang sangat berperan dalam keharmonisan gerakan ini adalah pemimpin yang disebut dengan Syeikh.

Syeikh akan menjadi koreografer para Penari Saman sekaligus bertugas untuk menyanyikan syair-syair lagu saat pertunjukan.

Di zaman dulu, hanya para pria yang boleh menarikan Tari Saman, dengan jumlah kurang dari 10 orang.

Namun, seiring berkembangnya zaman, para perempuan bisa ikut andil dalam tarian ini, bahkan jumlah pemainnya bisa mencapai belasan hingga puluhan. Semakin ramai, semakin menarik pertunjukan yang dipentaskan.

Karena originalitas, keunikan, adanya nilai-nilai yang bisa diambil oleh masyarakat, serta nilai tular pada masyarakat, membuat Tari Saman ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada tahun 2011 silam.

Ini salah satu kebanggaan Indonesia, loh! Sobat Pariwisata juga bisa ikut mendukung budaya Indonesia dengan mencintai dan mensosialisasikannya pada dunia. (Nita Simamora)