Johnny G Plate: Pentingnya Kolaborasi Pentahelix Bangkitkan Pariwisata di Manggarai NTT

Pariwisata Indonesia
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate saat memberikan sambutan dalam Festival Golo Koe Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (13/8/2022) malam. (Foto: Media PI/Sumber Dok. ANTARA-Fransiska Mariana Nuka)

PariwisataIndonesia.id, Labuan Bajo – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menekankan tentang pentingnya kolaborasi dari semua pihak, khususnya Pentahelix dalam membangun Pariwisata Holistik di Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan Menteri Johnny dalam sambutannya pada Festival Golo Koe Labuan Bajo, Sabtu (13/8/2022) malam.

“Gagasan besar pastoral Pariwisata Holistik perlu didukung oleh semua pihak yang menyentuh luas kehidupan umat. Kerja sama multi pihak dalam pentahelix Indonesia yaitu pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan pers,” katanya, melansir ANTARA.

Lebih lanjut, kata Johnny, peran pariwisata ikut memberi dampak positif seperti meningkatkan kesejahteraan ekonomi, mendorong perjumpaan dan dinamika sosial, serta memperkaya kultur atau budaya.

Bahkan menurutnya, pariwisata itu juga menjadi tulang emas untuk membangun kesejahteraan umum, mendorong persaudaraan dan persatuan global dalam keunikan bangsa, suku, bahasa, dan kultur.

Sejalan dengan hal tersebut, maka konsep Pariwisata Holistik sejatinya mengedepankan antara lain Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan yang diusung oleh Keuskupan Ruteng. Untuk itu, harus didukung secara penuh oleh semua pihak.

Kolaborasi multi pihak yang ada itu, tak luput ia meyakinkan, penting untuk memastikan gagasan dan konsistensi pembangunan dan pengembangan Pariwisata Holistik yang dibahas di Keuskupan Ruteng.

Pada kesempatan tersebut, Johnny juga menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia. Labuan Bajo pun telah menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Oleh karena itu dampak negatif dari pariwisata seperti terpinggirnya penduduk lokal, degradasi nilai etis spiritual, serta kerusakan lingkungan perlu diantisipasi.

Tak cuma itu, Johnny turut menyinggung sumber daya manusia (SDM) lokal yang disiapkan dalam mendukung Pariwisata Holistik di Manggarai Raya, “SDM lokal harus disiapkan dan ambil bagian dalam pariwisata,” pungkasnya. (Soet)

Editor: Soetardjo

× Hubungi kami