Wakil Menteri Pariwisata Ingatkan Menhub, Angela Tanoesoedibjo Sebut Perkuat Jaringan Internet di Tempat Wisata

Pariwistaa-Indonesia,PARIWISATA INDONESIA,BERITA PARIWISATA INDONESIA, PRESIDEN JOKO WIDODO, BERITA PRESIDEN JOKOWI, Wishnutama Kusubandio,EDITORIAL PARIWISATA INDONESIA, 10 SITUS MEDIA PVK GROUP,10 SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA,10 SITUS WEBSITE PARIWISATA INDONESIA, BERITA PARIWISATA, MEDIA KEBUDAYAAN NUSANTARA,MEDIA LAWAN VIRUS CORONA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,MEDIA ONLINE RESMI PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,MEDIA PVK GROUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,MENGENAL SITUS SEJARAH NUSANTARA, PARIWISATA BALI BANGKIT,PARIWISATA DI BALI, PARIWISATA INDONESIA BANGKIT,PERCEPATAN PEMULIHAN PARIWISATA BALI,SITUS BUDAYA NUSANTARA, SITUS MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,SITUS PARIWISATA INDONESIA DAN UMKM,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,SITUS PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,SITUS PARIWISATA TERPERCAYA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA, UMI KALSUM FOUNDER DAN CEO PVK GRUP,WEBSITE PARIIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA DAN UMKM,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE PARIWISATA TERFAVORIT,WEBSITE PARIWISATA TERPERCAYA,WEBSITE PARIWSISATA INDONESIANTT, BALI, DESTINASI BOROBUDUR,DESTINASI SUPER PRIORITAS, INDONESIA MAJU, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wamen Angela Tanoesoedibjo
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo

Pariwisata Indonesia—Saat sekarang, Pemerintah fokus mengembangkan 5 destinasi prioritas yang dikebut pembangunannya hingga akhir 2020.

Dalam keterangan resminya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo menyampaikan, bahwa komitmen dan sinergi antar kementerian/lembaga sangat diperlukan untuk membangun pariwisata.

Terkait hal itu, Wamen Angela menegaskan bahwa pentingnya dukungan Kementerian Perhubungan terkait urusan konektivitas baik darat, luat, maupun udara.

“Kami terus bersinergi dan berkoordinasi. Sinergi yang kami jalankan antar kementerian sangat cair untuk pembangunan pariwisata ke depan. Peran Kemenhub sangat penting untuk mengintegrasikan setiap destinasi yang ada di Indonesia, khususnya di 5 destinasi pariwisata super prioritas,” Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, saat Rapat Kerja Kementerian Perhubungan Tahun 2019 beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Angela, percepatan pembangunan pariwisata yang kini menjadi sektor unggulan bukan hanya tanggung jawab dari satu kementerian saja.

Namun, merupakan tanggung jawab semua pihak sesuai Visi Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma’ruf Amin, sambungnya, melalui infrastruktur transportasi, roda ekonomi akan terus bergerak dan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

“Presiden Jokowi juga mengatakan, pembangunan infrastruktur harus dihubungkan dengan tempat-tempat wisata, agar kawasan wisata menjadi trigger pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Pada raker yang bertujuan untuk menyinkronkan Visi Presiden dan Wapres dengan program kerja Kementerian Perhubungan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan pembangunan sektor transportasi akan terfokus pada upaya mendukung pariwisata, kelancaran arus logistik, akses ke daerah Terdepan, Terluar, Terdalam, dan Perbatasan (3TP), serta Ibu Kota Negara Baru (IKN).

Menhub meminta jajarannya untuk fokus dalam perencanaan yang matang dalam menjalankan program-program Kemenhub yang telah diselaraskan dengan visi misi Presiden dan Wapres.

Kemudian, pihaknya pun sudah memastikan jajarannya untuk infrastruktur yang dibangun diminta dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Perencanaan harus matang, jangan hanya asal-asalan, kita harus sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta antara satu subsektor dengan subsektor lain, dan mempertimbangkan asas kebermanfaatan masyarakat. Jangan sampai kita telah membangun banyak sarana dan prasarana transportasi, namun masyarakat tidak menerima dampaknya. Sekali lagi, perencanaan dan koordinasi itu mutlak dilakukan,” pungkasnya.