“Kehadiran berbagai ‘platform’ media baru harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif, terus memperkuat value-nya sebagai penyebar informasi yang kredibel, meningkatkan kecermatan, menjaga independensi dan objektivitas,” ujarnya.
Kendati demikian, terhadap platform media baru ini, menurut Presiden Jokowi, patut pula diingatkan harus ikut berperan dalam mendukung transformasi kemajuan bangsa.
“Bukan semata-mata dimotivasi untuk menumpuk jumlah ‘viewer’, menumpuk jumlah ‘subscriber’, menumpuk jumlah ‘like’ atau pun sekadar ‘clickbait’, tetapi seharusnya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat bangsa dan kemanusiaan,” tandasnya.
Selain itu, upaya untuk menjaga kemerdekaan awak pers. Maka, kritik yang membangun itu sangat penting, seperti membuka ruang bagi insan pers menyuarakan kepentingan publik, sikap kritis dan solutif terhadap berbagai kebijakan pemerintah, kata Jokowi, akan terus memegang teguh komitmen tersebut.
“Saya juga menyadari begitu banyak kritikan kepada pemerintah terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan,” tutur Presiden, dan dijanjikan akan diupayakan untuk lebih optimal lagi.
Sehingga, sejumlah tantangan dan segala hambatan yang dikritik tersebut, disikapi sebagai tanggung jawab Pemerintah demi kepentingan rakyat.
“Dan dengan mengucap ‘Bismillahirrahmanirrahim’, saya buka Kongres Keenam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, terima kasih,” ucap Kepala Negara, sekaligus menandai Kongres IJTI VI secara resmi sudah dibuka per hari ini.
Hadir dalam pembukaan IJTI VI yang diresmikan oleh Presiden Jokowi, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pers Hendri CH Bangun, Ketua Umum IJTI Yadi Indrayana, termasuk para pemimpin redaksi dari berbagai media televisi.
Tak luput pula, yakni Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Angela Tanoesoedibjo juga ikut tampil secara daring di pembukaan acara IJTI VI Tahun 2021. (Indah/eh)






































Leave a Reply