Jokowi Buka IJTI Ke-6 Hybrid Tahun 2021 secara Virtual, Begini Kata Presiden

Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis televisi yang telah membantu pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 selama hampir 2 tahun. Berikut ulasannya.
Jokowi Buka IJTI Ke-6 Hybrid Tahun 2021 secara Virtual, Begini Kata Presiden
Presiden Joko Widodo / Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden

PariwisataIndonesia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) keenam yang dilangsungkan secara virtual, dan acaranya itu digelar hybrid di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (29/10).

Sementara, kegiatan tersebut mengusung tema “Semangat Sumpah Pemuda, Jurnalis Televisi Bangkitkan Negeri Pasca Pandemi Covid-19” yang berlangsung sejak tanggal 29 s.d 30 Oktober 2021.

“Menjadi suluh dari kegelapan, menjaga situasi tetap jernih, membangkitkan optimisme dan harapan dalam masyarakat,” kata Presiden melalui sambungan konferensi video saat membuka Kongres VI IJTI yang ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, pada Jumat (29/10).

Mengawali sambutannya, Jokowi menilai, bahwa peran para jurnalis semakin penting. Lanjutnya, Pemerintah mengapresiasi hal itu, karena selama dua tahun terakhir telah berkontribusi banyak dalam menyiarkan informasi positif terkait pandemi COVID-19.

Jokowi pun berharap, kepada ‘para pemburu berita’ dapat mempraktikkan ‘jurnalisme bijak’ sehingga dapat menyampaikan informasi yang akurat, terutama jurnalisme televisi.

“Pers punya semangat kritik konstruktif di tengah banjirnya informasi,” imbuhnya. 

Namun, Jokowi memahami hal tersebut, lantaran saat sekarang, masyarakat semakin dibanjiri berbagai informasi terkait pandemi.

“Infodemik datang dengan cepat dan jangkauan masif tapi dampaknya tidak kalah dahsyat dibandingkan pandemi itu sendiri,” ungkapnya.

Di kesempatan itu, Presiden tak luput menyoroti kehadiran berbagai ‘platform’ media baru.

“Jurnalisme tidak sekedar fakta tetapi juga memperhitungkan dampak, tidak sekedar ‘good journalism’, tetapi juga ‘wise journalism’, jurnalisme yang bijak,” sambungnya.

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan media pers untuk mampu beradaptasi dengan cepat, gesit mengejar ketertinggalan, cepat mempelajari kompetensi baru, inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi.

“Kehadiran berbagai ‘platform’ media baru harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif, terus memperkuat value-nya sebagai penyebar informasi yang kredibel, meningkatkan kecermatan, menjaga independensi dan objektivitas,” ujarnya.

Baca ke halaman berikutnya.. “