Blusukan Menteri Sandiaga di Mandalika, Protokol CHSE dan #Gercep MotoGP

Mandalika oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas (DSP). Sandiaga Uno blusukan memastikan proyek Sirkuit MotoGP Mandalika dan Bandara LOP berjalan tepat waktu dan sudah sesuai arahan Presiden, yang sekaligus mengecek langsung penerapan protokol CHSE.

PariwisataIndonesia.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang disambut oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Kehadirannya terkait infrastruktur Mandalika adalah pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika dan Bandara Zainuddin Abdul Madjid (LOP).

Baca juga :  Menteri Sandiaga dan Menko Luhut Rembukan, Bahas Pariwisata Indonesia

Sebelumnya, Mandalika oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas (DSP). Dalam blusukan, Sandiaga Uno memastikan proyek tersebut berjalan tepat waktu dan sudah sesuai arahan Presiden, yang sekaligus mengecek langsung penerapan protokol CHSE.

Baca juga :  Profil: PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC

Baca juga :  Mandalika Wisata Kelas Dunia, Event MotoGP Dipromosikan ke Dubai
Baca juga :  Pariwisata Indonesia Diperkenalkan dalam Forum Industri Penerbangan di Australia

Dikatakannya, protokol kesehatan sangat perlu untuk diperhatikan dan diterapkan secara baik di Bandara LOP. Sandiaga memastikan keseriusan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam penerapan protokol kesehatan CHSE atau K4, yakni: Cleanliness (Kebersihan); Health (Kesehatan); Safety (Keamanan); dan Environmental Sustainability (Keberlangsungan Lingkungan).

“Kedatangan ke NTB guna memastikan penerapan protokol kesehatan telah dijalankan dengan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemudian meninjau progres bandara yang diperuntukan menyambut perhelatan MotoGP yang pengembangannya sudah on the track mencapai 90 persen,” dikutip dari pesan tertulis Kemenparekraf yang diterima redaksi Pariwisata Indonesia, Sabtu (16/1).

Dari catatan yang dihimpun oleh redaksi Pariwisata Indonesia, pembangunan perluasan terminal mencapai 43.501 m2, dan menteri yang dijuluki papa online ini mengatakan, perluasan diharapkan menampung 7 juta penumpang per tahun dari kapasitas penumpang sebelumnya sebanyak 3,5 juta per tahun. Ia menjelaskan, banyaknya penerbangan langsung, dapat meningkatkan geliat sektor parekraf.

“Bandara Lombok ini tetap menjadi bandara internasional karena pariwisata dan ekonomi kreatif akan sangat bertumbuh dengan adanya penerbangan langsung. Didukung Big Data, kita bisa melihat minat wisatawan yang berkunjung ke NTB tidak hanya di sekitar Mandalika saja namun juga tersebar di Rinjani, Senggigi hingga Sumbawa,” katanya.

Perluasan pembangunan Bandara LOP ditargetkan selesai Februari bulan depan. Di tahun ini, Indonesia akan menggelar 5 event berskala internasional mulai dari MotoGP, Superbike, Iron Man, L’etape Indonesia. (Ayu/Kusmanto)

Foto Headline : Ilustrasi berupa kolase foto bersumber dari situs ITDC dan medsos Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno