Bekas Tambang Group Bakrie di Kaltim Disulap Jadi Kawasan Ekowisata

Telaga Batu Arang (TBA) adalah unit bisnis PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang memiliki luas lahan 270 Ha, berikut telaga seluas 12,43 Ha. TBA diresmikan pada 22 April 2012 saat bertepatan Hari Bumi. Reklamasi eks kawasan pertambangan kantongi izin SK Bupati Kutai Timur. Simak beritanya.
Bekas Tambang Group Bakrie di Kaltim Disulap Jadi Kawasan Ekowisata, Warta Wisata, Berita Pariwisata, Media Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia, Warta Wisata, Situs Pariwisata, Berita Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia, Website Pariwisata, Situs Pariwisata Indonesia, Situs Pariwisata, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Telaga Batu Arang (TBA), Indonesia Tourism Investment, Pariwisata di Indonesia, Media PVK, Umi Kalsum Founder Media PVK
Bekas Tambang Group Bakrie di Kaltim Disulap Jadi Kawasan Ekowisata (Foto: img.antvklik.com)

PariwisataIndonesia.id – Dikutip dari laman wartaekonomi.co.id, pada(16/11) dijelaskan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berupaya dan kerja keras yang telah dilakukan Perseroan dalam bidang pengelolaan lingkungan, konservasi, serta pelestarian keanekaragaman hayati melaui rangkaian program-progam ESG untuk mencapai target-target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

Salah satu nya adalah dengan melakukan reklamasi pada bekas kawasan pertambangan milik salah satu unit usaha BUMI, yaitu KPC, di Sangatta, Kalimantan Timur. Kawasan yang diberi nama Telaga Batu Arang (TBA) ini memiliki luas 270 Ha, termasuk telaga seluas 12,43 Ha yang memiliki kedalaman kurang lebih 35 meter.

Baca Juga:  Investasi Hijau Wujudkan Papua dan Papua Barat Jadi Destinasi Ekowisata Kelas Dunia

Penetapan nama Telaga Batu Arang diresmikan pada 22 April 2012 bertepatan dengan Hari Bumi, dan peresmiannya saat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dan Alm H. Bastar yang merupakan tokoh masyarakat setempat. Kemudian TBA ditetapkan menjadi salah satu objek wisata oleh Pemerintah berdasarkan SK Bupati Kutai Timur Nomor : 430/K.243/2013 tanggal 1 April 2013.

TBA direklamasi menjadi kawasan wisata ecotourism yang di desain sebagai taman wisata dengan fitur edukatif, dan pengelolaannya berbasis komunitas/masyarat sehingga dapat menjadi penyangga ekonomi masyarakat sekitar.

Bekas Tambang Group Bakrie di Kaltim Disulap Jadi Kawasan Ekowisata, Warta Wisata, Berita Pariwisata, Media Pariwisata, Website Pariwisata Indonesia
TBA Bekas Tambang di Kaltim Disulap Jadi Kawasan Ekowisata (Foto: img.antvklik.com)

Selain telaga yang menjadi fitur utama daya tarik wisata TBA, beberapa area/klaster yang dapat dikunjungi adalah Bukit Pandang, disini pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan indah ke berbagai arah seperti Taman Nasional Kutai (TNK), Sungai Sangatta, tambang KPC, dan keindahan danau.

Selain memberikan manfaat untuk keseimbangan ekosistem, area TBA juga menyediakan klaster-klaster yang bermanfaat untuk wisata dan edukasi, yang masih terus dibangun dan dikembangan sebagai bagian dari realisasi Rencana Pascatambang KPC. TBA juga terbuka bagi semua pihak yang bermaksud untuk melakukan penelitian, maupun kuliah di alam terbuka.

Baca Juga:  Sekali Dayung Lima Pulau Terlampaui

Meskipun saat ini pemanfataan area TBA masih terbatas pada kegiatan Perseroan dan tamu resmi Perseroan, namun unit usaha Perseoran, KPC, masih terus mengembangkan pembangunan infrastuktur TBA sehingga wilayah ini bukan hanya dapat menjadi obyek wisata yang dapat dinikmati masyarakat, tapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kutai Timur.

Dengan adanya kawasan TBA ini, Perseroan berharap dapat menginspirasi perusahaan tambang lain untuk memanfaatkan kawasan bekas tambang, sehingga meminimalisir kerusakan lingkungkan akibat penambangan batu bara

Artikel ini telah tayang di laman wartaekonomi.co.id, pada Senin(16/11), dari judul aslinya, “Unit Usaha Gurita Bakrie Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Kawasan Ekowisata” silakan menuju link berikut Klik disini.