Angkasa Pura I: Holding BUMN Pariwisata “Lanjut”

Pembahasan pembentukan Holding BUMN Pariwisata tetap lanjut, hal ini terungkap dari pernyataan PT Angkasa Pura I (Persero) melalui juru bicara VP Corsec AP I Handy Heryudhitiawan, pada Senin(9/11). Simak beritanya.
Berita Kemenparekraf, Berita kepada Menteri Pariwisata, Berita Pariwisata, CEO PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Holding BUMN Pariwisata, Indonesia Tourism, Media Pariwisata, Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Joko Widodo, Situs Pariwisata, VP Corsec AP I Handy Heryudhitiawan, Website Pariwisata Indonesia, Pariwisata di Indonesia, Warta Wisata, Indonesia Traveler, Pariwisata Bangkit
Permintaan Presiden Joko Widodo membentuk holding BUMN aviasi dan pariwisata

PariwisataIndonesia.id – Kementerian BUMN tetap menyakinkan kepada PT Angkasa Pura I (Persero) dan maskapai pelat merah serta keterpilihan anak perusahaan berada dalam Holding Pariwisata. Mereka akan saling mengguatkan bisnis dan sinergitas. Pembahasan pembentukan Holding BUMN Pariwisata tetap lanjut, hal ini terungkap dari pernyataan PT Angkasa Pura I (Persero) melalui juru bicara VP Corsec AP I Handy Heryudhitiawan, pada Senin(9/11).

Juru bicara Angkasa, VP Corsec AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan, pembentukan holding BUMN tetap berlanjut. Menurutnya kebijakan Kementerian BUMN dapat menumbuhkan ekonomi positif dan perseroan pun memperoleh manfaat. Alasan lain persero selaku pengelola bandara menurut juru bicara, operational cost lebih efisiensi.

“Masih berlanjut rencana holding ini. Kami optimistis, dengan holding akan meningkatkan kinerja. Hal ini karena holding akan membuka peluang secara operasional juga dapat dilaksanakan efisiensi,” tutur Handy, Senin (9/11).

Sehari sebelumnya, secara terpisah Bos Garuda Indonesia meyakinkan, pembentukan Holding BUMN Pariwisata terbentuk bukan tanpa alasan dan ini bukan baru. Rencana tersebut sudah dalam fase yang lebih mendalam, akhir tahun diharapkan tuntas. Pembentukan holding mengalami proses panjang dan terperinci, termasuk proses persetujuan internal yang relevan untuk setiap perusahaan. Ia pun menambahkan telah ditinjau oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak terkait serta melibatkan sejumlah konsultan.

Baca Juga: Holding BUMN Pariwisata Coming Soon, Bos Garuda Gerak Cepat

“Semua ekosistem sedang dikaji Kementerian BUMN. Kami berharap sinergi ini bisa memberikan pertumbuhan lebih baik bagi perseroan,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra, Minggu (8/11/2020).

Sebelumnya juga, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan berdasarkan arahan kementerian BUMN, saat ini masing-masing pihak yang terlibat dalam holding membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur hingga perencanaan sinergi rute bersama dengan maskapai dan operator bandara.

Lanjut Faik, akan ada gugus tugas untuk menciptakan tingkat permintaan. Tim ini bertugas diantaranya melakukan inisiatif yang dapat dilakukan holding bersinergi dengan lembaga pemerintah lain untuk pemulihan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Dan hasilnya ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja ritel, bandara dan pariwisata Indonesia.

Baca Juga:  Holding BUMN Pariwisata Bawa Angin Segar, Sarinah Ambil Ancang-ancang

Dalam rilis itu, Bos Angkasa Pura memantapkan jika Holding BUMN Pariwisata berjalan ekonomi akan bertumbuh dan mendorong pariwisata di tanah air. Sinergi dalam Holding BUMN Pariwisata dapat membangkitkan perekonomian Indonesia.

“Angkasa Pura I turut mendukung pembentukan Holding Pariwisata dan Pendukung ini dengan berperan aktif pada setiap proses perencanaan pembentukan holding hingga ke proses pembuatan strategi pengembangan bisnis holding seperti perencanaan sinergi rute bersama antara maskapai  dengan operator bandara dan penciptaan permintaan pasar pariwisata,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, dalam keterangan resminya, Senin (2/11).

Pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan mitra pendukung holding selaras dengan lima program prioritas atau lima tujuan strategis Kementerian BUMN. Sudah tentu sejalan pula dengan 3 arahan Kepala Negara dimana Presiden meminta tetap semangat berkarya walau negara dalam keadaan pandemik.