Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Presiden Joko Widodo, Curhat Guru Padang kepada Jokowi, Sumatera Barat Dapat Perhatian Presiden, Guru Matematika di Sumatera Barat Curhat, Jaga Semangat Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi,Jokowi Video Call dengan Guru Matematika,Kepedulian Presiden Jokowi kepada Sumatera Barat, Jokowi Video Call dengan Bu Rika,Jokowi Berpesan pada Guru Matematika, media pvk group, Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group, Rika Susi Waty
Presiden Joko Widodo melakukan panggilan video dengan guru SMPN 7 Padang. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Curhat Guru Padang kepada Jokowi, Sumbar Dapat Perhatian Presiden

Sekelumit kisah perjuangan Guru yang mengajar di tengah pandemi, salah satunya curhat Rika Susi Waty yang mengajar di SMP Negeri 7 Padang, “kadang mau nangis Pak", curhatnya kepada Presiden Jokowi.

Sekelumit kisah perjuangan Guru yang mengajar di tengah pandemi, salah satunya curhat Rika Susi Waty yang mengajar di SMP Negeri 7 Padang, “kadang mau nangis Pak", curhatnya kepada Presiden Jokowi.

PariwisataIndonesia.id – Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Padang, Sumatera Barat bernama Rika Susi Waty ‘curhat’ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), percakapannya diduga melalui video call WhatsApp.

Dilansir dari keterangan resminya, perbincangan tersebut terkait dalam proses belajar mengajar secara online di masa pandemi COVID-19.

Di kesempatan itu, Kepala Negara menanyakan kepada Guru matematika ini, apakah semua murid memiliki telepon genggam, dan bagaimana mengatasinya?

Pariwisata Indonesia, Berita Pariwisata Indonesia, Presiden Joko Widodo, Curhat Guru Padang kepada Jokowi, Sumatera Barat Dapat Perhatian Presiden, Guru Matematika di Sumatera Barat Curhat, Jaga Semangat Belajar dan Mengajar di Masa Pandemi,Jokowi Video Call dengan Guru Matematika,Kepedulian Presiden Jokowi kepada Sumatera Barat, Jokowi Video Call dengan Bu Rika,Jokowi Berpesan pada Guru Matematika, media pvk group, Umi Kalsum Founder dan CEO Media PVK Group, Rika Susi Waty
Presiden Joko Widodo melakukan panggilan video dengan guru SMPN 7 Padang. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Guru itu menjawab singkat, bahwa tidak semua muridnya memiliki telepon genggam. Bagi yang tidak memilikinya, Rika mengaku mengunjungi muridnya ke rumah.

“Kebetulan kita data betul anaknya, terus kita cek anaknya ke rumah. Memang tidak mampu. Jadi kita fasilitasi ke sekolah, Pak. Pakai komputer sekolah. Ada beberapa orang, enggak banyak,” ungkapnya.

“Ibu kan guru SMP Negeri 7 Kota Padang. Saya mau nanya beberapa hal, yang pertama ini kan, kita sudah 6 bulan kegiatan belajar anak-anak ini lewat cara belajar online. Sampai sekarang, bagaimana menurut ibu?,” tanya Presiden.

Rika, yang juga menjabat sebagai Wakil Bidang Kesiswaan di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Namun, pembelajaran daring yang dilakukan membuatnya sedikit kesulitan, apalagi untuk memantau perkembangan belajar anak didiknya secara langsung.

“Kita enggak bisa memantau anak itu mampu atau tidak ya. Karena kita enggak bisa (bertemu) langsung begitu, Pak,” curhatnya.

Dalam video berdurasi 4 menit 10 detik itu, yang tayang di Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat, 11 September 2020.

Jokowi tak menampik, bahwa keluhan siswa kangen sekolah tersebut selalu dia dengar. Mantan Gubernur DKI Jakarta juga menanyakan kembali apakah ada saran atau pesan untuk Mendikbud.

Rika menjawab ingin sekali proses belajar tatap muka langsung dengan murid. Seandainya memungkinkan, dapat dibagi per shift bagi siswa belajar tatap muka.



“Saya kadang mau nangis pak, apalagi anak-anak orang tuanya tidak mampu gitu pak. Kadang mereka punya android tetapi mereka tidak mempunyai paket data internet,” jawab Rika.

Mencermati hal tersebut, kata Presiden menambahkan, peran guru sangat penting dalam memotivasi siswa agar semangat belajar di tengah pandemi, dan merupakan hal yang esensial untuk terus dilakukan.

“Yang paling penting memang bagaimana memotivasi anak agar semangat belajar dalam masa pandemi ini tetap pada posisi yang baik,” kata Presiden.

Untuk saat ini, pembelajaran secara tatap muka sebagaimana yang dilakukan sebelum masa pandemi tertangani dengan baik, masih belum dapat dilakukan.

Pemerintah tetap mengutamakan keselamatan anak dan masyarakat dari penyebaran Covid-19, dan Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada Rika agar tetap semangat dalam menyampaikan pelajaran kepada para peserta didiknya.

“Memang alangkah baiknya kalau tatap muka, tapi masa pandemi seperti ini memang risikonya kalau nanti anak terpapar Covid ya semuanya menjadi salah. Bu Rika tetap semangat, tetap semangat, dan salam untuk semua anak-anak,” tutupnya. (Mr)