Di Tengah Isu Lockdown, Jokowi Sebut PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat

Umi Kalsum Founder dan CEO PVK Group,BERITA JOKOWI,DI TENGAH ISU LOCKDOWN JOKOWI SEBUT PPKM MIKRO KEBIJAKAN PALING TEPAT,INDONESIA OFFICIAL TOURISM WEBSITE,INDONESIAN TOURISM WEBSITE,MEDIA ONLINE PARIWISATA INDONESIA TERFAVORIT 2020,MEDIA PARIWISATA INDONESIA OFFICIAL,MEDIA PVK GROUP,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) MIKRO,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Presiden Joko Widodo / Foto: BPMI Setpres

PariwisataIndonesia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 Juni 2021.

Dalam siarannya, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah tetap memutuskan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk mengendalikan lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air.

“Pemerintah telah memutuskan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19 hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas,” ujar Jokowi kutip Redaksi Pariwisata Indonesia di laman Presiden, Rabu (23/6).

Kepala Negara menilai, kebijakan PPKM mikro adalah program yang paling tepat lantaran tidak akan mematikan ekonomi rakyat.

Walaupun demikian, keputusan presiden diambil setelah melewati serangkaian panjang dengan mendengarkan banyak masukan, dan menyambut baik setiap masukan dari kelompok atau masyarakat, termasuk usulan untuk memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kuncitara (lockdown).

Menurut Jokowi, PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi serupa yakni membatasi kegiatan masyarakat, “Untuk itu tidak perlu dipertentangkan. Jika PPKM mikro terimplementasi dengan baik, tindakan di lapangan terus diperkuat, semestinya laju kasus terkendali,” tutur Jokowi.

Hanya saja, lanjutnya, penerapan PPKM mikro saat ini diakui Jokowi belum menyeluruh di seluruh wilayah dan masih bersifat sporadis.

Oleh karenanya, Presiden meminta kepada segenap unsur pimpinan daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota, untuk meneguhkan komitmennya dalam mempertajam dan penerapan PPKM mikro.

Imbau Jokowi lagi, posko-posko Covid-19 yang telah ada di masing-masing wilayah desa atau kelurahan juga harus dioptimalkan.

“Wabah ini masalah yang nyata, penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi. Setiap orang, tak peduli apa asal-usul, status ekonomi, agama maupun suku bangsanya, semuanya, dapat terkena. Ini penyakit yang tidak melihat siapa kita. Jika kita tidak berhati-hati dan disiplin menjaga diri, kita bisa kena,” tegasnya.

Di akhir pidato presiden, ia kembali tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan, mengenai pentingnya vaksinasi bagi seluruh masyarakat.

“Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Kita harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi. Maka sebelum itu tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri terutama memakai masker. Saya minta satu hal yang sederhana ini: tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,” ungkapnya.

Mengingat, lonjakan kasus positif sangat pesat sehingga menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga semakin meningkat.

“Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan-serta. Semua orang harus ikut berkontribusi. Tanpa kesatuan itu, kita tak akan mampu menghentikan penyebaran Covid,” tandasnya. (Mr/Eh).