Di Sela-sela Jamuan Santap Siang, Jokowi Ingatkan Anggota Kongres AS Soal Perang di Ukraina

Pariwisata-Indonesia
Presiden Jokowi dalam jamuan santap siang bersama dengan pemimpin negara-negara ASEAN, Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi, dan Anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Kamis (12/5/2022). (Foto: Media PI/Dok. BPMI Setpres/Laily Rachev).

PariwisataIndonesia.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Amerika Serikat (AS) untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kerja sama inklusif yang saling menguntungkan di Indo-Pasifik.

Baca juga :  Dijamu Makan Malam Presiden Biden di Gedung Putih, Jokowi Sematkan Pesan di Buku Tamu Kenegaraan: See you in Bali for G20

Demikian pernyataan Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutannya pada jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN oleh Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan Anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis, 12 Mei 2022.

“Sejak 2019, ASEAN telah menyepakati ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, memastikan keberlangsungan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Saya mengajak AS untuk terus menjadi bagian dari jangkar perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik,” ujar Jokowi, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Baca juga :  Jokowi Saat Berpidato di Global Covid-19 Summit, Beberkan 3 Hal Ini…

ASEAN menurut Presiden, selama lebih dari lima dekade menikmati perdamaian dan stabilitas. Negara ASEAN juga bekerja keras membangun arsitektur kawasan yang mengedepankan kerja sama.

“Paradigma win-win diperjuangkan, budaya dialog diperkokoh, kerja sama inklusif dikedepankan, dan hukum internasional dan nilai-nilai multilateral menjadi panglima,” jelas Presiden.

Baca juga :  Jokowi Bertemu CEOs AS: Tekankan Kerja Sama, Mesti…

Di depan anggota Kongres AS, Presiden juga menyinggung soal perang di Ukraina yang berdampak pada ekonomi dunia termasuk kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi.

“Perang di Ukraina menciptakan tragedi kemanusiaan yang luar biasa dan berdampak terhadap ekonomi global,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga sampaikan bahwa jika hukum internasional tidak dihormati, multilateralisme ditinggalkan, dan unilateralisme dikedepankan, maka apa yang terjadi di Ukraina dapat terjadi di wilayah lain, termasuk di Indo-Pasifik.

Di akhir sambutannya, Presiden Joko Widodo juga mengajak AS untuk terus menjadi mitra strategis ASEAN yang saling menguntungkan.

“Kita juga ingin Amerika menjadi mitra strategis ASEAN dalam kerja sama yang inklusif dan saling menguntungkan. Saya yakin kita bersama dapat menyaksikan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik,” ujar Presiden Jokowi.

Di kesempatan itu, Jokowi mendapat kehormatan untuk berbicara pertama dan memperkenalkan pemimpin ASEAN yang hadir dalam acara tersebut. Selanjutnya bersama dengan Speaker Pelosi, Presiden Jokowi memimpin jalannya pertemuan. (soet)