Waspadai Fase Gelombang 3 Pandemi Covid-19 di Indonesia, Benarkah Bakal Terjadi?

Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Umi Kalsum Founder PVK dan CEO Media PVK Grup,BELITUNG TRIATHLON 2021,BELITUNG TRIATHLON 2021 BERLANGSUNG MERIAH DAN SUKSES, BUPATI BELITUNG SAHANI SALEH,DEPUTI BIDANG PRODUK WISATA DAN PENYELENGGARA KEGIATAN EDY WARDOYO, RIZKI HANDAYANI MUSTAFA,GUBERNUR KEPULAUAN BABEL ERZALDI ROSMAN DJOHAN, ISTRI GUBERNUR KEPULAUAN BABEL HJ. MELATI ERZALDI S.H.,KAPOLDA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG IRJEN POL ANANG SYARIF,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA ONLINE RESMI PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PARIWISATA INDONESIA,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GRUP,PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG,SITUS ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,SITUS PARIWISATA INDONESIA,SITUS RESMI PARIWISATA INDONESIA,WAKIL BUPATI BELITUNG ISYAK MEIROBIE,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,WEBSITE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA, Indonesia Maju, Waspadai Fase Gelombang 3 Pandemi Covid-19 di Indonesia Benarkah Bakal Terjadi?
Bintang Utara: Aku Pakai Masker Supaya Virusnya Kalah / Ilustrasi foto: Dok. Website Covid19.go.id

PariwisataIndonesia.ID – Kementerian Kesehatan (atau Kemenkes) memastikan, bahwa Indonesia belum memasuki gelombang ketiga lonjakan penyebaran Pandemi Covid-19.

Hal tersebut terkait pernyataan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sebelumnya kepada media.

Menanggapi hal itu, kata Siti, pernyataannya tak putus sampai di situ dengan melanjutkan, tidak menampik jika Indonesia tengah bersiap memasuki gelombang ketiga, bila melihat data-data penambahan kasus harian saat ini.

Curhat Siti, pernyataan dia dikutip media, malah sebaliknya, “kalau resmi pasti ada rilis resmi dari Kemenkes,” katanya kepada media, pada Selasa (1/2).

Dari data yang dirilis Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, terdapat penambahan 16.021 kasus baru virus corona pada hari Selasa (1/2/2022). Dengan penambahan itu, hingga 1 Februari 2022 ada 4.369.391 kasus Covid-19 di Indonesia.

Mengutip Tempo.co, Siti mempertegas sikapnya, yakni untuk melihat apakah Indonesia akan masuk gelombang ketiga atau tidak, tak cukup hanya berdasarkan data penambahan kasus dalam 10 hari saja.

Menurutnya, rentang waktu itu, terlalu singkat untuk menetapkan bahwa Indonesia memasuki fase gelombang ketiga.

“Tapi tentunya kita masih perlu melihat perkembangan lebih lanjut mengingat penambahan kasus baru 10 hari,” katanya, meluruskan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memperkirakan puncak kasus Covid-19 varian Omicron berpotensi menyebabkan penularan kasus yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varian Delta.

Menteri Budi mengatakan sejauh ini mayoritas pasien Omicron memiliki gejala ringan hingga tanpa gejala sehingga sebagian pasien masih bisa isolasi mandiri dan tidak begitu membebani fasilitas kesehatan.

Walaupun begitu, kata Budi, pemerintah tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi.

“Kami belum tahu berapa puncak kasus yang akan terjadi di Indonesia. Puncaknya kami prediksi akhir Februari,” pungkasnya.

Merespons kasus Omicron merangkak naik, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, juga mengajak agar masyarakat lekas divaksinasi dua dosis hingga dosis lanjutan atau booster guna memberikan proteksi tambahan, di tengah ancaman penularan varian Omicron.

“Tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas dalam praktik kehidupan sehari-hari untuk memberikan perlindungan yang optimal,” imbau Siti.

Di akhir keterangannya, dia mengakui pernah mengingatkan pelaku usaha agar melakukan lockdown atau penutupan kantor secara terbatas (sementara, red) apabila ditemukan klaster baru Covid-19. Lanjutnya, termasuk karyawan diminta tetap membatasi diri dalam berinteraksi dengan rekan kerja seperti ditulis cnnindonesia.com. (Alex)