Pandemi, Toko Oleh-Oleh Khas Semarang Sepi

Pandemi, Toko Oleh-Oleh Khas Semarang Sepi

Kebijakan PSBB bisnis dan usaha UMKM terpuruk

Dikutip dari Gatra.com(25/5), Ada pemandangan berbeda di pusat oleh-oleh Kota Semarang pada hari libur lebaran tahun ini. Tak ada lagi antrian pelanggan, dan tak ada lagi hiruk pikuk macetnya kendaraan saat hari raya Idul Fitri.

Salah satu pegawai toko oleh-oleh di Jalan Pandanaran yang enggan disebut namanya mengatakan pandemi Corona membuat pendapatan tokonya berkurang. Penurunan jumlah pengunjun menyentuh hingga 60 persen.

“Bisa dilihat, sepi sekali. Bisa dihitung jari yang datang hari ini. Padahal biasanya kalau H-7 lebaran sampai satu atau dua minggu setelah lebaran pasti ramai sekali. Kali ini memang situasinya sudah berbeda,” ujarnya saat ditemui wartawan Gatra.com, Senin (25/4).

Menurutnya, kondisi sepi dipengaruhi oleh larangan mudik dan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

“Biasanya kan ramai karena banyak pemudik. Mungkin sekarang karena dilarang jadi tidak ada pemudik dan toko menjadi sepi,” ujarnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada pedagang kaki lima di Jalan Pandanaran. Hampir tak ada satupun pun pelanggan yang mampir atau sekedar melihat-lihat.

“Kalau lebaran biasanya ramai tapi ini malah sepi sekali. Sehari baru ada satu orang yang datang,” ungkap salah satu pedagang wingko babat di gerobak dagangannya.

Jupri salah satu tukang parkir di kawasan toko-toko oleh juga mengaku baru memarkirkan lima mobil pelanggan dari pagi hingga sore hari.

“Dari pagi sampai sore yang datang cuma lima mobil saja. Sepi sekali,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan hampir seluruh toko oleh-oleh di Jalan Pandanaran telah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Para pelanggan diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki toko, diukur suhu tubuhnya, bahkan pegawai di salah satu toko oleh-oleh menggunakan face shield untuk melindungi diri. Pembatasan jarak juga terjadi di kasir, jarak antara kasir dan pelanggan juga dibatasi oleh selembar plastik mika yang cukup tebal. Tulisan ini telah tayang dapat dibaca, klik di situs Gatra.com(25/5) hasil liputan wartawan Intan Alliva Khansa, Editor Budi Arista.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )