Halo, Pecinta Wisata Sejarah!
Ngobrolin tentang Maluku tentunya enggak lepas dari sejarah perebutan berbagai bangsa akan Pulau Rempah ini. Dari Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris, hingga pertempuran sengit pada Perang Dunia II yang antara Jepang dan Sekutu, khususnya Amerika Serikat dan Australia. Bukti-bukti sejarah itu masih bisa lo temuin di Pulau Manise ini, loh. Salah satunya Benteng Belgica.
Terletak di Desa Nusantara, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, destinasi Pariwisata Indonesia ini menjadi salah satu incaran para wisatawan baik lokal maupun asing. Bukan hanya karena menyuguhkan jejak-jejak sejarah tapi juga karena kemegahannya yang seolah-olah tidak lekang disapu zaman.
Salah satu keunikan Benteng Belgica bisa dilihat dari desainnya yang berbentuk segi lima. Jika dilihat dari udara, bangunan ini terlihat seperti bintang persegi. Desain yang sama juga digunakan untuk membangun Gedung Pentagon di Washington, Dc, Amerika Serikat, 300 tahun setelahnya. Makanya banyak yang menjuluki Benteng Belgica sebagai ‘The Indonesia Pentagon’.
Karena berada di perbukitan Tabaleku, maka lo harus menaiki sekitar 50 anak tangga untuk mencapai Benteng Belgica. Meski tidak mudah, lelah lo bakal terbayar dengan kemegahan dan pemandangan indah dari atas benteng yang ada di ketinggian 30 mdpl ini.
Menelan biaya pembangunan yang cukup besar, Benteng Belgica mampu menampung hingga 400 serdadu lengkap dengan senjata dan meriam. Benteng ini sebenarnya terdiri dari dua bangunan segi lima yang dibangun dengan material balok kayu yang disusun teratur, lalu menggunakan lapisan kapur untuk merekatkan dan memplesternya.
Pada bangunan pertama, lo akan menemukan pelataran yang luas dengan rata-rata panjang setiap sisi yaitu 40 meter serta tinggi 5,4 meter. Meski tidak memiliki ruangan, bangunan pertama dilengkapi dengan bastion (area menjorok keluar) seluas 16×15 meter yang dibangun di setiap sisinya.
Jika bangunan pertama memiliki bastion di tiap sudutnya, maka bangunan kedua dilengkapi dengan menara pengawas setinggi tinggi 13,8 meter. Selain itu, di bangunan kedua ini lo bisa menjumpai ruangan-ruangan dengan langit-langit melengkung dan dihubungkan oleh pintu menuju area terbuka di tengah. Ruangan yang berjumlah 18 ini memiliki beragam ukuran, dari 8,5 x 3,5 meter hingga 6,5 x 3,5 meter. Pada masanya, ruangan ini digunakan sebagai tempat istirahat dan tempat penyimpanan amunisi.

Di area terbuka yang ada di banguan kedua, lo bisa menemukan dua buah sumur. Menurut cerita sumur tersebut digunakan untuk menampung persediaan air minum bagi tentara yang ada di Benteng Belgica. Namun menurut sumber yang lain, konon kedua sumur tersebut merupakan terowongan yang menghubungkan Benteng Belgica dengan Pelabuhan dan Benteng Nassau yang terletak di tepi pantai.
Selain kemegahan bangunan, pemandangan dari atas benteng juga enggak boleh lo lewatkan. Di sini lo bisa mendapatkan landscape seperti yang ada di pecahan uang seribu cetakan tahun 2017, dimana terdapat Benteng Belgica dengan Gunung Api Banda dan Laut Banda sebagai background-nya.
Menurut gue, sore hari adalah waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke benteng ini karena cuaca tidak terlalu terik. Selain itu, lo bisa menyaksikan matahari terbenam di balik Gunung Api Banda yang menjulang kokoh. Jangan lupa abadikan moment ini, ya Gaes ya.
Oh ya, Gaes. Menurut sejarah, Benteng Belgica pertama kali dibangun oleh Bangsa Portugis pada abad ke-16 Masehi. Nenek moyang pesepak bola Christiano Ronaldo ini menjadikan Benteng Belgica sebagai pusat pertahanan mereka.
Ketika mengambil alih Kepulauan Maluku atau tepatnya pada tanggal 4 September 1611, atas perintah Jenderal VOC Pieter Both, Benteng Belgica dibangun kembali. Selain untuk memantau lalu lintas kapal dagang yang masuk ke Banda, benteng ini dijadikan sebagai pertahanan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC. Fyi, pada masa tersebut pala merupakan salah satu rempah yang sangat berharga dengan nilai jual yang setara dengan emas, loh.
Maka bagi rakyat Banda, Benteng Belgica merupakan saksi bisu bagaimana para pejuang menentang penjajahan atas negeri yang kaya ini. Pada tahun 2015, Benteng Belgica ditetapkan sebagai Cagar Budaya Indonesia.
Saat berlibur ke Maluku, jangan lupa mampir di destinasi Pariwisata Indonesia yang satu ini, ya Gaes ya. Nikmati kemegahan dan keindahan dari pucuk Benteng Belgica, saksi bisu perjuangan rakyat Banda.
Pewarta: Anita Basudewi Simamora
COPYRIGHT © PI 2022





































Leave a Reply