Sumatera Selatan adalah sebuah provinsi yang berada di Pulau Sumatera, beribukotakan Palembang. Menurut situs Wikipedia, provinsi ini memiliki luas 91.592,43 km², dengan populasi sekitar 8.391.489 jiwa (2018). Letaknya diapit oleh Provinsi Jambi dan Lampung.
Selain itu, Provinsi ini menjadi bukti dan saksi bisu Kejayaan Kerajaan Swiwija di masa lampau, makanya tidak heran jika provinsi Sumsel sangat identik dengan budaya dan kesenian masa Lampau, termasuklah Tarian Khas Sumatera Selatan yang tetap ada hingga kini. Berikut dirangkum dari berbagai sumber:
1. Tari Silampari
Yang pertama bernama Tari Silampari. Nama tarian ini diambil dari 2 suku kata asal Palembang, yakni Silam berarti Hilang, dan Pari berarti Peri / Bidadari. Nah, nama ini terinspirasi dari dongeng rakyat Sumsel tentang kisah Dayang Torek dan Bujang Penulup.
Simpel saja, makna tari Silampari bercerita tentang kisah seorang wanita yang menjelma menjadi Peri, kemudian menghilag. Akhirnya terciptalah tarian ini dengan mengangkat nama tersebut. Menurut kabar, tarian ini sudah ada sejak zaman sebelum Indonesia merdeka.
Tarian ini pertama kali ditampilkan adalah pada acara pembuatan Watervang, yakni saat pembuatan Bendungan buatan kolonial Belanda di daerah Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
2. Tari Penguton
Tari Tradisional Sumatera Selatan selanjutnya bernama Tari Penguton. Pada awal kemunculannya, tarian ini dipergunakan dalam acara penyambutan tamu-tamu besar negara yang berkunjung ke Sumatera Selatan, di masa sebelum kemerdekaan.
Tarian ini berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Usia dari tari inipun sendiri sudah cukup tua, bahkan digadang-gadang sebagai cikal bakal lahirnya Tari Sekapur Sirih Sumsel, yaitu lahirnya tari “Gending Sriwijaya”, dan pernyataan ini telah diakui oleh Pemprov Sumsel.
3. Tari Bujang Gadis Beladas
Tarian asal Sumsel berikutnya bernama Tari Bujang Gadis Beladas. Masih berasal dari daerah Ogan Komering Ilir, tarian ini umumnya dimainkan oleh 7 orang campuran pria dan wanita, dengan mengenakan pakaian adat Sumatera Selatan yang modern dan telah dimodifikasi.
Ini adalah salah satu contoh Tari Kreasi. Alat musik yang digunakan mengkombinasikan antara alat tradisional dan modern. Untuk alat musik tradisional, contohnya adalah jimbe, kendang dan akordian.
Tari Bujang Gadis Beladas melambangkan keceriaan dan kebahagiaan para kaum pria dan wanita. Kamu akan sering menyaksikan pementasan tarian ini pada berbagai event, seperti syukuran / hajatan, resepsi pernikahan dan acara-acara lainnya.









































Leave a Reply