Bersatu Melawan Corona

Pariwisata Indonesia
Bersatu Melawan Corona (Ilustrasi foto: Media PI/Sumber: Li Min/China Daily)

PariwisataIndonesia.ID – Pagi ini artikel akan menyoroti soal rasa dan empati, PariwisataIndonesia.ID merasa perlu memberikan pesan untuk mengingatkan kita semua mari Bersatu Melawan Corona. Sebab, pandemi Covid-19 sungguh akan mempengaruhi perekonomian secara luar biasa ke depannya bila tak lekas ditangani dengan baik.

Lebih jauh, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang jatuh pada jurang terdalam. Alhasil, memberikan konsekuensi pada perekonomian yang langsung merosot sangat tajam. Bila demikian adanya, maka sektor Pariwisata Indonesia untuk lekas bangkit bak pepatah jauh panggang dari api. Menilik kasus pertama diumumkan pada awal Maret lalu, Indonesia masih terus berjuang dalam memerangi dan menurunkan angka infeksi Covid-19.

Dalam pesan yang hendak disampaikan bukan untuk saling menyakiti, atau malah mungkin merasa paling benar sendiri, juga tak ingin melukai, menyudutkan dan merendahkan, apalagi untuk menjatuhkan seseorang. No!

Semua elemen Anak Bangsa bersatulah, mari disiplin dalam melaksanakan imbauan pemerintah untuk melakukan Social Distancing, Bekerja dari rumah.

Belajar di rumah. Beribadah di rumah. Jaga Kesehatan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih lepas beraktivitas. Mari bahu membahu dan jangan berdiam diri.

Mari bergotong royong. Mari peduli sesama. Mari saling tolong menolong. Mereka yang mampu, bantu yang kekurangan.

Mari mencintai negeri ini yang dulu susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan sampai harus menghilangkan nyawa, keluarga, tahta, jabatan dan darah.

Sementara hadirnya kita hari ini sebagai yang mewarisi, diminta untuk angkat semangat dalam disiplin. Jangan kasih kendor, jadikan negara Indonesia menjadi Bangsa yang kuat. Bangsa yang merdeka sebenar-benarnya. Kokoh, besar dan disegani bangsa-bangsa di dunia menuju Indonesia yang terhormat.

Saat ini rasa kepedulian, kebersamaan dan persatuan rakyat Indonesia, rasa-rasanya mulai terkoyak, rapuh bahkan mulai agak tercabik-cabik. Kenyataan pahit ini mulai dirasakan saat sekarang.

Ada korban pandemi covid-19 yang dikubur di pemakaman umum ditolak warga. Ada paramedis yang gugur saat bertugas saat dimakamkan ditolak warga. Ada pasien yang berbohong akibatkan paramedis terpapar covid-19 mengaku penyakit biasa. Ada tokoh masyarakat menyunat bantuan untuk warganya yang terdampak.

Sabat Pariwisata! Rakyat mulai kelaparan, karena PHK di mana-mana dan korban dampak pandemi covid-19 kian hari terus makin berjatuhan.

Membagikan sembako, paket stimulus berupa bantuan uang antre mirip pengemis. Menyaksikan penanganan korban covid-19 yang sedang dirawat, kita pun juga miris melihatnya.

Apakah benar, kepedulian sosial dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa saat sekarang memang seperti ini yang diharapkan para Pahlawan?

Wahai Sobat Pariwisata! Bangsa ini kaya akan alamnya, Indonesia memesonakan dan memikat siapapun. Dari ujung Sabang sampai Merauke membentang begitu luasnya, juga cantik dan indah.

Satu hal pula, Indonesia juga menjadi salah satu negara terbesar yang masyarakatnya terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya dan ekonomi dan lainnya yang serba berbeda-beda. Namun, meski berbeda-beda, tetap bisa saling menjaga serta menghormati perbedaan tersebut, yang dirajut dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Bertahan dalam ketidakpastian hanyalah harapan semu yang mengikis hati dalam penantian, itulah alasan mengapa Tuhan YME menciptakan harapan. Tapi Allah SWT juga melarang kepada kita untuk bercerai-berai, terlebih lagi menzalimi atau berbuat aniaya kepada sesama manusia. Sebab, hal itu juga merupakan perbuatan yang dibenci Tuhan YME.

Di mana Pancasila itu ?

Apakah Sila yang ada di Pancasila semua sudah kita resapi?

Sebagai pengingat, PariwisataIndonesia.ID ingin menyematkan kembali untuk diperdengarkan terkait Lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA dari konten kreatif Bung Arto di YouTube pribadinya, mohon resapi lagu ini sampai tuntas.

Bila sudah, yuk kembali menghayati text Lagu Kebangsaan INDONESIA RAYA, sudahkah dibaca berulang-ulang?

Indonesia
Tanah Air ku
Tanah Tumpah Darah ku
Di sana lah aku berdiri
Jadi pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaan ku
Bangsa dan Tanah Air ku
Marilah kita berseru:
Indonesia bersatu!
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku Rakyatku
Semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Tanah ku Negeriku
Yang ku cinta
Indonesia Raya
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah
Indonesia Raya

Satu video bagus, yang juga rasanya pas untuk memantik jiwa-jiwa nasionalisme yang ada pada diri kita semua. Sudah tentu upaya ini untuk mengetuk hati mereka yang mengedepanlan sikap egosentris, dan merasa benar sendiri.

Mohon, pupuklah rasa kebersamaan, persaudaraan, rasa kemanusiaan sesama anak bangsa. Semoga dari tontonan yang penuh tuntunan ini dapat mengetuk sanubari kita semua. Berikut isi Pidato Bung Karno terkait Lahirnya Pancasila.

Satu konten kreatif dari Mba Nana dan Liputan KompasTV untuk diselipkan sebagai dua penutup video.

Selepas tiga tayangan video ini, sejatinya semua pihak dapat bersatu padu. kita pasti bisa melawan wabah ini secara bersama-sama. Ayo, Bersatu Melawan Corona.

Rakyat Indonesia pasti bisa melewati pandemi ini, negeri ini harus lekas kembali normal!

Jangan lagi ada kepentingan. Jangan lagi terselip aji mumpung, bertoubatlah bila nyata-nyata atas wabah corona memakan darah Saudaramu. Kembalilah pada jalan yang benar, Ibu Pertiwi sedang memanggil-manggil.

Tunjukan semangat juang dalam membangun Bangsa Indonesia ini ke depan, berbuatlah dari tempat berpijak. Dimulai dari rumah, lingkungan sekitar rumah dan seterusnya.

Jangan serahkan semua urusan pada Pemerintah. Semua mesti turun membantu dan saling menolong!

Terima kasih paramedis dan tenaga kesehatan, kalian adalah pejuang di garda terdepan. Pahlawan kita semua!

Atas semangat Kebangsaan dan Jiwa Pancasila.

Saatnya siapapun dia, mari berkorban demi Ibu Pertiwi.

Selamatkan Bangsa dan tolong rakyat Indonesia. Hentikan korban berikutnya, ayo cegah bersama.

Sarat utamanya, serentak harus bersatu padu melawan corona ini.

× Hubungi kami