Jokowi: Waspadai Varian Baru Virus Corona Meski Tren Kasus Covid-19 Menurun

Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada segenap unsur yang tergabung melalui Forkopimda se-Provinsi Jawa Timur agar turut serta dalam menangani pandemi Covid-19 dengan bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing. Sinyal ini pertanda apa? Berikut ulasannya.
Umi Kalsum Founder dan CEO MEdia PVK Grup,BERITA JOKOWI,BERITA KEMENSETNEG,FORUM KOORDINASI PIMPINAN DAERAH (FORKOPIMDA) SE-PROVINSI JAWA TIMUR,INDONESIA'S OFFICIAL TOURISM WEBSITE,JOKOWI: WASPADAI VARIAN BARU VIRUS CORONA MESKI TREN KASUS COVID-19 MENURUN,MEDIA PVK GROUP DENGAN 10 SITUS PARIWISATA DAN E MAGAZINE,MEDIA PVK GRUP,MEDIA RESMI PARIWISATA INDONESIA,PARIWISATA INDONESIA,PRESIDEN JOKO WIDODO,WEBSITE RESMI PARIWISATA INDONESIA
Presiden Joko Widodo / Ilustrasi foto: Tangkapan Layar YouTube Presiden

PariwisataIndonesia.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada segenap unsur yang tergabung melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Jawa Timur dan mengingatkan agar mewaspadai varian baru Virus Corona.

Dalam keterangan tertulisnya, Jokowi menyampaikan hal tersebut di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (19/8) lalu.

“Tadi ya, oke, yang disampaikan Bu Gub tadi sudah turun, BOR-nya turun, kasus aktif turun. Tapi saya minta, tetap minta semuanya hati-hati,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan kepada Forkopimda seluruh Jawa Timur, kutip laman resmi Presiden yang baru diunggah, pada Jumat (20/8).

“Waspada mengenai yang namanya Covid-19 ini. Jangan sampai ada varian baru datang karena bermutasi dan kita tidak waspada tahu-tahu meledak menjadi jumlah yang sangat banyak,” sambungnya.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan, meskipun angka kasus aktif Covid-19, dan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) menunjukkan sebuah tren penurunan tetap harus waspada.

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Jokowi juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan di Jawa Timur untuk turut bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing.

Tak cuma itu saja, Kepala Negara menginstruksikan kepada Pangdam dan Kapolda untuk terjun langsung dengan menggerakkan unsur di bawahnya guna mengurusi tempat isolasi terpadu (isoter) bagi masyarakat yang terpapar.

“Kurangi yang isoman (isolasi mandiri), ditarik ke isolasi yang terpusat. Ini akan sangat mengurangi sekali laju penyebaran (Covid-19),” imbuhnya.

Kemudian, Presiden mendesak seluruh bupati/wali kota untuk segera menghabiskan stok vaksin. Mengingat, di bulan Agustus ini Indonesia akan kedatangan sedikitnya 72 juta dosis vaksin. Bahkan, di bulan September mendatang akan datang lagi sebanyak 70 juta dosis vaksin.

“Yang biasanya itu sebulan hanya 8 juta (dosis vaksin), 10 juta (dosis vaksin), selama tujuh bulan kita hanya dapat 68 juta (dosis vaksin). Berarti per bulan kira-kira hanya 10 juta (dosis vaksin). Ini 72 (juta dosis vaksin), 70 juta (dosis vaksin), sehingga cepat habiskan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti tingginya angka kematian di Jawa Timur yang mencapai 7,1 persen.

Ia berkeyakinan, penyebab tingginya angka kematian seperti: mereka yang isoman tidak segera dibawa ke isoter, kondisinya sudah benar-benar parah dan ketika dibawa ke rumah sakit sudah terlambat untuk ditangani.

“Saturasinya sudah turun baru dibawa ke rumah sakit, terlambat, yang banyak di situ. Yang kedua komorbidnya. Dua ini menurut saya (penyebab) kenapa (angka kematian) tinggi. Sehingga, sekali lagi, isolasi terpusat itu betul-betul menjadi kunci, baik untuk penyebaran, juga untuk menekan angka kematian. Di saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya sudah berat,” jelasnya.

Presiden juga meminta agar para unsur pemerintah maupun TNI dan Polri di daerah mengerti betul detail di lapangan terkait penanganan Covid-19. Dengan menguasai kondisi di lapangan, langkah antisipasi dan respons yang tepat terhadap perubahan situasi bisa segera dilakukan.

“Jangan sampai kita enggak tahu posisinya, kemudian virusnya masuk, baru kita grobyakan. Ini jangan sampai terjadi,” katanya.

“Saya sekali lagi hanya titip untuk urusan Covid ini tiga hal. Yang pertama, pindahkan yang isoman ke isoter di semua kabupaten dan kota. Pindahkan semua yang isoman, masuk ke isoter. Yang kedua, vaksinasi yang dipercepat, kecepatan vaksinasi, ini menjadi kunci. Yang ketiga, yang berkaitan dengan obat jangan sampai terlambat. Sudah masuk ke isolasi terpusat, obatnya segera diberikan,” paparnya. (Ronald SS)